telkomsel halo
finnet KTM

Kresna Graha Investama kempit sebagian saham MatchMove Pay

08:46:24 | 13 Apr 2018
Kresna Graha Investama kempit sebagian saham MatchMove Pay
ilustrasi dari Matchmove.com
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) akan melakukan investasi di PT Graha Kreasi Sejahtera (GKS), yang memiliki 15,5% kepemilikan saham di Matchmove Pay Pte Ltd (MMP).

"Kami melihat bahwa  bisnis MMP akan mendukung strategi kami dalam mewujudkan visi Perseroan untuk menjadi lokomotif yang mendorong dan mempercepat proses transformasi gaya hidup digital masyarakat Indonesia serta membawa Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara di tahun 2020," kata Direktur Utama Kresna Graha Investama Michael Steven dalam keterangan, kemarin.

MMP adalah perusahaan Fintech asal Singapura dengan pertumbuhan tercepat yang mampu menyediakan solusi pembayaran inovatif bagi perusahaan dan perbankan melalui pemanfaatan strategis dari platform berbasis cloud miliknya yang mampu disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Award-Winning Banking OS (sistem operasi) milik MMP memungkinkan beragam fitur dari aplikasi mobile dan website untuk dapat diintegrasikan dan dikembangkan secara menyeluruh dengan fungsi perbankan sebagai sebuah layanan – dikenal dengan Spend, Send, Lend, sehingga membuka akses bagi end-user untuk mendapatkan layanan instan untuk melakukan pembayaran, pengiriman dan pinjaman uang.

Umumnya, dibutuhkan hingga 3 tahun dan biaya yang sangat besar untuk mengembangkan ketiga layanan tersebut; namun, dengan sistem operasi yang dimiliki oleh MatchMove, waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan ketiga layanan tersebut menjadi jauh singkat, hanya berkisar 2 hingga 4 minggu, dan biaya yang jauh lebih rendah.

Hak paten teknologi cloud dan mobile yang dimiliki, serta pemenuhan persyaratan keamanan tertinggi di industri pembayaran saat ini (PCI – DSS), memungkinkan platform MMP menjadi sangat scalable untuk pasar yang besar.  

Sebagai tambahan, selama dua tahun terakhir terdapat lebih dari 50 perusahaan di Asia Tenggara, India, Australia dan Amerika Latin yang telah menjalin kontrak untuk menggunakan platform MMP yang adaptif dan modular.

Sistem operasi MMP memiliki rentang pengaplikasian yang sangat luas dan perkembangannya pun sangatlah cepat. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan pelanggan dari berbagai segmen industri, seperti perbankan, eCommerce, penerbangan, asuransi, real estate, pendidikan, olahraga, pinjaman online, shipping, digital entertainment, telekomunikasi, hingga pemerintah, dan lain sebagainya.

Platform ini dimanfaatkan oleh para pelanggan MMP untuk meningkatkan pengalaman digital pengguna mereka dengan cara mendigitalisasikan semua proses pergerakan uang dan menghilangkan kebutuhan uang tunai di keseluruhan proses value chain mereka.

Tidak hanya itu, ketika dibandingkan dengan penyedia layanan serupa di luar negeri, seperti WeChat, PayPal atau Google Pay, platform MMP dinilai mampu memberikan keuntungan lebih bagi para pelanggannya dalam menumbuhkan pengalaman lokal yang lebih baik dan aman melalui akses data analytics yang mendalam, bagi hasil dan kepatuhan penuh terhadap peraturan lokal.

Sistem operasi MMP memiliki perencanaan yang matang, yang tidak hanya melihat pada kebutuhan pembayaran digital saat ini namun juga mengantisipasi perubahan disruptif dari perkembangan teknologi di industri pembayaran digital ke depannya, seperti blockchain, cybersecurity dan Artificial Intelligence (AI). Hal ini membuat para pelanggan bersedia menjalin kontrak multitahun dengan MMP.

Di tahun 2017, sistem operasi MatchMove telah digunakan oleh 10 juta pengguna di 7 negara.

Hal ini membuktikan bahwa plaftform MMP sangatlah diminati dan dapat dioperasikan secara global. Di tahun yang sama, pendapatan MMP tumbuh sebesar 170% YoY dan diproyeksikan akan lebih tinggi di 2018, mengingat rencana MMP untuk melakukan perluasan usaha ke Eropa, Afrika Selatan dan Tiongkok.

MMP sendiri telah memenangkan berbagai penghargaan berkelas dunia dan regional untuk inovasi dan kapabilitas platformnya, diantaranya Top Global Innovator di SIBOS dan acara perbankan dunia di Boston. Baru-baru ini, MMP juga disebut sebagai salah satu Global Top 100 Fintechs oleh IFC/ World Bank dan Stanford University School of Business.

"MMP akan membawa kapabilitas yang sama ke Indonesia dan berencana untuk meluncurkan platform pembayaran dengan beberapa bank dan perusahaan terkemuka di sektor e-commerce, transportasi, telekomunikasi, digital lifestyle, corporate payroll, dan kredit," kata CEO Matchmove Pay Shailesh Naik.

Diungkapkannya, MMP berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan produk dan layanan dalam upayanya merangkul pasar Asia Tenggara yang lebih luas. Tidak hanya itu, MMP juga berencana untuk mentransfer kemampuan R&D dari Singapura dan India ke Indonesia, terutama untuk di bidang data analytics dan Artificial Intelligence, memastikan bahwa advanced intellectual property (IP) juga dikembangkan di Indonesia.

Mengacu pada data yang dikeluarkan oleh Statista, pendapatan e-commerce Indonesia diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai lebih dari 17,7% (CAGR 4 tahun), dengan volume pasar mencapai US$ 16,5 miliar di 2022.

Menurutnya, pertumbuhan eCommerce Indonesia harusnya dapat menjadi lebih tinggi lagi. Salah satu faktor yang menahan pertumbuhan ini adalah masalah pembayaran di Indonesia, mengingat masih tingginya persentase populasi unbanked di Indonesia.

Laporan UNCTAD 2017 menyoroti bahwa di tahun 2019, sistem pembayaran online dan mobile akan mengambil alih porsi penggunaan kartu kredit dan kartu debit sebagai alat pembayaran yang paling populer dalam transaksi eCommerce (turun menjadi 46% di tahun 2019 dari 51% tiga tahun lalu).

Di Tiongkok, mobile revenue mencapai US$ 5,5 triliun, 50 kali lebih besar dari pangsa di Amerika, dimana layanan pembayaran mobile, seperti WeChat dan AliPay, mendominasi pemasukan tersebut.(ak)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma