telkomsel halo
finnet KTM

Operator dapat tambahan frekuensi, perang tarif dimulai?

11:36:56 | 04 Dec 2017
Operator dapat tambahan frekuensi, perang tarif dimulai?
Ilustrasi
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Tender frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz yang menghasilkan beberapa pemenang baru saja digelar pemerintah.

Telkomsel menjadi pemenang di frekuensi 2,3 GHz dengan mendapatkan tambahan 30 MHz. 

Komposisi alokasi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 30 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, frekuensi 900 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz, dan frekuensi 800 MHz dengan lebar pita 7,5 MHz.

Sementara di tender 2,1 GHz menghasilkan dua pemenang yakni Tri dan Indosat dimana masing-masing mendapatkan tambahan 5 Mhz. Alhasil, di frekuensi 2,1 GHz komposisi kepemilikan seluruh penghuni (Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri) berimbang yakni masing-masing memiliki 15 MHz.

Dalam kajian Deutsche Bank Markets Research yang dikeluarkan 16 Oktober 2017 operator akan menjadi efisien belanja modalnya jika mendapat tambahan frekuensi. Nah, akankah “efisiensi” itu dikonversi operator menjadi penurunan tarif untuk mendapatkan pelanggan baru?

“Kita manfaatkan frekuensi 2,3 GHz itu untuk kapasitas. Pelanggan akan bisa lebih nyaman mengakses data nantinya,” ungkap Presiden Direktur Telkomsel Ririek Adriansyah, pekan lalu.

Ririek memprediksi konsumsi layanan data di Telkomsel akan meningkat dengan adanya tambahan frekuensi ini karena dimanfaatkan untuk teknologi 4G. “Trafik pasti akan naik karena anti buffering misalnya untuk streaming. Kenaikannya berapa kita belum prediksi. Hal yang pasti sih kita gak akan mainin tarif. Penyesuaian itu melihat dinamika pasar,” tegasnya.

Segendang sepenarian, Wakil Direktur Utama Tri Indonesia Muhammad Danny Buldansyah memastikan perseroan tak akan memainkan tarif seiring jaringannya lowong. “Gaklah, yang ada itu kita mulai tertib dalam memberikan paket pemasaran ke pelanggan. Kita yang gratis-gratis akses aplikasi itu sudah dicopot-copot dari penawaran. Pelanggan gak butuh banyak penawaran gratis, tetapi kualitas layanan yang joss,” tegasnya.

Chief Commercial Officer Tri Indonesia Dolly Susanto menambahkan fokus dari Tri di 2018 adalah memberikan penawaran yang customer centric.

“Kita bukan perusahaan yang suka gonta-ganti produk. Misal, untuk produk Always On, itu akan selalu ada karena diluncurkan pada 2015 lalu dan senjata utama untuk akuisisi pelanggan. Soal harga data pun kami sudah kompetitif yakni 1 GB itu Rp 25 ribu,” pungkasnya.(dn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma