blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Kolom Opini

Meneropong ekonomi aplikasi di 2018

16:19:28 | 11 Dec 2017
Meneropong ekonomi aplikasi di 2018
Jaede Tan (ist)
telkomtelstra januari - maret
Tahun 2018 akan menandai peringatan 10 tahun toko online Apple App Store dan Android Market.  Sejak gelombang pertama aplikasi pada 2008, mereka telah mempengaruhi kehidupan pengguna pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.  

Saat ini, ada aplikasi untuk apa pun dan segalanya – dari aplikasi yang menggabungkan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), aplikasi yang diprogram khusus hanya untuk acara tertentu hingga aplikasi plastik gelembung sebagai obat kejenuhan.  

Siapa yang akan mengira bahwa game Snake yang dulu kita mainkan di ponsel Nokia bisa berevolusi menjadi industri aplikasi senilai US$6.3 triliun pada 2021? Tahun in saja, ekonomi aplikasi telah membuat beberapa tonggak sejarah baru:

● Hingga Oktober 2017, iOS App Store mencatat aplikasi sebanyak 2 juta lebih sementara Google Play mencatat 3.5 juta.
● Aplikasi baru terus bermunculan dengan kecepatan yang tinggi. Pada 31 Oktober 2017, sekitar 50,000 aplikasi baru diluncurkan pada iOS App Store. Google  Play mencatat lebih dari 150,000 pertambahan.
● Di pasar yang sudah matang, pengguna memiliki 90-100 aplikasi terinstal pada ponsel pintar mereka, 30 dari jumlah tersebut dipakai setiap bulan. Secara rata-rata, orang menghabiskan dua jam per hari – atau sebulan dalam setahun – di aplikasi yang terinstal pada perangkat mereka.
● Secara kumulatif, US$100 juta akan dihabiskan pengguna di lebih dari 40 negara pada 2017 untuk berbelanja di iOS App Store  maupun  Google  Play .
● Aplikasi kini memegang peran kunci di setiap industri, dari retail, perbankan, jasa perjalanan, QSR, CPG hingga industri media dan hiburan.

Evolusi yang terjadi pada aplikasi mobile telah mentransformasi kehidupan sehari-hari kita, dan pengguna berharap evolusi tersebut tidak berhenti disini. Mereka selalu mengharapkan penyempurnaan terhadap aplikasi yang mereka sukai.

1. Pengeluaran Pengguna di App Store Telah Menembus US$100 Miliar secara Global

Pasar dunia yang tiada putus-putusnya berevolusi telah menyebabkan monetisasi aplikasi terus tumbuh pada tingkat yang luar biasa. Di samping game, yang berkontribusi terbesar terhadap pengeluaran pengguna untuk aplikasi, kami memperkirakan bahwa transaksi pembelian pada aplikasi e-commerce, seperti Alibaba dan Amazon, akan meningkatkan belanja online konsumen di seluruh dunia sebesar 30% menjadi diatas $110 miliar pada 2018, dari jumlah tahun ini.

2. Kurasi pada Toko Aplikasi akan Meningkatkan Penjualan Dalam Aplikasi dan Menambah Peluang Bagi Pengembang Independen

Pada Juni 2017, Apple dan Google mengumumkan pembaharuan untuk iOS App Store dan Google Play untuk mengatasi beberapa masalah melalui kurasi dan konten editorial pada toko aplikasi. Pembaharuan ini akan berdampak signifikan terhadap aplikasi mulai 2018, terutama aplikasi yang diprogram untuk menemani pengguna di waktu santai.

Aplikasi semacam ini, yang umumnya bersifat hiburan, bakal muncul saat pengguna menelusuri AppStore atau Google Play. Berbeda dengan aplikasi berbasiskan kebutuhan seperti UberEats or DBS PayLah! yang memiliki peluang besar untuk diunduh setelah ada rekomendasi dari mulut ke mulut atau ketika pengguna mencari solusi di internet untuk suatu kebutuhan tertentu.

3. Adopsi yang Lebih Luas terhadap Aplikasi AR

Pokémon GO dan Snapchat telah menyadarkan kita betapa pengguna bisa sangat tertarik dengan augmented reality (AR) dan kami memprediksi bahwa AR akan membuat langkah maju yang signifikan untuk merealisasikan potensinya yang sangat besar pada 2018. Facebook, Google dan Apple telah memulai lebih awal pada konferensi pengembang mereka pada 2017, dan bersama perusahaan raksasa dari Tiongkok, Alibaba, Baidu and Tencent, mereka telah membangun fondasi untuk inisiatif-inisiatif AR, yang akan mengakselerasi pengembangan pasar dengan mempermudah pengembang untuk membuat aplikasi-aplikasi AR dan sekaligus mengumpulkan ketertarikan pengguna.

Prosesnya sudah dimulai dengan peningkatan yang signifikan terhadap unduhan aplikasi iPhone yang muncul pada pencarian teratas untuk frase “Augmented Reality” di toko aplikasi di Jepang, dan negara Asia Pasifik lainnya.
 
Mulai 2017, unduhan atas aplikasi AR di iPhone meningkat secara signifikan seiring dengan bertambahnya jumlah aplikasi yang terkait dan tergabung dengan AR

4. Fragmentasi Pasar Video Streaming yang Lebih Cepat

Menonton film seri atau Hollywood di Netflix saat dalam perjalanan sudah menjadi pemandangan yang umum. Tahun 2017 menjadi tahun yang luar biasa bagi layanan video streaming dengan jumlah waktu yang dihabiskan pengguna pada layanan tersebut mencapai hampir 40 miliar jam di pasar Asia Pasifik saja.

Tahun ini sampai 31 Oktober, aplikasi layanan video streaming mencatat pertumbuhan yang tinggi di dunia pada pembelian untuk film dalam kategori Entertainment, baik pada iOS maupun Google Play. Namun, di saat perusahaan ternama di industri hiburan dan ekonomi aplikasi – seperti Netflix, Apple , Google , Facebook , Snap dan Disney — telah mengumumkan rencana besar untuk mengekspansi bisnis mereka dengan beragam strategi. Kami melihat 2018 akan menjadi tahun dimulainya perubahan pada pasar layanan video streaming, terutama pada fragmentasi perusahaan layanan video streaming.

Pada Oktober 2017 saja, diantara semua pengguna iPhone di Indonesia yang memiliki setidaknya satu layanan video streaming terdepan terinstal pada perangkat mobile mereka, bagian yang menginstal dua layanan video streaming telah mencapai 40%.

Meningkatnya jumlah pengguna iPhone yang menginstal dua atau lebih aplikasi layanan video streaming mengindikasikan meningkatnya fragmentasi pada pasar yang bersangkutan

Secara keseluruhan, pasar layanan video streaming tengah mengalami pertumbuhan yang stabil. Namun, dalam beberapa tahun lagi, konsumen akan mulai memikirkan waktu dan uang yang mereka habiskan untuk layanan-layanan video streaming yang terinstal pada perangkat mereka, sehingga beberapa perusahaan akan mengalami penurunan keuntungan dan pada akhirnya terdesak keluar dari pasar persaingan.
 
5. Perangkat Bergerak Mengubah Pengalaman Konsumen Ritel

Pakar dan analis telah memperkirakan kejatuhan sektor retail, dan kami melihat aplikasi sebagai cara untuk menghidupkan kembali pengalaman retail konsumen. Toko ritel fisik sendiri telah mengadopsi aplikasi dan banyak pembeli yang tertarik, sebagaimana terlihat pada Great Singapore Sale 2017, yang mencatat peningkatan penjualan berkat aplikasi GoSpree.

Dalam sebulan, pengguna di Indonesia – negara dengan populasi 261 juta dan jumlah kelas menengah yang sedang tumbuh – menghabiskan rata-rata 90 menit di aplikasi belanja online, menempatkannya di posisi #2 setelah Korea Selatan. Pada 11 November 2017, di Single’s Day atau Hari Jomblo, Alibaba mencatat penjualan terbesarnya dengan nilai yang mencapai $25.3 miliar, dengan pengguna ponsel menyumbang 90% dari penjualan tersebut. Pertumbuhan tersebut hanya permulaan dari pengalaman belanja ritel yang tengah berevolusi dengan cepat.

Pada 2018, aplikasi tidak akan berhenti mengubah kebiasaan pembeli yang pada gilirannya akan mendefinisi kembali hubungan antara dan bahkan sifat dari saluran penjualan ritel (misalnya aplikasi online, internet dan toko ritel fisik). Tiongkok adalah salah satu negara yang sangat berpengaruh di area ini.

Di Tiongkok bagian barat, semakin banyak pembeli yang mengunjungi toko hanya untuk mengambil barang yang mereka beli di perangkat mobile. Peran kasir akan semakin berkurang atau bahkan sudah mulai digantikan sama sekali oleh aplikasi ponsel pintar. Bagi banyak konsumen, aplikasi perangkat bergerak akan menjadi bagian terpenting dari pengalaman berbelanja, terlepas dari saluran apa yang mereka pakai.

6. Agregator Restoran akan Meningkatkan Peralihan ke Dunia Mobile Ketika Layanan Antar Makanan Memasuki Pasar Premium

Sesuai dengan prediksi kami tahun kemarin, telah terjadi beberapa konsolidasi di pasar pengiriman barang. Tahun depan, kami prediksi agregator seperti Yogiyo di Korea Selatan akan terus memperluas usahanya di pasar tersebut dengan memasuki pasar yang belum mereka jamah secara maksimal dan dengan meyakinkan konsumen yang belum memakai aplikasi dari perantara untuk membeli makanan.

Sementara itu, penyedia layanan delivery as a service (DaaS) (mis. UberEATS, Deliveroo) akan mendapat pangsa pasar yang lebih besar di pasar premium, di mana konsumen bersedia membayar lebih untuk membeli makanan dari restoran mewah yang tidak menyediakan layanan antar makanan.

Restoran cepat saji, atau quick-service restaurants (QSR), akan merespons persaingan yang kian ketat dengan bekerja sama dengan aplikasi DaaS, serupa dengan kemitraan antara McDonald's dengan UberEATS. Seperti halnya pasar video streaming, pasar agregator restoran akan menyaksikan beberapa konsolidasi dalam beberapa tahun mendatang karena fragmentasi yang terjadi harus menyesuaikan dengan keadaan konsumen dan tekanan persaingan yang dihadapi penyedia layanan dalam pasar yang sudah ramai.

7. Aplikasi Finansial Menuju Transformasi Besar pada 2018

Di Asia Pasifik pada 2017, jumlah unduhan di kategori Keuangan melampaui jumlah keseluruhan unduhan di semua kategori lainnya (tidak termasuk game), terutama di Tionghoa.

Aplikasi pembayaran Person-to-person (P2P), seperti WeChat, AliPay, GoPay, Grab Pay dan PayTM menjadi pemimpin dalam revolusi aplikasi fintech (financial technologi). Mereka telah mengubah cara konsumen (terutama konsumen millenial) menukar uang dengan menggeser penggunaan uang tunai dan cek.

Tahun depan, kami prediksi aplikasi pembayaran P2P akan memanfaatkan popularitas dan memperluas jangkauan layanan mereka untuk memaksimalkan potensi pendapatan mereka, mengurangi persaingan dari bank tradisional dan memperdalam keterlibatan pengguna. Seiring dengan strategi peritel untuk mengadopsi aplikasi sebagai pilihan bagi pelanggan, kami memprediksi peningkatan volume transaksi melalui aplikasi pembayaran P2P. Inisiatif-inisiatif ini diterima baik oleh pengguna karena mereka akan memberikan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi.

Selain itu, pasar aplikasi pembayaran P2P akan melihat peningkatan aktivitas dari pemain sukses di kategori lain, seperti layanan pesan online dan layanan jejaring sosial, yang tiada henti mencari cara lain untuk melayani, memonetasi dan melibatkan basis pengguna mereka yang besar.

Ini hanya beberapa area atau pasar di mana kami perkirakan ekonomi aplikasi akan berkembang dalam waktu dekat. Meski telah melangkah jauh, perkembangan yang terjadi baru menyentuh permukaan dari seluruh potensi pasar. Pengguna semakin berharap aplikasi untuk mengubah cara mereka mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas, dan menciptakan pengalaman baru yang tidak mungkin dilakukan platform lain.

Kami sangat antusias untuk melihat bagaimana pengembang aplikasi mengubah dunia dengan memenuh kebutuhan tersebut melalui ekonomi aplikasi pada dekade kedua.(*)

Ditulis oleh Jaede  Tan,  Regional  Director,  App  Annie

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma