blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Standarisasi QR Code tidak akan kurangi jumlah fintech

10:07:19 | 02 Apr 2018
Standarisasi QR Code tidak akan kurangi jumlah fintech
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – International Data Corporation (IDC) memprediksi jika standarisasi QR Code diterapkan tak akan mengurangi jumlah pemain Financial Technology (Fintech) di Indonesia.

“Bank Indonesia (BI) memang akan melakukan standarisasi untuk QR Code bagi pembayaran non tunai. Ini sinyal bagus bagi perkembangan Fintech di Indonesia,” ungkap Senior Research Manager IDC Financial Insight Handojo Triyanto, pekan lalu.

Menurutnya, jika QR Code diberlakukan tidak akan mengurangi jumlah Fintech di Indonesia yang bergerak di solusi pembayaran. “Dampaknya pada efisiensi, time to market, akuisisi merchant dan tentunya pengguna akan diuntungkan,” katanya.

Handojo memprediksi para pemain Fintech akan menyesuaikan dengan standarisasi dari QR Code jika direalisasikan oleh BI. “Tidak ke konsolidasi, tetapi menyesuaikan dengan aturan main dulu. Fintech pasti senang karena ini bisa memberikan efisiensi,” tutupnya. (Baca: Standarisasi QR Code)

Secara terpisah, CEO TCASH Danu Wicaksana mengakui Snap QR Code semakin memudahkan transaksi non-tunai. Hingga saat ini, layanan Scan QR Code dari TCASH sudah dapat digunakan di sekitar 5,000 outlet merchant TCASH, seperti Es Teler 77, Halal Guys, Kopi Tuku, dan ribuan outlet lainnya.

Ke depannya, TCASH berkomitmen untuk memperluas penggunaan Scan QR Code ini di merchant lokal lainnya. Tak hanya itu, Snap QR Code ini juga akan dapat segera digunakan untuk pembelian tiket transportasi, seperti Bus Rapid Trans (BRT) Semarang, serta beberapa moda transportasi lain yang saat ini sedang dalam proses pengembangan.

“Saat ini, TCASH tergabung sebagai tim persiapan dan pengembangan QR Code terstandardisasi untuk perusahaan fintech dan perbankan di Indonesia. Partisipasi ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung inisiatif  Gerbang Pembayaran Nasional dari Bank Indonesia," katanya.

Asal tahu saja, Quick Response Code adalah suatu jenis kode matriks atau kode batang dua dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, sebuah divisi Denso Corporation yang merupakan sebuah perusahaan Jepang dan dipublikasikan pada tahun 1994.

Adapun QR merupakan singkatan dari quick response atau respons cepat, yang sesuai dengan tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan respons yang cepat pula.

Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang.

Penerapan QR Code diyakini memberikan penghematan bagi penyedia  layanan transaksi  non tunai ketimbang memelihara perangkat Electronic Data Capture (EDC) yang menelan biaya Rp 500 ribu-Rp 700 ribu per bulan di merchant.

Dalam kalkulasi MDI Ventures dan Mandiri Sekuritas pasar mobile payment di Indonesia akan mencapai Rp 459 triliun dalam Gross Total Value (GTV) pada 2020 dengan CAGR 158% mulai 2016-2020.(id) 

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
telkom solution travel