blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Pengiriman smartphone turun di 2017

10:46:00 | 03 Apr 2018
Pengiriman smartphone turun di 2017
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – International Data Corporation (IDC) Quarterly Mobile Phone Tracker menyatakan pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 7,8 juta unit pada kuartal keempat 2017, menurun sebesar 9% year over year (YoY), menutup tahun dengan total 30,4 juta unit smartphone, pertumbuhan yang relative rendah sebesar 1% dibandingkan dengan tahun 2016.

Alasan yang menyebabkan penurunan adalah karena kombinasi antara pasokan pengiriman yang lebih rendah dan persaingan dari para vendor unggul yang berdampak pada beberapa vendor lainnya.

"Kuartal keempat selalu menjadi kuartal dengan pengiriman tertinggi sejak 2013, tetapi ini berubah pada tahun 2017. Kebanyakan vendor akan mengirim dalam jumlah yang lebih besar untuk persediaan untuk perayaan akhir tahun dan Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) tetapi tidak dapat melakukannya kali ini, sehingga total pengiriman kuartal keempat 2017 lebih rendah dari yang diharapkan meskipun ada pertumbuhan signifikan dari vendor teratas," ujar Associate Market Analyst, IDC Indonesia Risky Febrian dalam keterangan (3/4).

Diungkapkannya, ketika pembaruan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mulai berlaku pada awal 2017 dimana persyaratan konten lokal harus diubah dari 20% menjadi 30%, para vendor unggul dapat bereaksi dengan cepat dengan mematuhi persyaratan baru meskipun ada komitmen finansial yang lebih berat, sehingga dapat mengamankan dan memperkuat posisi mereka di Indonesia.

“Ketika siklus penggantian device mulai bertambah lama dan para vendor tersebut menjadi semakin menonjol di Indonesia, vendor lain dengan mindshare yang lebih rendah dan portofolio produk yang kurang kompetitif kemudian kehilangan pangsa pasar mereka," katanya.   

Menurutnya, secara keseluruhan pengiriman smartphone tumbuh 8% quarter over quarter (QoQ), karena para vendor unggul terus memperbesar dominasinya di pasar.

Samsung mampu mempertahankan kepemimpinan pasarnya dan meningkatkan pangsa pasarnya, dibantu dengan channel management yang efektif yang memungkinkan inventaris bergerak lebih cepat.

Pengiriman smartphone turun di 2017

Sementara itu, vendor dari Tiongkok seperti OPPO dan vivo memperluas pendekatan pemasaran mereka di luar dukungan selebritas (brand ambassador), dan melakukan kerjasama dengan game mobile populer serta produk kecantikan untuk memenuhi segmen target yang dimaksudkan.

Pemain lokal Advan mempertahankan jaringan distribusi nasionalnya yang kuat dan memperkenalkan produk-produk baru dengan fitur-fitur terbaru, seperti dual camera, fingerprint scanner, thin bezel, dan facial recognition, sambil tetap bermain dalam kisaran harga kurang dari US $200.

Pangsa pasar ASUS menurun karena model yang baru diluncurkan menerima tanggapan yang lebih buruk bila dibandingkan dengan versi sebelumnya karena peningkatan harga dan persaingan dari pemain lain.

Dampak eTailer
Pangsa ritel elektronik (eTailer) tumbuh selama Harbolnas. Promosi dan diskon besar ditawarkan oleh sebagian besar pengguna eTailer selama periode Harbolnas, mendorong pertumbuhan sebesar 46% quarter over quarter (QoQ) dalam pengiriman di channel ini, dan 43% pertumbuhan year over year (YoY).

Channel eTailer cenderung merupakan pilihan yang lebih disukai untuk vendor yang kurang populer, seperti Infinix dan Haier, untuk menjadi channel utama mereka dalam strategi pemasaran produknya, dikarenakan ruang ritel offline yang lebih menantang dimana vendor besar terus memperluas jangkauan mereka.

Tidak hanya terbatas pada kuartal keempat, para vendor terus bekerjasama dengan eTailer untuk mengadakan beberapa program online flash sales sepanjang tahun 2017, dari brand seperti Xiaomi, Samsung, Transsion (Infinix), HMD (Nokia), dan sebagainya. Didorong pula dengan adanya metode pembayaran yang lebih nyaman dan tersedianya banyak promosi, seperti cashback, freebies, dan metode pembayaran secara angsuran, dan banyak lainnya.

Smartphone 4G terus mendominasi pasar, karena mereka mulai tersedia lebih luas di segmen ultra-low-end. Peningkatan signifikan ini didorong oleh meningkatnya ketersediaan smartphone berkemampuan 4G di segmen ultra-low-end.

Diprediksi ruang pasar smartphone Indonesia akan alami beberapa tantangan yang berpotensi berdampak pada tingkat pertumbuhan pengiriman smartphone di tahun-tahun mendatang.

Dengan adanya Pemilu dan rencana peningkatan peraturan TKDN, yang kemungkinan besar akan melihat pembaruan lagi pada tahun 2019, para vendor terutama yang lebih kecil, harus bisa bereaksi dengan cepat untuk menghindari kekalahan dari para vendor besar.

“Meskipun banyak tantangan, Indonesia masih menjadi pasar utama bagi banyak pemain smartphone, dengan demikian, kita akan melihat banyak vendor baru memasuki pasar disaat vendor lama yang lainnya keluar dari pasar. Kita akan melihat berbagai strategi yang sedang diuji coba dan fitur baru yang akan diperkenalkan, seperti smartphone entry-level berbasis Android Go, pengadopsian konten augmented/virtual reality, dan fitur pengenalan biometrik yang lebih mutakhir,” pungkasnya.(wn)

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
telkom solution travel