blanja 2019
telkomsel halo
finnet KTM

Langkah kuda Telkomsel wujudkan "Making Indonesia 4.0"

12:19:38 | 25 Dec 2018
Langkah kuda Telkomsel wujudkan
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.

Peta jalan yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini menjadi strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional yang berdaya saing global.

Aspirasi besar dalam Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektonika.

Implementasi Industri 4.0 di manufaktur sangat terkait dengan penyediaan infrastruktur dan teknologi informasi dan komunikasi antara lain: Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, Artificial Intellegence, Mobility, Virtual dan Augmented Reality, sistem sensor dan otomasi.

Langkah Telkomsel
"Telkomsel siap mengawal roadmap Making Indonesia 4.0 dengan berinovasi di teknologi 5G. Dengan menghadirkan pengalaman teknologi 5G pertama kali bagi masyarakat Indonesia selama Asian Games 2018, Telkomsel siap memimpin bangsa Indonesia menuju masa depan,” kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah belum lama ini.

Ditegaskannya, sebagai pemimpin dalam bisnis nirkabel dan digital, Telkomsel akan terus berupaya tanpa henti untuk membangun Indonesia dengan berinvestasi menghadirkan teknologi 5G demi meningkatkan produktivitas dan efisiensi bangsa sejalan dengan upaya pemerintah menuju Indonesia 4.0. Melalui teknologi 5G, Telkomsel akan menghadirkan berbagai revolusi industri yang akan memperkuat Indonesia dalam berbagai bidang.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengapresiasi upaya Telkomsel memacu kehadiran layanan 5G bagi masyarakat Indonesia “Teknologi 5G adalah infrastruktur yang diperlukan agar Industri 4.0 bisa berjalan. Kami mengapresiasi Telkom dan Telkomsel atas inisiatif menghadirkan pengalaman 5G bagi masyarakat,” kata Airlangga.

Diyakini, kehadiran teknologi 5G akan mengubah cara kerja dengan tidak menggunakan manusia sebagai komponen utama. "Implementasi teknologi 5G akan lebih optimal bila digunakan mesin dalam menghadirkan layanan Internet of Things (IoT) dimana menjadi salah satu backbone dari Making Indonesia 4.0," katanya.

Inovasi IoT
GM IoT Smart Connectivity Telkomsel Alfian Manullang mengungkapkan Telkomsel sudah menghasilkan berbagai inovasi di IoT tanpa harus menunggu kehadiran 5G.

"Saat ini IoT di Indonesia bisa digunakan di teknologi 2G-4G, satelit, wireless, fixed, LAN, semua tersedia di pasar. Kami salah satu yang pertama di Indonesia terapkan NB-IoT," ulasnya.

Salah satu contohnya adalah penerapan teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things) di Kampung Perikanan Digital yang ada di kawasan pertambakan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Berkolaborasi dengan eFishery dan Japfa melalui anak perusahaanya PT Suri Tani Pemuka, Telkomsel turut mendukung penerapan Teknologi NB-IoT dengan pemanfaatan mesin automatic fish feeder di kolam-kolam ikan untuk meningkatkan efisiensi pakan serta mempercepat siklus panen ikan.

NB-IoT sendiri merupakan teknologi telekomunikasi terbaru yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin yang semakin masif dengan coverage jaringan telekomunikasi yang semakin luas dapat dilakukan secara efisien, serta penggunaan daya pada perangkat pengguna semakin hemat.

Teknologi radio akses NB-IoT, yang merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan perangkat beroperasi hingga bertahun-tahun tanpa pengisian daya ulang baterai sehingga sangat menghemat biaya. Teknologi ini juga mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif untuk solusi dan aplikasi berbasis IoT.

"Matriksnya hanya ada dua untuk IoT, untuk kebutuhan jarak yang dekat dan speed tinggi bisa Bluetooth, lalu untuk jarak lebih luas ada Wifi, kemudian Zigbee, yang lebih luas lagi ada 2G sampai 5G. Untuk jarak paling jauh bisa gunakan satelit. Untuk setiap pilihan itu ada cost yang harus dibayarkan," jelasnya.

Dikatakannya, IoT itu targetnya saving cost dan generate revenue bagi penggunanya. "Sebagai operator kita menjalankan fungsi sebagai enabler. Kita sentuh ke device, aplikasi dan sebagainya. Kita merupakan IoT hub terbesar di Indonesia saat ini. Tim yang fokus dari sales dioptimalkan semua di Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan klien dan penggunanya," tegasnya.

Diungkapkannya, dalam membangun ekosistem IoT, Telkomsel membuka Digital ecosystem IoT semuanya. Buktinya, pada 2014 didirikan IoT Control Center, intinya untuk menghemat biaya operasional dan maintenance jika ada trouble shoot di lapangan bisa diperbaiki langsung karena tidak perlu turun  ke lapangan.

Pada Oktober 2018, Telkomsel sudah punya business model yang sesuai dengan kebutuhan customer.  "Pada saat kita konsultasi dengan customer, mereka butuh solusi yang lain selain IoT. Mereka butuh koneksi 2G-4G, lalu ada permintaan layanan hiburan di kendaraannya. Jadi biasanya yang butuh IoT itu juga butuh layanan tambahan lainnya. Total solution itu yang kita berikan ke customer. Kolaborasi adalah kunci penting dalam pengembangan IoT di Indonesia," pungkasnya.(tp)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
Financial Analysis
Kinerja Telkomsat terus melesat