telkomsel halo
finnet KTM

Smart Factory Schneider Electric dijadikan contoh implementasi Industri 4.0 di Indonesia

09:51:55 | 18 Nov 2018
Smart Factory Schneider Electric dijadikan contoh implementasi Industri 4.0 di Indonesia
Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto kala mengunjungi Smart Factory milik Schneider Electric di Batam.(ist)
telkomtelstra januari - maret
BATAM (IndoTelko) - Smart Factory milik Schneider Electric di Batam menjadi pabrik percontohan pertama Industri 4.0 untuk pabrik- pabrik di Indonesia.

Hal itu berdasarkan Nota Kesepahaman terkait pengembangan dan penerapan Industri 4.0 yang ditandatangani Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) bersama dengan Schneider Electric.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Ngakan Timur Antara dan Vice President PT Schneider Electric Manufacturing Batam Gabriel De Tissot, disaksikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto dan Senior Vice President Global Supply Chain Schneider Electric untuk Asia Timur dan Jepang Jim Tobojka.

“Kolaborasi dengan berbagai mitra yang berkompeten di bidang transformasi digital seperti Schneider Electric merupakan bagian dari penguatan kebijakan Kemenperin dalam mempercepat pengimplementasian revolusi industri 4.0 di industri manufaktur yang memiliki peranan sangat penting dalam pencapaian visi Indonesia untuk mejadi 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030. Dengan adanya lighthouse berupa Smart Factory di Batam akan memberikan gambaran lebih riil kepada para pelaku industri di Indonesia mengenai proses perjalanan transformasi digital industri dan manfaatnya bagi bisnis," kata Airlangga dalam keterangan, belum lama ini.

Implementasi Industri 4.0 di manufaktur sangat terkait dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi informasi dan komunikasi antara lain: Internet of Things, Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual dan Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi. Penerapan teknologi industri 4.0 tersebut dapat diimplementasikan di manufaktur dalam bentuk Smart Factory.

“Selama tiga tahun masa Nota Kesepahaman, Schneider Electric akan menjadi mitra kerja Kemenperin dalam melaksanakan pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku industri, serta menjadi pabrik percontohan bagi pelaku industri di Indonesia yang ingin belajar dan menyaksikan secara langsung penerapan otomasi pabrik Schneider Electric di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Tidak hanya itu Program pelatihan dan pendampingan “Manajer Transformasi Industri 4.0” akan melatih para peserta selama satu minggu terkait berbagai aspek dalam transformasi digital yang nantinya para peserta akan menerima sertifikasi kompetensi / kelayakan dalam penerapan industri 4.0,” kata Ngakan Timur Antara.

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly mengatakan Revolusi Industri 4.0 diperkirakan akan berkontribusi US$3,7 triliun terhadap perekonomian global karena meningkatnya produktifitas.

Teknologi digital dan globalisasi telah secara signifikan mengubah model bisnis di semua sektor, meningkatkan laju perubahan dalam dunia kerja dan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru serta keterampilan yang lebih tinggi dari yang dibutuhkan sebelumnya.

"Kerjasama dengan Kemenperin dan Smart Factory kami di Batam dalam pelatihan dan pendampingan akan membuka peluang terbesar bagi para pelaku industri untuk berdiskusi dan membangun kompetensi dalam penerapan digitalisasi, otomasi dan proses transformasi digital di manufaktur dengan merujuk pada praktek terbaik yang pernah ada,” katanya.

Sampai hari ini, Schneider Electric telah memiliki enam smart factory di seluruh dunia termasuk di Batam. Smart Factory Schneider Electric lainnya terletak di China, Prancis, Filipina, Amerika Utara dan India.

Aplikasi yang digunakan smart factory Schneider Electric mencakup connected product, edge control dan apps, analytics & services untuk pengelolaan energi: Augmented Operator Advisor, Power Monitoring Expert, IoT monitoring via Machine Advisor & Aveva Insight, Lean Digitalization System for shop floor management, Virtual Reality for industrialization, Augmented Reality for operator training, Collaborative Robots, Automatic Guided Vehicles, Remote assistance for maintenance & Machine learning.

Semua solusi di atas terhubung kepada platform EcoStruxure, yaitu platform IoT (Internet of Things) milik Schneider Electric yang terbuka, mudah dioperasikan, dan kompatibel. EcoStruxureTM memberikan nilai lebih dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi, daya tahan dan konektivitas.

EcoStruxure dibangun berdasarkan kemajuan dalam IoT, mobilitas, deteksi, cloud, analitik, dan keamanan cyber untuk menghadirkan inovasi di setiap tingkat, dari produk yang terhubung ke analisis dan layanan aplikasi, melalui kontrol periferal. EcoStruxure hadir di lebih dari 480.000 instalasi, didukung oleh lebih dari 20.000 sistem integrator, dan menghubungkan lebih dari 1,5 juta aset.

Di Batam, Schneider Electric mempekerjakan lebih dari 2.900 karyawan di tiga smart factory yang memproduksi beragam produk (contractor, relay, variable speed drives, sensors, circuit breakers, electronic boards) yang didistribusikan tidak hanya untuk pasar dalam negeri, namun juga Eropa, Amerika Utara, Tiongkok, India dan wilayah Asia Pasifik. Ketiga pabrik ini telah tersertifikasi dengan standard internasional ISO 9001, ISO 14001, dan OHSAS 18001.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma