telkomsel halo
finnet KTM

Pemenang proyek satelit multifungsi diumumkan akhir 2018

12:16:31 | 09 Okt 2018
Pemenang proyek satelit multifungsi diumumkan akhir 2018
Menkominfo Rudiantara kala peluncuran proyek satelit multifungsi.(ist)
telkomtelstra januari - maret
NUSA DUA (IndoTelko) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan pemenang dari Proyek Satelit Multifungsi akan diumumkan di akhir 2018.

"Insha Allah akhir tahun kita akan tetapkan pemenangnya. Dan financial closingnya tahun depan. Kalau spec segmen dan ground segmen di luar antena yang 150 ribu, perkiraannya bisa Rp 8 sampai Rp 9 triliun, tergantung rancangannya," papar Rudiantara dalam Forum Media Creative and Innovatifve Financing: Showcasing Indonesia Model di Bali seperti disiarkan laman Kominfo (8/10).

Dijelaskannya, rancangan satelit menggunakan teknologi ahead the curve.  "Telkom, Indosat, PSN, operator belum pakai teknologi ini. Jadi sekali-sekali Pemerintah juga bisa menunjukkan lebih cepat lebih maju dari operator dan badan usaha. Sekali lagi strukturnya ini jadi KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha)," tutur Rudiantara.

KPBU, merupakan sebuah skema penyediaan dan pembiayaan infrastruktur yang berdasarkan pada kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (swasta). "Keunggulan skema KPBU yaitu, governance (transparan, akuntabel dan mempertimbangkan resiko). Dengan KPBU kita bisa akses the best talent available dan bisa memperkaya produk-produk keuangan kita," jelas Rudiantara.

Proyek Satelit Multifungsi untuk menghubungkan sekolah, Puskesmas dan kantor desa atau kelurahan di seluruh Indonesia dengan jaringan internet.

"Saat ini di Indonesia  Indonesia mempunyai 226 ribu sekolah. Tapi 9 ribunya belum mempunyai konektivitas internet, ada 4 ribu lebih Puskesmas kebanyakan belum terhubung dengan internet, kantor kelurahan, kantor desa hampir 50 ribu, ini kita harus menghubungkan mereka," paparnya.

Mengenai pemilihan satelit multifungsi, Rudiantara menyatakan hal itu sebagai pilihan paling tepat untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. "Ada 150 ribu kurang lebih kita akan hubungkan. Tidak ada jalan lain, karena menggunakan solusi teresterial, kita tarik kabel itu akan lama. Jadi kita akan gunakan satelit," ungkapnya. (Baca: Lelang Satelit HTS)

Keberadaan satelit captive untuk pemerintahan Indonesia itu bisa digunakan untuk menopang pendidikan dan kesehatan. "Khususnya untuk pendidikan dan sesuai regulasi kita di Undang-Undang untuk pendidikan APBN itu 20% dan untuk kesehatan 5%. Ini bisa dikompensasi dari pendidikan, jangan semuanya yang 20% diberikan ke sektor pendidikan, sebagian untuk membiayai satelit ini bisa berjalan," pintanya.

Inovatif
Dalam kesempatan itu, Menteri Kominfo menilai keberadaan Kementerian Keuangan sangat penting. "Tanpa ada penjaminan dari Kementerian Keuangan, proyek-proyek penting tidak bisa berjalan," katanya.

Kementerian Keuangan terus meningkatkan upaya membangun skema pembiayaan inovatif dan kreatif, untuk memperkuat ketahanan fiskal. Salah satunya dengan menginisiasi beberapa skema pembiayaan dengan bentuk KPBU.

Selain dalam bentuk kerjasama KPBU dan menugaskan BUMN dibawah Kementerian Keuangan, menurut Menkeu pihaknya juga menginisiasi skema blended finance.

“Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari implementasi skema pembiayaan yang inovatif dan kreatif adalah untuk mencapai target pembangunan, namun tetap menjaga agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat dan akuntabel, karena ini tanpa APBN,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyatakan pelaksanaan KPBU akan bergantung pada kepemimpinan di setiap lembaga. Jika pemimpinya inovatif maka akan lebih mudah diterapkan. "Kalau sama Pak Rudiantara sama sekali tak sulit. Karena insting beliau,  kita sering diajari untuk melakukan terobosan keuangan," katanya.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma