blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Perusahaan dengan keberagaman gender SDM berpotensi raih keuntungan

05:43:44 | 10 Jun 2018
Perusahaan dengan keberagaman gender SDM berpotensi raih keuntungan
Presiden Direktur Telkomtelstra berfoto bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise usai melaporkan kegiatan Indonesian Women’s Forum 2018.(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko)  – Perusahaan-perusahaan yang mengutamakan keberagaman gender tenaga kerja  berpotensi memperoleh keuntungan finansial khusus dibanding perusahaan yang menyepelekan prinsip keberagaman gender.

Berbagai keuntungan finansial itu antara lain peningkatan kualitas kinerja organisasi, perluasan jangkauan talenta sumber daya manusia, kepuasan pegawai, inovasi dan kreativitas, efektivitas pembuatan keputusan, serta perbaikan citra perusahaan itu sendiri.

Demikian salah satu kesimpulan dalam forum diskusi Indonesian Women’s Forum 2018 yang digelar di Jakarta. Forum diskusi itu merupakan kerja sama antara Coca-Cola Amatil Indonesia dan telkomtelstra dengan perusahan maupun organisasi yang berjejaring dengan kedua perusaahaan tersebut.

Pada tahun ini, diskusi Indonesian Women’s Forum 2018 mengangkat tema keberagaman gender dalam situasi kerja secara umum di perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan kepedulian akan pentingnya mendukung keberagaman gender di perusahaan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise menyatakan apresiasi atas inisiatif telkomtelstra dan Coca-Cola Amatil membuat Indonesian Women’s Forum 2018 yang merupakan cara yang sangat penting sekali dalam mendukung Indonesia mencapai Sustainable Development Goals, khususnya nomor 5.1 terkait women and gender equality.

“Melihat hal-hal yang sudah dilakukan oleh telkomtelstra dan Coca-Cola Amatil ini, seharusnya kita bisa menggunakannya sebagai ‘role model’ untuk memberikan inspirasi kepada perusahaan-perusahaan lain di Indonesia terkait topik penting ini,” kata Yohana.

Forum diskusi tahun ini menyoroti permasalahan mendasar bahwa perusahaan di Indonesia belum seluruhnya menerapkan kebijakan keberagaman gender di dunia kerja dengan tepat sasaran dan efektif, padahal hal ini memberikan banyak manfaat kepada perusahaan.

Patut disadari bahwa perusahaan yang berada di posisi 25% teratas dalam keberagaman gender memiliki kemungkinan lebih besar untuk mempunyai keuntungan finansial di atas rata-rata. “Adanya keberagaman gender sebenarnya dapat meningkatkan kinerja organisasi, karena perusahaan dapat memperluas jangkauan talent sumber daya manusia, meningkatkan kepuasan pegawai, meningkatkan inovasi dan kreativitas, meningkatkan efektivitas pembuatan keputusan, serta memperkuat citra perusahaan itu sendiri,” ujar Presiden Direktur dan CEO telkomtelstra Erik Meijer seperti dikutip dari laman resmi perseroan.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar perempuan dalam dunia kerja sering kali merasa tidak bisa berkembang, mendapatkan kesempatan, dan dipromosikan untuk jenjang karir yang lebih tinggi karena gender mereka. Di sisi lain, banyak laki-laki di dunia kerja yang tidak memahami situasi perempuan di dunia kerja, sehingga mereka belum mempunyai komitmen terhadap isu keberagaman gender, padahal isu ini tidak dapat dibicarakan apabila tidak mengikutsertakan peran laki-laki di dalamnya.

Berdasarkan Forum Group Discussion yang dilakukan di dalam Indonesian Women’s Forum 2018, ditentukan enam poin rekomendasi kebijakan yang dapat diaplikasikan oleh perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan keberagaman gender di lingkungan kerja. Rekomendasi jangka pendek antara lain; Pertama, keberagaman gender menjadi salah satu komitmen perusahaan dengan target dan strategi yang terukur. Kedua, proses rekrutmen dan promosi transparan dengan metodologi dan kriteria yang sudah diumumkan.

Ketiga, menerapkan waktu kerja yang fleksibel, baik waktu dan tempat, dengan membangun sistem pendukung yang terintegrasi baik dalam pengawasan, pengukuran target, dan fasilitas pendukung yang jelas (tergantung dengan jenis pekerjaan).

Sementara rekomendasi jangka panjang antara lain; Pertama,dalam jangka waktu enam bulan, dibentuk “Satuan Kerja Anti Pelecehan” yang disponsori dan dipimpin oleh pengambil keputusan (leadership team) dan HR untuk membuat komunitas internal. Kedua, menjadikan “Support Gender Diversity” sebagai salah satu KPI untuk setiap manajer. Ketiga, adanya program perusahaan yang berhubungan dengan keberagaman gender yang dapat diturunkan ke dalam KPI karyawan, kemudian dipertanggung jawabkan secara internal dan eksternal dalam bentuk annual report, tapi KPI tersebut harus melalui proses penilaian terlebih dahulu.

“Kami juga berada di sini karena belajar dari pengalaman sendiri,” kata Direktur Public Affairs and Communications Coca-Cola Amatil Indonesia Lucia Karina.

Dia menceritakan berbagai program yang telah dijalankan perusahaan minuman tersebut untuk mendukung keberagaman gender.

“Forum seperti IWF diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran antar organisasi dan perusahaan di Indonesia untuk terus memajukan keberagaman gender. Kami percaya bahwa keberagaman gender dapat berkembang lebih cepat jika kita kejar bersama-sama,” ujarnya.

Asal tahu saja, dari data Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa terdapat 131,5 juta karyawan di pasar tenaga kerja Indonesia, dan persentase berdasarkan gender menunjukkan perbedaan yang signifikan antara jumlah karyawan perempuan di angka 55% dan jumlah karyawan laki-laki di angka 83,1%.

Laporan Global Gender Gap menyatakan Indonesia berada di urutan ke-84 dari 144 negara yang termasuk di dalam peringkat kesenjangan gender global.   

Hasil riset McKinsey Global menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat mengurangi masalah kesenjangan gender di lingkungan kerja pada tahun 2025 dan dapat meningkatkan angka produk domestik bruto (Gross Domestic Product/GDP) di dunia sebesar US$ 12 miliar.(ad)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
idul fitri 2018