blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Pasar aplikasi di Indonesia kian matang

08:39:41 | 22 Jan 2018
Pasar aplikasi di Indonesia kian matang
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Pasar untuk aplikasi  di Indonesia  semakin menjanjikan seiring kian lamanya pengguna smartphone menghabiskan waktu bermain dengan sebuah aplikasi.

“Di Indonesia, rata-rata pengguna menghabiskan 240 menit di aplikasi dalam sehari. Ini merupakan yang tertinggi di antara semua pasar yang dianalisa oleh App Annie,” ungkap Regional Director, App Annie Jaede Tan dalam laporan tahunan Retrospective 2017, belum lama ini.

Dalam laporan itu dinyatakan sebuah perubahan besar terjadi di pasar konsumen di 2017. Perusahaan-perusahaan di industri seperti industri keuangan, travel dan video streaming tengah melakukan restrukturisasi besar agar mereka dapat beradaptasi dengan pasar di mana aplikasi telah mengambil peran yang signifikan dalam layanan dan operasi bisnis.

Contoh kasus: beberapa perusahaan mencatat, lebih dari setengah penjualan yang mereka raih dikontribusi saluran perangkat mobile, di mana peluang untuk membeli sesuatu 3x lebih besar terjadi di saluran aplikasi daripada browser seluler. Sebagai contoh, di industri keuangan dan ritel, kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan aplikasi telah mengurangi peran dari layanan person-to-person.   Tidak dapat dipungkiri, aplikasi telah mengambil peran lebih besar di banyak industri.

“Sejak Apple meluncurkan app store satu dekade yang lalu, yang memercik revolusi aplikasi ponsel pintar, aplikasi terus merevolusi berbagai industri pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya hingga 2017. Peran aplikasi bukan lagi sekedar ‘tambahan’. Aplikasi telah menjadi bagian integral dari layanan dan penjualan.Dengan revolusi yang terjadi, analisa dan informasi yang terpecaya telah menjadi kebutuhan yang krusial bagi perusahaan agar mereka bisa memaksimalkan peluang di ekonomi aplikasi,” katanya.

Saat ini jumlah aktifitas mengunduh aplikasi secara global telah melebihi 175 miliar. Dibandingkan dengan 2015, jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi naik sebesar 60%.

Pada periode yang sama, jumlah waktu yang pengguna habiskan dalam menggunakan aplikasi naik 30% menjadi 3 jam pada 2017.Perhatian konsumen terhadap aplikasi terus berkembang dan telah menjadi saluran paling penting bagi interaksi para konsumen.   

Pengeluaran konsumen di toko aplikasi telah naik dua kali lipat dalam dua tahun terakhir menjadi lebih dari US$86 miliar pada 2017.

Pertumbuhan pengeluaran di negara berkembang akan didorong kepemilikan ponsel pintar dan aplikasi, dan kemampuan aplikasi untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar di ekonomi yang sudah matang.

Empat dari lima negara dengan jumlah unduhan aplikasi dan pengeluaran konsumen terbanyak merupakan negara berkembang yakni Tiongkok, India, Brasil dan Rusia.

“Indonesia menduduki peringkat ke 6 berdasarkan jumlah unduhan, meningkat 71% dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Pasar di Indonesia menempati peringkat ke 24 berdasarkan jumlah pengeluaran konsumen, meningkat 86% dalam 2 tahun terakhir dan bernilai US$280 juta,” paparnya.

Di Indonesia, penggunaan aplikasi mencapai rekor baru, pengguna ponsel pintar mengakses hampir 40 aplikasi per bulan. Di hampir semua negara, pengguna memiliki lebih dari 80 aplikasi di ponsel pintar mereka.  Orang Indonesia menghabiskan 88% waktunya di aplikasi dibandingkan di browser seluler.

Di Indonesia, aplikasi keuangan mengalami pertumbuhan 205% dalam dua tahun terakhir. Di Indonesia, perusahaan penyedia layanan transportasi, logistik dan pembayaran Go-Jek berada di garis depan tren cashlessi, dengan adanya integrasi Go Pay ke dalam aplikasinya. Jaringan pengemudi Gojekyang berjumlah lebih dari 250.000 turut memberikan kontribusi besar dilayanan ini dimana seorang pengguna Go-Jek dapat melakukan deposit atau top up secara langsung melalui pengemudi.

Dalam bidang ritel, 3 aplikasi belanja teratas di Indonesia adalah Tokopedia, Shopee dan Bukalapak berdasarkan Pengguna Aktif Bulanan/Monthly Active Users (MAU) di ponsel pintar pada kuartal ke 4, 2017.

Dalam periode yang sama, aplikasi-aplikasi Facebook masih mendominasi di beberapa negara. Instagram melaporkan pertumbuhan 70% dalam waktu yang dihabiskan pengguna diaplikasinya berkat fitur-fitur baru. Telegram mengalami peningkatan sebesar 75% berdasarkan Pengguna Aktif Bulanan/Monthly Active Users (MAU)di periode yang sama.

Tiga aplikasi teratas untuk media sosial di Indonesia berdasarkan MAU ponsel pintar di 2017 adalahWhatsApp Messenger, Facebook dan Instagram.

Di Indonesia, aplikasi video streaming berdasarkan Pengguna Aktif Bulanan/Monthly Active Users (MAU) adalah: YouTube, HOOQ, Viu, iflix, Miv.

Berdasarkan Pengguna Aktif Bulanan/Monthly Active Users (MAU): WhatsApp Messenger, Facebook, Instagram, LINE dan BBM adalah aplikasi paling top di Indonesia.

Sementara berdasarkan Jumlah Unduhan adalah Facebook, WhatsApp Messenger, Facebook Messenger, UC Browser, SHAREit  Sedangkan berdasarkan belanja konsumen: LINE, Sing! Karaoke, BIGO LIVE, OLX Indonesia, dan Netflix.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma