blanja.com
telkomsel halo

Perusahaan disarankan adopsi pola “Data Thriver”

09:54:07 | 29 Nov 2017
Perusahaan disarankan adopsi pola “Data Thriver”
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko)  – NetApp  selaku otoritas data di dunia hybrid cloud mengumumkan hasil riset global yang fokus untuk membantu perusahaan merangkul transformasi digital.

Bekerja sama dengan IDC, program riset ini menyediakan langkah-langkah langsung dan berdampak untuk perusahaan manapun agar dapat bertransformasi.

Hasil studi yang diumumkan menunjukkan apa yang membedakan Data Thriver, mereka yang secara agresif mendisrupsi pemanfaatan teknologi digital untuk mempengaruhi pasar-pasar baru, dibandingkan dengan mereka yang hanya sekedar Data Survivor atau pun Data Resister.

Data Thriver adalah perusahaan dan organisasi yang tengah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan, hasil bisnis dan mentransformasi data menjadi uang.

Banyak perusahaan Fortune 100 yang tengah membangun pusat invoasi, sekaligus menciptakan peran-peran baru untuk para innovation executive dan data management officer. Di antara organisasi yang berpartisipasi dalam studi ini, hampir setengah sudah memiliki Chief Data Officer.

Data Survivor adalah perusahaan dan organisasi yang tengah kehilangan kesempatan pendapatan, terlambat dalam memanfaatkan data untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, dan kewalahan dengan data mereka. Mereka menggunakan tools yang berbeda-beda untuk mengelola data mereka yang memiliki format dan lokasi yang berbeda pula, yang menambah kompleksitas dalam mengelola keamanan, resiko, privasi, dan compliance.

Dengan hanya sebelas persen perusahaan yang masuk dalam kategori Data Thriver, industri-industri tradisional saat ini beresiko kehilangan sebagian besar dari presentase pendapatan mereka kepada organisasi-organisasi yang lebih data-driven di tahun 2018.

Industri-industri teratas yang memiliki resiko ini termasuk utilitas (29%), ritel (>25%), peralatan industri (20%), layanan keuangan (18%), dan pemerintahan (18%).

Perusahaan-perusahaan yang telah memanfaatkan data untuk mendorong bisnis dan memuaskan pelanggan mereka dalam cara-cara baru yang inovatif, hanya perlu mulai untuk mendisrupsi pasar.

“Data Visionaries, atau para visioner data, menginspirasi organisasi mereka untuk menjadi Data Thriver. Mereka mengakui bahwa data tidak hanya menjadi sesuatu yang terkunci dalam perangkat dan tersembunyi dibalik firewall. Data saat ini menjadi sesuatu yang terdistribusi, dinamis dan beragam,” ujar SVP dan CMO, NetApp Jean English dalam keterangan, kemarin.

“Sebagai bursa efek terdepan di Eropa untuk para investor swasta, kami harus menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk memanfaatkan data yang dihasilkan lebih dari 1,5 juta produk-produk yang dapat diperjual-belikan untuk mendorong bisnis dan memuaskan pelanggan kami,” ujar Head of IT, Boerse Stuttgart GmbH. Michael Jaeggi.

Dikatakannya, untuk dapat tetap menjadi yang terdepan di ekonomi data-driven seperti sekarang ini perseroan mempertimbangan NetApp untuk ‘menjembatani cloud’ sehingga dapat fokus terhadap bisnis inti, menyediakan investor ritel dengan layanan finansial generasi terdepan. “Kami juga melihat ke depan untuk kapasitas komputasi yang open market, baik itu datang dari cloud atau area lain,”katanya.

Organisasi yang memperlihatkan perilaku Data Thriver tengah mengadopsi serangkaian teknologi yang beragam, termasuk layanan data untuk hybrid cloud. Layanan-layanan ini termasuk berbagai perlindungan, keamanan, integrasi, fungsi optimalisasi data untuk mencapai manajemen data yang lebih tangkas dan ekonomis, dan waktu yang lebih cepat untuk mendapatkan wawasan.

Tiga hal teratas yang dapat dipelajari Data Survivor dari Data Thriver: Menggunakan data sebagai aset organisasi, Memungkinkan TI dan bisnis untuk bekerja dalam satu kesatuan, dan Menciptakan data map untuk visibilitas dan kendali data.

Organisasi-organisasi yang mencari cara untuk pindah dari Data Survivor menjadi Data Thriver harus melalukan transformasi yang holistik atas orang-oragnya, proses dan teknologi, dan menyiapkan roadmap transformasi digital, yang harus mencakup: Menciptakan peran-peran baru, Menyiapkan model susunan kepegawaian baru, Membentuk proses-proses baru, Melakukan investasi-investasi baru, dan Memanfaatkan layanan-layanan data untuk hybrid cloud.(ak)

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma