blanja 2019
telkomsel halo

Palapa Ring akan bikin tarif internet terjangkau

10:49:56 | 21 Jan 2019
Palapa Ring akan bikin tarif internet terjangkau
telkomsat
KEPULAUAN SANGIHE (IndoTelko) - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyakini beroperasionalnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring akan memmbuat tarif internet menjadi lebih terjangkau di seluruh Indonesia.

"Pembangunan Palapa Ring ditujukan untuk mengikis gap layanan telekomunikasi antara di Pulau Jawa dengan daerah lain di Indonesia. Untuk skema sewa tarif Palapa Ring itu sama, pemerintah akan kasih diskon besar kepada operator. Sehingga tarif di Jawa dan di luar Jawa, di Barat dan Timur adalah sama. Tujuannya adalah internet ada di mana-mana dan harga jual paketnya sama,” jelas Menkominfo Rudiantara dalam keterangannya, akhir pekan lalu.

Palapa Ring merupakan bangunan tol informasi dalam bentuk jaringan serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Sebagai infrastruktur tulang punggung jaringan telekomunikasi broadband (pita lebar), Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yaitu Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.

Proyek jaringan kabel serat optik Palapa Ring ditargetkan rampung pertengahan tahun ini. Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah dan Palapa Ring Timur akan terintegrasi untuk mendukung konektivitas internet cepat. “Pada kuartal kedua tahun ini semua pembangunannya sudah 100%. Pertengahan tahun semua sudah diintegrasikan,” jelasnya.

Saat ini, Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah sudah beroperasi, sementara untuk Paket Timur sudah hampir tuntas. “Palapa Ring Timur saat ini proses pembangunannnya sudah mencapai 89%. Diharapkan dapat diselesaikan pembangunannya pada kuartal pertama 2019,” papar Rudiantara.

Tes Sinyal
Dalam tes sinyal Palapa Ring Tengah di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dilakukan melalui video conference antara Menkeu dan Menkominfo dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Jakarta.

“Hari ini kita akan melihat salah satu hasil pembangunan, yaitu Palapa Ring Bagian Tengah, dan untuk membangun ini kita menggunakan instrumen fiskal yang sangat bervariasi. Hal ini sebagai salah satu bukti bahwa Pemerintah itu tidak hanya bisa membangun dengan APBN atau utang, dan kita membangun juga dengan menggunakan instrumen yang lain,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Proyek Palapa Ring Tengah merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII). Proyek senilai Rp1,7 triliun dengan masa konsesi 15 tahun tersebut akan memenuhi kebutuhan telekomunikasi berbasis data dengan jaringan kabel fiber optic sepanjang 2.700 km, menjangkau 17 kabupaten dan kota terpencil di wilayah Indonesia bagian tengah yaitu Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

Penjaminan oleh PT PII tersebut, berhasil menarik minat investor swasta untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur. “Dengan adanya jaminan yang diberikan oleh PT PII 15 tahun kepastian pembayaran, kita bisa menarik swasta untuk bisa ikut mendanai. Kita bisa membangun secara cepat dengan jaminan, dan oleh karena itu resources atau sumber daya yang berasal dari swasta maupun sumber daya yang lain bisa ikut secara gotong royong,” ujar Menkeu.

Direktur Utama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif mengungkapkan dua operator telah menggunakan Palapa Ring Tengah yakni Telkom dan Lintasarta.

Selain Palapa Ring Tengah, PT PII juga memberikan penjaminan kepada proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur, yang masing-masing efektif sejak Maret 2016 dan September 2016. Proyek Palapa Ring Barat senilai Rp3,48 triliun telah resmi beroperasi sejak Maret 2018, menjangkau Provinsi Riau dan Kepulauan Riau dengan dukungan jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 km. Sementara, Proyek Palapa Ring Timur mempunyai nilai proyek sebesar Rp5,1 triliun dan menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat hingga pedalaman Papua dengan total panjang kabel serat optik 8.450 km.

Angkasa Pura 2
Proyek Palapa Ring adalah proyek KPBU pertama dalam sektor telekomunikasi dan menjadi Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2013. Proyek ini menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam menjalin kerja sama dengan badan usaha (investor) dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Proyek ini memperoleh dukungan fasilitasi pendampingan proses transaksi dan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP) dari Menkeu. Komponen yang dibiayai AP adalah biaya modal, biaya operasional, dan keuntungan wajar yang diinginkan badan usaha.(ak)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma