telkomsel halo
finnet KTM

Regulator ingatkan pengembang game soal IGRS

08:51:22 | 13 Aug 2018
Regulator ingatkan pengembang game soal IGRS
Ilustrasi
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  meminta pengembang (developer) game memperhatikan batasan usia pengguna konten permainan sesuai yang tersedia di situs Indonesia Game Rating System (IGRS).

Sesuai aturan, ada batasan usia terhadap pengguna atau penyuka aplikasi game yang berkembang. Usia 3 tahun, 7 tahun, 13 tahun dan 18 tahun dilarang bisa mengakses game yang mengandung unsur kekerasan, penggunaan rokok, narkotika, seksual, judi, horror, darah dan mutilasi.

Walaupun kelompok usia 13 tahun dan 18 tahun telah dapat mengakses internet untuk menggunakan aplikasi game, Rudiantara mengimbau agar sebaiknya tetap didampingi serta dalam pengawasan orang tua.

"Klasifikasi usia yang ditetapkan dalam IGRS yaitu usia 3 tahun atau lebih, usia 7 tahun atau lebih, kemudian usia 18 tahun atau lebih dan semua umur," ujar Rudiantara pekan lalu.

Situs IGRS merupakan penerapan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. Situs ini bertujuan supaya developer game bisa mendaftar dan menguji secara mandiri terhadap produk yang ditawarkan kepada pengguna atau penggemar.

IGRS dilucurkan pada November 2016 oleh Kementerian Kominfo bersama Kementerian Pendidikan Nasional untuk membantu masyarakat, termasuk orang tua, mengenai pemilihan game yang sesuai dengan usia penggunanya agar tetap aman dan sesuai kepribadian bangsa Indonesia.

Sistem pengujian secara mandiri yang dilakukan developer game lokal diawasi oleh komite klasifikasi yang terdiri dari unsur pemerintah, ahli dan komunitas industri game.

Berdasarkan riset terhadap game tahun 2017 yang dilakukan lembaga Newzoo, Indonesia merupakan pasar terbesar game di kancah Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia juga meminta adanya jalinan sinergi dengan developer game lokal guna mewujudkan target tahun 2020 para pengembang mampu menguasai 50 persen saham market share domestik.

Telin
Rudiantara mengungkapkan, aktivitas gaming yang banyak saat ini juga sudah merupakan bagian dari ekonomi digital sebab akibat dari perkembangan teknologi informasi.  Apalagi, diperkirakan ada 43,7 juta gamers di dunia yang bisa menjadi potensi pendukung untuk pengembang game lokal ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, apalagi generasi millenial suka banget sama game. Saya melihat ini sebagai peluang bagaimana kita bisa mengembangkan digital ekonomi," kata Rudiantara.(wn)

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI