telkomsel halo
finnet KTM

Microsoft pamer keunggulan Hybrid Cloud

08:46:12 | 28 Nov 2018
Microsoft pamer keunggulan Hybrid Cloud
President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Microsoft Indonesia menyelenggarakan Microsoft Hybrid Cloud Summit di Jakarta untuk menegaskan kembali keunggulan adopsi cloud yang konsisten bagi bisnis dalam mengelola data menuju era transformasi digital. 

Dalam acara ini Microsoft menyoroti bagaimana bisnis saat ini harus tangkas dan juga aman untuk dapat beradaptasi dengan era Industri 4.0, terutama di saat digital telah mengubah cara hidup manusia selama beberapa dekade terakhir.

Roadmap “Making Indonesia 4.0” yang diluncurkan secara resmi pada awal tahun ini oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berperan penting dalam agenda nasional dan salah satu inisiatif lintas sektornya adalah untuk membangun infrastruktur digital nasional. 

Terlebih dengan bertumbuhnya komputasi awan dengan cepat, yang mendorong setiap sektor di industri untuk terus berkembang secara pesat pula. Hal ini semakin membuktikan bahwa hybrid cloud dapat memainkan peran penting bagi strategi digital di dalam organisasi di Indonesia untuk mendukung dan berkontribusi pada bangsa yang lebih sukses dan maju. Microsoft sendiri percaya bahwa komputasi awan (cloud) dapat menjadi fondasi dasar bagi setiap organisasi untuk berinovasi.

Di era digital ini, penting bagi setiap organisasi untuk tetap bersaing secara digital, dengan menumbuhkan keterampilan digital karyawan dan budaya digital dalam organisasi. Hal ini termasuk dengan memiliki sistem manajemen data yang aman dan tepat sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Studi IDC yang diprakarsai oleh Microsoft awal tahun ini memprediksi bahwa sekitar 40% produk domestik bruto (GDP) Indonesia akan berasal dari produk atau layanan digital hingga tahun 2021, menunjukkan bagaimana organisasi dan bisnis di Indonesia telah menyadari pentingnya adopsi teknologi baru sebagai bentuk inisiatif transformasi digital.

Perusahaan kini dengan cepat beralih ke cloud dan meraih peluang yang menyertainya, termasuk peningkatan ketangkasan, inovasi yang lebih cepat. 

Survei Microsoft terhadap 2.500 profesional TI “The State of the Hybrid Cloud 2018” baru-baru ini juga menemukan bahwa hybrid bukan hanya sekedar strategi jangka pendek, di mana 91% pekerja TI percaya bahwa pendekatan hybrid cloud akan tetap digunakan organisasi mereka dalam lima tahun kedepan. 

Responden juga menyadari banyaknya keuntungan dari hybrid cloud, yaitu:
• 88% mengatakan bahwa hybrid cloud memberi infrastruktur IT yang lebih baik
• 86% mengatakan bahwa hybrid cloud memungkinkan untuk menggunakan teknologi penting
• 82% mengatakan bahwa hybrid cloud meningkatkan konsistensi
• 85% melihat hybrid cloud sebagai hal yang penting dalam strategi digital

President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee mengatakan sebagai enabler transformasi digital, telah menjadi komitmen Microsoft untuk memberdayakan bisnis untuk memulai perjalanan transformasi digital mereka melalui penyediaan solusi strategis, diantaranya, solusi hybrid cloud untuk manajemen data. 

"Kami telah berkecimpung dalam bisnis cloud di Indonesia selama enam tahun dan telah menginvestasikan lebih dari $15 miliar dalam infrastruktur komputasi awan global dan lebih dari $1 miliar per tahun pada penelitian dan pengembangan Cybersecurity selama bertahun-tahun, secara global. Ini menunjukkan bagaimana kami sangat berkomitmen dalam membantu perusahaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk merangkul cara kerja yang baru,” katanya kemarin.

Azure Stack, sebagai salah satu perwujudan dari hybrid cloud Microsoft, memberikan ketangkasan dan inovasi komputasi awan yang cepat ke lingkungan on-premise, memungkinkan pengalaman hybrid cloud yang konsisten, yang membantu bisnis mengoptimalkan operasional dan memaksimalkan nilai. 

Saat ini di Indonesia, Microsoft telah berkolaborasi dengan enam mitra lokal, yaitu Telkomtelstra, CBN Cloud, ViBiCloud, Visionet (VidiaCloud), Datacomm dan Angkasa, yang akan membantu bisnis di Indonesia untuk mengimplementasikan intelligent cloud.

“Asian Games 2018 yang Agustus lalu selesai dilaksanakan, yang dikelola oleh INASGOC (Asian Games Organizing Committee), menjadi studi kasus tentang bagaimana teknologi, dalam hal ini hybrid cloud Azure Stack, dapat mendorong keberhasilan kompetisi olahraga terbesar di Asia. 

"Kesuksesan Asian Games 2018 memang tidak terlepas dari bantuan teknologi. Tim IT Asian Games 2018 terdiri dari 27 tenaga ahli dari berbagai asosiasi dan komunitas IT yang dibantu oleh para relawan IT bertugas untuk mengamankan sistem informasi di Asian Games. Kami menggandeng Microsoft yang melalui Azure diyakini mampu menyediakan sistem komputasi awan untuk menangani trafik data serta diseminasi informasi secara sistematis dan handal. Mengingat penggunaan sistem komputasi awan ini adalah yang pertama digunakan dalam sejarah Asian Games, maka tentu keberhasilan penyelenggaraan sistem ini menjadi contoh nyata tanggung jawab yang mampu dijalankan Microsoft Azure,” kata Direktur Departemen TI INASGOC, Pandji Choesin.

Implementasi Microsoft Azure di Asian Games didukung oleh mitra Microsoft lokal, PT Kreatif Dinamika Integrasi.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma