blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Pencurian kabel laut harus ditangani serius

06:45:11 | 01 Jun 2018
Pencurian kabel laut harus ditangani serius
Kapal tengah menggelar kabel serat optik di bawah laut.(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Badan Keamanan Laut (Bakamla) harus menangani dengan serius pencurian kabel serat optik bawah laut karena bisa memberikan ancaman kedaulatan laut kepada Indonesia.

“Saya melihat bukan hanya sekedar sebuah kasus mencari kabel semata, tetapi ada apa di balik kasus pencurian ini. Ini yang harus menjadi perhatian pada aparat. Jangan hanya melihat dari sisi mencuri kabel semata, tetapi harus juga dicari sejauh mana motif yang bisa kita ungkap dari modus pencurian ini,” ujar Anggota Komisi I DPR RI Muhamad Arwani Thomafi di sela-sela RDP dengan Kepala Bakamla Anggota, belum lama ini.

Menurutnya, ada pihak yang tidak ingin melihat perkembangan yang dibentuk Indonesia pada bidang teknologi telekomunikasi. Pasalnya, sejak 2006 Indonesia telah menggunakan kabel serat optik bawah laut untuk membantu menghubungkan komunikasi antar pulau.

Diingatkannya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki sebuah tantangan tersendiri dalam memberi jaminan pada keamanan laut, dari segala bentuk ancaman seperti pencurian, perdagangan ilegal, termasuk juga narkoba. Maka dari itu dukungan berupa fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan bagi para penjaga laut.

“Dukungan anggaran akan menjadi satu hal pendukung dalam upaya kita meningkatkan kinerja, cakupan, jangkauan, kinerja dari sebuah kementerian dan lembaga. Tentu jika memang alokasi anggarannya memungkinkan, ya tentunya program-program kinerja yang memang penting untuk di-cover, saya kira dukungan anggaran akan jadi sangat signifikan,” tutup politisi dapil Jawa Tengah itu

Bakamla mengungkapkan adanya pencurian kabel optik bawah laut di perairan sebelah utara Tanjung Berakit, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (26/5) sepanjang 3.200 meter yang sudah dipotong-potong sepanjang 3 meteran dengan berat 12 ton.

Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya Arie Soedewo mengatakan kabel-kabel yang dicuri ini nantinya akan dijual ke Bangka Belitung, namun untuk nilai harganya belum diketahui. Pelaku sendiri mendapatkan upah senilai Rp 2.500 per kilo.   

Pencurian kabel optik bawah laut ini di Indonesia sebelumnya pernah juga terjadi, yaitu di perairan Bangka Belitung, hanya saja saat itu pelakunya tidak tertangkap karena baru diketahui setelah mendapatkan komplain dari pengguna jasa kabel optik tersebut.

Secara terpisah, Komisaris Ketrosden Triasmitra P.Sartono mengungkapkan dari data yang ada kerusakan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) sebanyak 70% adalah dikarenakan terkena jangkar kapal, sisanya 30% karena gangguan alam dan vandalisme.

"Kami sebagai developer kabel laut itu maunya digunakan Undang-undang (UU) Telekomunikasi terhadap pelaku perusakan ketimbang pidana. Kalau pakai UU Telekomunikasi itu sanksinya lebih berat," katanya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma