telkomsel halo
finnet KTM

Sektor TIK tetap tumbuh tinggi

10:45:50 | 29 Okt 2018
Sektor TIK tetap tumbuh tinggi
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Sektor informasi dan komunikasi (TIK) tumbuh paling tinggi diantara lapangan usaha lain.

Pada Triwulan I tahun 2018, sektor ini tumbuh sebesar 8.7%. Kesimpulan ini berdasarkan data perkembangan ekonomi Indonesia yang dikeluarkan Kementerian PPN/Bappenas.

Data tersebut membawa pada kesimpulan bahwa ekonomi digital menjadi salah satu potensi yang dirasakan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah membangun sentra-sentra ekonomi baru melalui penciptaan dan pengembangan ekonomi digital sejak beberpa tahun lalu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) misalnya, melaksanakan beberapa program terkait hal ini. Gagasan itu diantaranya Program 1.000 Startup Digital, Program 8 Juta UMKM Go Online dan Program Petani dan Nelayan Go Digital, serta mendorong lahirnya unicorn startup baru.

Berkembangnya sektor ekonomi digital ini tidak lepas dari perubahan peran pemerintah. Pemerintah yang selama ini sebagai regulator berubah peran menjadi fasilitator dan akselerator. Inilah yang diyakini memegang peran penting dalam pengembangan ekonomi digital.

“Sejak pemerintahan baru, pemerintah tidak lagi berperan sebagai regulator tapi lebih kepada fasilitator dan akselerator,“ ujar Menteri Rudiantara, pekan lalu.  

Pesatnya kemajuan teknologi digital saat ini menjadi sorotan pemerintah Indonesia untuk ikut mengembangkannya di kelompok basis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).  

Kominfo menargetkan pada akhir tahun 2019 sebanyak 8 juta UMKM telah bertransformasi berbasis aplikasi teknologi digital. Target itu lebih cepat setahun, yakni sebelumnya diharapkan terealisasi pada 2020.

"Mudah-mudahan akhir tahun 2019 semua UMKM sudah merambah ke teknologi digital. Kita juga sama-sama tahu bahwa sekitar 50% ekonomi Indonesia dari UMKM. Saat ini sudah ada 6,5 juta UMKM setara dengan 82% dari target 8 juta UMKM yang memanfaatkan teknologi digital," ujar Rudiantara.

Guna mendukung target tersebut, Menteri Rudiantara menilai perlu kesiapan infrastruktur information and communication technology (ICT) sehingga membangun konektivitas yang berdampak kepada produktivitas pelaku bisnis start up, UMKM dan UKM agar turut mendorong perekonomian bangsa.

Rudiantara mengungkapkan, proses digitaliasi UMKM sebenarnya sudah dapat dilihat melalui berbagai platform eCommerce start up, contohnya saja seperti Bukalapak dan Tokopedia. 

Kedua platform eCommerce secara jelas andil menyumbang dan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Dari Tokopedia saja sudah membantu proses digitalisasi sebanyak 2 juta UMKM, kemudian BukaLapak juga seperti itu, pelapaknya atau merchant itu kan kebanyakan UMKM," ujarnya.

Selain UMKM dari sektor e-commerce, Menteri Rudiantara menyebutkan, ada juga UMKM yang memang mengandalkan internet untuk memasarkan dan mengekspor produk-produknya di pasar internasional.

"Kami terus koordinasi ke Kementerian Koperasi untuk mendata UMKM berdasarkan nama dan alamat yang jelas," kata Menteri Rudiantara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia dapat dikategorikan amat besar yakni 64,41% atau mencapai Rp 850 triliun per tahun pada produk domestik bruto (PDB).(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma