telkomsel halo
finnet KTM

Operator Tolak Net Neutrality

08:49:11 | 02 Dec 2014
Operator Tolak Net Neutrality
Ilustrasi (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Operator di Indonesia menolak penerapan Net Neutrality karena menginginkan adanya equal benefit dari penggunaan jaringan yang dibangun.

“Kami sudah ajukan proposal ke regulator soal model bisnsi dengan Over The Top (OTT). Poin utamanya di proposal itu, kami percaya jaringan milik operator. Jika ingin bekerja sama harus equal benefit,” ungkap Ketua Umum Asosiasi penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Alexander Rusli, kemarin.

Menurutnya, operator harus mendapat bagian dari hasil kerjasama penggunaan jaringan yang dibangunnya.“Pokoknya kami tidak mendukung net neutrality,” tegasnya.

Seperti diketahui, isu Net Neutrality kembali menggelora bulan lalu pasca Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengeluarkan pernyataan yang mendukung penerapan Net Neutrality. Obama mengkategorikan penyedia akses internet sebagai “Title II” atau sama dengan telepon.

Jika ini diterapkan operator akan dilarang membeda-bedakan kualitas akses yang diberikan terhadap suatu konten dalam jarigannya. Konsep ini dikenal juga dengan net neutrality.

Pernyataan ini mengkonter Chairman FCC Tom Wheeler yang sinyalnya akan memberikan izin bagi operator untuk mengenakan tarif bagi pemain  OTT seperti Google, Netflix,  dan lainnya yang akan melewati jaringan operator.

Operator besar di Amerika Serikat seperti AT&T memberikan sinyal jika Net Neutrality dijalankan akan mengkaji kembali rencana penggelaran infrastruktur broadband yang digelarnya.

Di Indonesia sendiri hubungan operator dengan OTT lokal sempat memanas pasca menyeruaknya praktik iklan serobot beberapa waktu lalu.

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA),  Asosiasi Digital Indonesia (IDA), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Association of Asia Pacific Advertising Media, dan  Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) menyatakan menolak praktik iklan serobot yang dilakukan Telkomsel dan XL.

Praktik yang ditolak adalah interstitial ads yang menampilkan iklan satu halaman penuh saat masuk ingin mengakses situs dan off-deck ads dimana iklan sisipan diletakkan di bagian atas situs yang akan diakses. Petisi online menolak praktik iklan serobot ini sudah ditandatangani 18.000 orang lebih sejak digulirkan.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma