telkomsel halo
finnet KTM

Pemerintah berikan “Tax Holiday” bagi ekonomi digital

14:29:34 | 17 Nov 2018
Pemerintah berikan “Tax Holiday” bagi ekonomi digital
Menko Perekonomian Darmin Nasution kala mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi di Istana Negara.(Foto: Kemenkoperekonomian)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Pemerintah memberikan fasilitas Tax Holiday bagi sejumlah sektor yang mendukung ekonomi digital.

Keputusan itu dituangkan dalam tiga kebijakan dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang diluncurkan, Jumat (16/11) di Istana Negara, jakarta.

Dalam paket terbaru itu, pemerintah memperluas Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday) untuk mendorong investasi langsung pada industri perintis dari hulu hingga hilir guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah menyempurnakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

“Dalam rangka lebih mendorong peningkatan nilai investasi di Indonesia, pemerintah memandang perlu untuk memperluas cakupan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dapat diberikan fasilitas tax holiday,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seperti dikutip dalam laman Kemenoperekonomian (16/11).

Untuk sektor ekonomi digital, insentif bisa dirasakan industri pembuatan semi konduktor dan komponen utama komputer lainnya seperti semikonduktor wafer, backlight untuk Liquid Crystal Display (LCD), electrical driver, atau Liquid Crystal Display (LCD) yang terintegrasi dengan industri pembuatan komputer.

Industri pembuatan komponen utama peralatan komunikasi seperti semikonduktor wafer, backlight untuk Liquid Crystal Display (LCD), electrical driver, atau Liquid Crystal Display (LCD) yang terintegrasi dengan industri pembuatan telepon seluler (smartphone).

Industri pembuatan komponen robotik yang terintegrasi dengan industri pembuatan mesin manufaktur.

Syarat mendapatkan tax holiday ini sama seperti yang telah diterapkan sebelumnya. Saat mendaftar melalui Online Single Submission (OSS) investor akan diarahkan lama tax holiday yang diperoleh, tentunya sesuai besar investasi yang ditanamkan.

Untuk investasi Rp500 miliar-Rp100 triliun, pemerintah bakal memberi pembebasan pajak selama 5 tahun, untuk investasi Rp1-Rp5 triliun, mendapatkan pembebasan selama 7 tahun, investasi Rp5-Rp15 triliun dapat pembebasan 15 tahun, dan investasi minimal Rp30 triliun akan mendapatkan pembebasan selama 15 tahun. Setelah masa tax holiday habis akan diberikan masa transisi, hanya membayar 50% selama dua tahun.

Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, menyampaikan jumlah sektor usaha yang diberikan tax holiday berubah dari 17 sektor menjadi 18 sektor.

Dijelaskannya, perluasan tax holiday ini akan menambah jumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan penyempurnaan beberapa KBLI pada industri pionir. KBLI yang ditambahkan, sebanyak 70 KLBI, sehingga KLBI yang mendapatkan tax holiday sebanyak 169 KBLI.

“Kemudian yang dilakukan penyederhanaan sebanyak 99 KBLI yang juga merupakan penggabungan dari beberapa KBLI yang lain. Nah tentu sistem ini tadi disampaikan oleh Pak Menko dapat diperoleh melalui sistem Online Single Submission atau OSS,” ujar Menperin.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma