telkomsel halo

Kolom Opini

Membangun sistem komunikasi mumpuni menghadapi bencana alam

04:11:01 | 07 Jun 2018
Membangun sistem komunikasi mumpuni menghadapi bencana alam
GM, Asia Emerging Markets, Motorola Solutions Marcel Verdonk.(ist)
telkomtelstra januari - maret
Ketika bencana alam terjadi, ada istilah golden hour atau tepat setelah bencana alam menyerang dimana kecepatan lembaga bantuan dan layanan darurat merespon sangat penting dalam mengurangi jumlah dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Tim tanggap darurat harus berpacu dengan waktu untuk mempercepat layanan mereka guna menangani lonjakan permintaan bantuan dan perawatan medis mendesak.

Salah satu kebutuhan paling mendasar bagi para responden adalah komunikasi yang dapat diandalkan. Ini sangat penting ketika jaringan seluler rusak atau hancur akibat bencana seperti gempa bumi dan banjir.

Asia Pasifik lebih rentan terhadap bencana alam dibandingkan dengan kawasan lain di dunia. Mulai dari dampak longsor berkelanjutan di Filipina, banjir di Sri Lanka, hingga gempa bumi di Nepal dan sekitarnya - bencana alam di wilayah ini terus membawa kehancuran dan gangguan pada kehidupan, infrastruktur, dan sistem sosial-ekonomi.

Tahun lalu, ASEAN dan badan PBB kembali menegaskan pentingnya kemitraan berkelanjutan untuk meningkatkan respon dan ketahanan terhadap bencana alam di kawasan ini, karena kolaborasi yang kuat akan terus meningkatkan kapasitas wilayah dalam manajemen bencana dan tanggap darurat.

Responden pertama yang bekerja di lingkungan penuh tekanan membutuhkan akses cepat dan andal ke komunikasi suara dan data-data dasar, guna membentuk gambaran yang lebih lengkap akan peristiwa yang sedang terjadi dan bahaya yang dapat ditimbulkannya.

Organisasi layanan darurat juga melibatkan berbagai departemen, divisi, dan pekerja dengan peran berbeda - dan semuanya menggunakan alat komunikasi yang berbeda. Untungnya, sekarang kita dapat menghubungkan semua pekerja ini dengan aman dalam jaringan komunikasi yang sama melalui radio dua arah dan infrastruktur smartphone khusus yang dibuat untuk kondisi kritis.

Perluasan akses ke komunikasi suara dapat membantu memastikan bahwa semua lembaga dapat menerima dan berbagi informasi tepat dari berbagai sumber. Hal ini dapat membantu terbentuknya keputusan kritis dan tepat waktu, termasuk di mana dan bagaimana menempatkan sumber daya fisik untuk meminimalkan risiko bagi responden dan korban.

Merencanakan, mempersiapkan, dan menanggapi ancaman baru bagi keamanan publik di Asia Pasifik. Selama 40 tahun terakhir di kawasan Asia Pasifik, organisasi kami telah bekerja sama dengan komunitas keselamatan publik untuk merancang dan mengembangkan produk dan solusi komunikasi mission-critical yang dapat diandalkan dalam situasi paling ekstrim.

Proses ini harus selalu dimulai dengan pemeriksaan yang komprehensif terhadap karakteristik unik dari komunitas yang harus dilindungi oleh lembaga yang menanggapi.

Membuat investasi teknologi yang tepat memerlukan pertimbangan faktor-faktor yang cermat,  termasuk kepadatan populasi di kota dan daerah, pertimbangan geografis dan lingkungan, data historis, dan banyak lagi.

Misalnya, Asia Pasifik sedang mempersiapkan jaringan berbasis Long Term Evolution (LTE) untuk sistem keamanan publiknya, yang menyediakan akses cloud dan seluler ke petugas di lapangan. Petugas sekarang dapat menerima informasi penting yang konstan dan real-time sambil mengawasi.

Mempersiapkan acara-acara besar juga membutuhkan siklus perencanaan strategis dan operasional yang berkesinambungan, memastikan bahwa prioritas yang tepat dapat dibentuk, dengan perlengkapan dan pelatihan yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, ada pertimbangan interoperabilitas antara beberapa kelompok yang bekerja pada operasi berskala besar yang dapat dipecahkan oleh jembatan komunikasi berbasis IP, dengan cara menghubungkan teknologi yang berbeda dari berbagai lembaga dan yurisdiksi untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi tim.

Semua upaya persiapan ini harus berpusat pada koordinasi dan pengelolaan peristiwa secara efektif  di sepanjang kejadian - dari awal permulaan keadaan darurat, melalui fase pemulihan dan sampai peristiwa selesai.

Sama halnya, mengelola ancaman keselamatan dan keamanan publik baru yang muncul, termasuk terorisme, membutuhkan investasi peralatan canggih dan sistem TI yang lebih besar.

Keamanan sistem ini harus terjaga guna melindungi informasi penting layanan darurat, serta memungkinkan lembaga keselamatan umum untuk berkomunikasi dan berbagi informasi intelijen antara satu sama lain secara langsung untuk memungkinkan perlindungan perbatasan nasional. Potensi teknologi dalam meningkatkan komunikasi mission-critical.

Untuk responden pertama dalam keadaan darurat atau krisis apa pun, komunikasi yang paling andal dan aman yang tersedia saat ini dan untuk masa mendatang adalah sistem komunikasi berbasis suara. Sistem ini digunakan oleh jutaan pekerja layanan darurat di seluruh dunia setiap harinya, dan terbukti andal dalam situasi yang paling ekstrem sekalipun.

Karena sistem ini berbasis standar (dikenal sebagai standar P25, TETRA dan DMR), teknologi ini tidak ada bandingannya dalam hal tingkat keamanan, keandalan, dan akses komunikasi instan yang mereka sediakan.

Meskipun secara umum kita sebagai konsumen dapat memaklumi panggilan telepon dengan kualitas audio yang buruk, koneksi yang hilang, atau ketidakmampuan untuk terhubung pada saat  terjadi kepadatan jaringan, ini sama sekali tidak boleh terjadi pada responden pertama. Untuk responden pertama, tidak memiliki akses ke komunikasi yang dapat diandalkan dalam keadaan darurat berpotensi membahayakan ribuan nyawa.

Meskipun komunikasi suara mission-critical mutlak diperlukan untuk mengelola respons darurat hingga masa mendatang, teknologi broadband dan perangkat lunak seluler memegang peranan dalam meningkatkan komunikasi saat operasi darurat.

Pemerintah Thailand misalnya, telah beralih ke teknologi untuk mengelola keadaan darurat terkait cuaca seperti banjir atau kekeringan dengan peluncuran mobile data center yang akan melakukan perjalanan ke seluruh negeri dan memantau kondisi danau serta sungai.

Di Filipina, teknologi pemetaan cerdas digunakan untuk menghubungkan komunitas dengan layanan darurat selama bencana alam untuk memberikan peringatan, berkomunikasi dengan orang-orang tercinta, dan menjadi sumber informasi penting.

Di Indonesia, petugas tanggap bencana telah membuat aplikasi untuk memberi informasi terbaru tentang gunung berapi aktif dari penduduk yang tinggal di sekitarnya, dan bergantung pada peta pintar yang menyediakan pemantauan aktivitas gunung berapi secara real-time.

Penggunaan sumber data seperti video langsung dan perangkat lunak analitik canggih tidak hanya dapat digunakan untuk menanggapi peristiwa darurat atau bencana, tetapi juga untuk mengungkap petunjuk penting untuk memprediksi dan mencegahnya.

Bayangkan konsep pasukan polisi terhubung yang mengenakan kamera video yang terpasang di badan, berpatroli di sebuah kota untuk mencari seorang tersangka yang berbahaya. Jika kamera video itu penuh dengan perangkat lunak analitis wajah, alat tersebut dapat bertindak sebagai ribuan perangkat mata, memindai semua wajah di kota untuk menemukan tersangka. Pencocokan pengenalan wajah dapat memicu lansiran secara otomatis di ruang kontrol kantor polisi. Pekerja ruang kontrol kemudian dapat membuat panggilan radio untuk memperingatkan petugas akan risiko potensial sebelum mendekati tersangka.

Seiring waktu, akses yang lebih luas pada informasi berbasis data dan komunikasi suara untuk personel keselamatan publik, akan mengubah manajemen darurat.

Konsep lain yang menyoroti akses ini adalah penggunaan sumber data realitas campuran - termasuk sensor, unggahan video, komunikasi suara, dan informasi lainnya - untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap pada responden pertama tentang situasi berbahaya.

Teknologi yang menggabungkan semua data ini dalam headset realitas virtual kini berkembang dengan cepat. Sekarang, bayangkan jika seorang komandan insiden kebakaran dapat memproyeksikan semua informasi itu di atas gedung yang terbakar sebagai gambar holografik 3 dimensi, sehingga ia dapat memvisualisasikan apa yang terjadi di dalam gedung secara real time.

Pada saat-saat kritis, memiliki akses ke informasi yang tepat pada waktu yang tepat dapat membuat perbedaan besar terhadap hasil keselamatan publik.

Kini, kita baru mulai melihat bagaimana evolusi teknologi broadband dan data terus membantu meningkatkan kesadaran, kolaborasi, efisiensi, dan keamanan dengan dan di antara lembaga-  lembaga keselamatan umum.

Peralatan baru yang luar biasa sedang dikembangkan untuk menyaring dan menganalisis kumpulan informasi yang mengelilingi kita, membantu tim darurat untuk menggabungkan komunikasi suara penting mereka dengan masukan kritis dari korban, saksi, dan masyarakat luas.

Dunia akan terus berubah untuk responden pertama dan tiap kali, mereka akan terpapar pada tantangan baru yang mengancam keselamatan di komunitas kita.

Untuk melakukan tugas mereka dengan sebaik-baiknya, responden pertama membutuhkan dukungan teknologi yang menyatukan elemen-elemen suara dan data yang paling penting dan dapat diandalkan dalam keadaan apa pun.(*)

Ditulis oleh Marcel Verdonk, GM, Asia Emerging Markets, Motorola Solutions 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI