blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

neuCentrIX, Trik Telkom mengubah posisi "Penonton" menjadi "Pemain"

13:57:24 | 12 Apr 2018
neuCentrIX, Trik Telkom mengubah posisi
CMO Telin, Budi Satria Dharma Purba, CEO Telin, Faizal R. Djoemadi, CEO Carrier and International Business Telkom, Abdus Somad Arief, CEO Telin Hong Kong, Indarto Nata memeriksa kesiapan perangkat data center neuCentrIX HK-1 di Hong Kong, Kamis (12/4).(ist)
telkomtelstra januari - maret
HONG KONG (IndoTelko) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) baru saja meresmikan fasilitas data center terbarunya di Hong Kong dengan merek dagang Neutral Cloud and Internet Exchange (neuCentrIX) HK-1 pada Kamis (12/4).

neuCentrIX HK-1 menandai keberadaan data center milik Telkom Group di 12 kota domestik dan global. Sebelumnya, neuCentrIX telah beroperasi di Jakarta, Medan, Batam, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Manado dan Singapura. neuCentrIX menghadirkan Data Center yang terkoneksi secara seamless baik domestik maupun global.

Direktur Wholesale & International Services Telkom Abdus Somad Arief menjelaskan neuCentrIX adalah salah satu upaya yang dilakukan Telkom Group mengubah posisi Indonesia yang banyak dianggap hanya sebagai "pasar" ketimbang "pemain" di percaturan ekonomi digital dunia.

"Negara kita ini kan memiliki segudang "rekor" dalam dunia digital, seperti pengguna seluler (178 juta), pengguna internet nomor 5 dunia (133 juta), hingga 4 startup unicorn lokal. Tapi ada yang tidak bangga dengan ke-raksasa-an kita itu. Ah kita ini kan besar tapi hanya sebagai user saja. Kita hanya jadi pasar dan penonton bagi para pemain digital global," ungkapnya usai meresmikan neuCentrIX HK-1 di Hong Kong, Kamis (12/4).

Menurutnya, posisi sebagai "pengguna" terbesar tidak selalu dalam posisi lemah alias menjadi penonton dari datangnya para pemain global. "Bila para user yang jumlahnya sangat besar "bersatu", tentu akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dan sangat bisa untuk membentuk sebuah bargaining power yang luar biasa untuk mengajak para "supplier" layanan yakni para pemain digital raksasa dunia tadi bekerja sama," katanya.

Caranya, lanjutnya, dimulai dengan membangun jaringan yang menghubungkan "kekuatan lokal" kepada para pelanggan di seluruh penjuru  tanah air dan membawa kekuatan nasional ke global atau seluruh dunia.

"Tempat berkumpul semua "Kekuatan" itu disebut HUB. Secara fisik berupa data center dengan segala fasilitasnya. Secara digital berupa fasilitas exchange, storage, platform dan cloud. Inilah alasan kami bikin NeucentrIX, sebagai HUB terbesar dan segera akan menjadi mesin pendorong menuju Indonesia Global Digital Hub," ulasnya. (Baca: Data Center Hong Kong)

neuCentrIX, Trik Telkom mengubah posisi

Dikatakannya, saat ini semua NeucentrIX terhubung dengan jaringan serat optik yang aman terproteksi, kapasitas lebih dari cukup dan juga terhubung langsung dengan pusat-pusat digital dunia melalui kabel TELIN (anak usaha Telkom), ke Marseille di Eropa, Los Angeles di AS, Singapura, Hong Kong, Jepang, Timur Tengah dan seluruh dunia.

"Dengan koneksi yang mengglobal, sebenarnya menjadi transparan alias seamless antara semua titik NeucentrIX di Indonesia dan dunia. Menaruh content di Jakarta secara prinsip sama dengan menaruh di Makassar, Medan bahkan Los Angeles, Singapura, Hongkong dan lainnya. Ini artinya serasa menaruh server di Los Angeles dengan harga Indonesia," pungkasnya.
 
Total Solusi
Sementara  Chief Marketing Officer Telin Budi Satria Dharma Purba menambahkan, neuCentrIX konsepnya adalah total solusi bagi pelanggannya. "Jadi yang diberikan bagi pelanggan neuCentIX itu tak hanya server, tetapi konektifitas dan lainnya. Bahkan "pasar" kita sediakan," katanya.

neuCentrIX, Trik Telkom mengubah posisi

Chief Marketing Officer Telin Budi Satria Dharma Purba

Budi optimistis, untuk neuCentrIX HK-1 kapasitasnya akan cepat terisi tahun ini. "Kita ada rencana, kalau terisi kapasitas satu lantai 30%, langsung tambah kapasitas di gedung yang sama. Setelah itu kita akan ekspansi bangun neuCentrIX HK-2 di lokasi lain di Hong Kong," ulasnya.

Diungkapkannya, Pertumbuhan pasar data center di Hong Kong lebih tinggi dari Singapura karena banyak dan tumbuhnya pelaku konten dan pemain digital dari Tiongkok yang biasanya ketika mau ekspansi keluar dari Tiongkok pasti memilih Hong Kong sebagai transit.

"Kita optimis bisa kejar potensi pasar itu dengan melakukan partnership untuk masuk pasar Tiongkok. Selain itu, bagi pelanggan dari neuCentrIX HK-1 begitu mereka menjadi pelanggan, kita akan tawarkan fasilitas data center yang ada di Singapura dan Indonesia. Soalnya rata-rata pemain digital itu kan ingin akses pengguna internet Indonesia. Ini menjadi selling point neuCentrIX, makanya tagline kita kan “Your Gateway to Indonesia and Beyond”," pungkasnya.(dn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
telkom solution travel