telkomsel halo

Rudiantara rayu startup global pindahkan markas ke Indonesia

12:46:04 | 15 Okt 2018
Rudiantara rayu startup global pindahkan markas ke Indonesia
Menkominfo Rudiantara.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak perusahaan rintisan atau startup digital global untuk memindahkan basis usahanya di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia dengan jumlah penduduk dan penetrasi internet yang tinggi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Apalagi terdapat Dua sektor yang memiliki potensi besar yaitu basis pendidikan atau edutech dan kesehatan atau healthtech.

"Dua sektor tersebut memiliki potensi untuk digarap oleh startup digital dan modal ventura karena dana pemerintah yang digelontorkan ke sektor tersebut sangat besar," jelasya dalam acara The NextIcorn International Convention Digital Paradise Weekend di Bali, seperti disiarkan laman Kominfo Sabtu (13/10).

Rudiantara mengungkapkan potensi sektor pendidikan sangat besar, jika dibandingkan dengan APBN angkanya bisa mencapai Rp10 Triliun. "Apalagi untuk menjadi startup unicorn, kuncinya ada di pendidikan. Dalam APBN, 20% harus dialokasikan ke sektor ini. Tahun ini, anggaran pendidikan sekitar Rp 400 triliun. Dari angka itu, jika pendapatan yang diraih hanya 2%, nilainya sudah mencapai Rp 10 triliun," paparnya.

Selain sektor pendidikan, undang-undang juga mewajibkan pemerintah mengalokasikan APBN sebesar 5% ke sektor kesehatan. Dengan Rp 100 triliun anggaran pemerintah untuk kesehatan, maka jika 2% yang didapat, nilainya sudah Rp 2 triliun. ”It's a big value, " jelasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital, pemerintah akan terus mengurangi fungsi regulator dan lebih menonjolkan fungsi fasilitator dan akselerator. “Less of a regulator, more of a facilitator, even more of an accelerator,” katanya.

Rudiantara menyakini dengan dukungan dari pemerintah, Bali akan menjadi acuan pengembangan ekonomi digital selain Beijing (Tiongkok), Bangalore (India), dan Silicon Valey (AS).

Chief Strategy Officer (CSO) Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan, startup harus inovatif dengan perspektif untuk menyelesaikan masalah. “Jangan langsung berfikir menjadi unicorn,” katanya.

Platform NextICorn menyederhanakan dan mempromosikan startup potensial Indonesia kepada pemodal ventura dan investor di seluruh dunia. NextICorn secara eksklusif mengundang para investor paling terkemuka dari pasar-pasar utama di seluruh dunia untuk berinteraksi dengan para pengusaha terkemuka Indonesia, investor teknologi lokal, dan perwakilan pemerintah di Bali.

Dalam pertemuan kali ini ada 13 negara dan 125 investor yang hadir di NextIcon dengan jumlah pertemuan terjadwal mencapai lebih dari 3.200 pertemuan.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI