blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Media digital dan konvensional saling melengkapi

08:17:58 | 13 Mar 2018
Media digital dan konvensional saling melengkapi
ilustrasi
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Media digital dan konvensional dinilai bisa saling melengkapi karena masing-masing memiliki target khalayak yang terkadang menggunakan keduanya.

Laporan studi media Nielsen di Indonesia mengungkapkan generasi Z (10–19 tahun), 97% masih menonton televisi, 50% mengakses internet, 33% mendengarkan radio, 7% menonton televisi berbayar dan 4% membaca media cetak.

Contoh lain adalah Generasi Milenial (20 – 34 tahun), 96% dari mereka menonton televisi dan 58% mengakses internet. Kebalikannya adalah Generasi X (35-49 tahun) yang menonton televisi (97%), mendengarkan radio (37%) dan mengakses internet (33%). Sementara, 95% dari Generasi Baby Boomers (50 – 64 tahun) menonton televisi, 32% mendengarkan radio dan 9% mengakses internet.  

Namun yang pasti, konsumen di semua generasi tersebut sama-sama mengakses internet. Sehingga, kebiasaan multi-screen dengan media digital menjadi suatu hal yang lumrah.

Pemirsa televisi yang juga mengakses internet mencapai 42%, atau pembaca media cetak yang juga mengakses internet mencapai 71%. Durasi menghabiskan waktu di media digital pun meningkat dalam tiga tahun terakhir, dari 1 jam 52 menit (2014) menjadi 3 jam 8 menit (2017).

Sementara itu, durasi mengkonsumsi media konvensional lainnya tidak mengalami banyak perubahan.

Pertanyaannya, jika pelaku industri menggabungkan media digital dengan media konvensional, dapatkah menambah jangkauan target konsumen?

Studi Nielsen Consumer Media View dan Digital Ad Ratings (DAR) pada media Kompas mampu menguraikan bahwa pembaca dari Kompas versi digital (Kompas.com) berusia lebih muda dari pembaca Kompas versi surat kabar.

Dua studi berbeda yang dilakukan Nielsen yaitu DAR dan Consumer Media View (CMV) sama-sama menunjukkan bahwa jumlah pembaca Kompas.com terbesar adalah dari Generasi Millenial (21-34 tahun) dan Generasi X (35-49 tahun).

Hal ini secara konsisten terjadi pada tiga topik konten yang kami uji, yakni berita, ekonomi dan hiburan. Ketiga topik tersebut memiliki pembaca berusia muda dari Kompas digital (Kompas.com) dibandingkan Kompas surat kabar yang didominasi pembaca berusia 35 tahun keatas.

Studi Nielsen DAR lainnya pada EMTEK Digital Media (bola.com dan bintang.com), membandingkan topik yang lebih banyak dikonsumsi pada media televisi dan media digital.

Dari studi ini terlihat bahwa pria lebih banyak mengkonsumsi konten berita hiburan melalui digital (54%), sementara wanita lebih banyak mengkonsumsi konten berita hiburan dari televisi (SCTV/Indosiar). Untuk konten sepak bola, proporsi pengakses berita bola di online (Bola.com) berjenis kelamin wanita lebih banyak daripada proporsi penonton siaran bola di televisi (wanita hanya 47%).

Sekalipun banyak pelaku industri yang mulai mengembangkan strateginya ke digital media, tidak dapat dipungkiri bahwa beriklan di digital media tidak semudah di media konvensional.

Media digital memiliki berbagai macam cara pengukuran dalam menjangkau khalayak, seperti Cost Per Click (CPC), Cost Per Thousand Impressions (CPM), Cost Per Download (CPD), dan lain sebagainya.

Laporan Nielsen Digital Ad Ratings (DAR) yang mengkaji lebih dari 3000 kampanye digital sejak diluncurkan di Asia Tenggara pada tahun 2015, membuat Nielsen menerbitkan benchmark On-Target pada iklan digital.

Persentase On-Target adalah jumlah impresi yang dipaparkan kepada target khalayak utama terhadap total impresi yang dipaparkan pada saat kampanye iklan digital berlangsung.

Indonesia memiliki standar persentase on-target pada grup kategori dan jenis media digital. Kategori yang dimaksud adalah kategori Produk Konsumsi Cepat Habis (CPG) yang memiliki on-target total media digital sebesar 78%, dengan yang melihat melalui Desktop saja sebesar 69% dan melalui mobile saja  sebesar 80%.

Berbeda dengan standar jenis media digital, Nielsen membaginya menjadi media jenis platform atau network (on-target 43%) dan media website digital (on-target 60%).

Laporan Nielsen Digital Ad Ratings (DAR) yang mengkaji lebih dari 3000 kampanye digital sejak diluncurkan di Asia Tenggara pada tahun 2015, menemukan bahwa di semester awal 2017, 93% kampanye iklan digital memanfaatkan perangkat mobile, dan perangkat mobile mencapai target tepat sasaran sama dengan atau lebih tinggi dari tolok ukur digital atau desktop untuk semua kecuali dua tolok ukur usia yang dilaporkan.

Laporan Nielsen Digital Ad Ratings Benchmark and Findings berfungsi sebagai panduan untuk efektivitas kampanye individual dibandingkan rata-rata pasar di seluruh platform digital, desktop saja dan mobile saja untuk demografi usia dan jenis kelamin, rentang usia, kategori pengiklan dan jenis situs (penerbit, platform/jaringan iklan)

Di seluruh negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) iklan digital yang menargetkan usia 18 sampai 49 tahun mencapai khalayak yang dituju hingga 85% untuk kampanye di platform mobile, digital, dan desktop.

Ini dibandingkan dengan tolok ukur pada 2016 di mana hanya 70% iklan yang ditayangkan melalui desktop dan 66% ditayangkan melalui mobile dapat menjangkau khalayak yang dituju.

Untuk kampanye iklan digital yang ditujukan bagi konsumen berusia 21-34 tahun, kinerja kampanye iklan melalui perangkat mobile telah melampaui kinerja platform desktop sebesar 32 poin persentase (mobile sebesar 78% vs desktop sebesar 46%).

“Pertumbuhan periklanan digital yang pesat di Asia Tenggara didorong oleh kebiasaan mobile-first konsumen di pasar negara berkembang,” kata Nielsen’s Head of Digital in Southeast and North Asia Aimee Gerry dalam keterangan, belum lama ini.

Menurutnya, meskipun iklan desktop secara historis memiliki persentase sasaran yang lebih tinggi untuk menjangkau pemirsa yang dituju daripada yang ada di mobile, pengiklan telah membuat langkah-langkah yang signifikan dalam menutup kesenjangan dalam satu tahun terakhir.

Telin
"Ini menunjukkan bahwa pengiklan semakin memanfaatkan kekuatan mobile untuk menyediakan platform yang lebih personal bagi khalayak mereka dan memungkinkan mereka memiliki koneksi yang lebih akurat,” katanya.

Bila dilihat berdasarkan kategori produk, pengiklan di sektor Komputer & Elektronik dan Bisnis & Layanan Konsumen memiliki waktu termudah menjangkau pemirsa yang mereka inginkan, dimana mereka mencapai target kesuksesan 75% dan 73%, masing-masing dibandingkan 56% dan 55% untuk pengiklan di sektor Otomotif dan Hiburan.(ak)

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
IOT
Kerjasama CSI