blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Kominfo siapkan aturan standarisasi data center

12:41:46 | 29 Jan 2018
Kominfo siapkan aturan standarisasi data center
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) terkait standarisasi infrstruktur data center di Indonesia.

“RPM ini dibutuhkan untuk perancangan, pengawasan, pengendalian, pengamanan dan pemeliharaan pusat data sehingga lebih memudahkan awal pembangunan pusat data, operasional, sampai ke tahap pengembangan pusat data,” papar PLT Kepala Humas Kominfo Noor Iza dalam keterangan, kemarin.

Adapun hal yang diatur dalam RPM itu secara filosofi tentang  Kebutuhan dan tata ruang; Desain teknis dan implementasi;  Ketersediaan; dan Efisensi energi.

Selanjutnya terkait  pelaksanaan audit oleh Penyelenggara Pusat Data yang dilakukan oleh Auditor Eksternal; dan Sanksi bagi penyelenggara pusat data.

Konsultasi publik terhadap RPM ini dimulai 23 Januari hingga 2 Februari 2018.

Dalam RPM itu dinyatakan Pusat Data (data center) adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem elektronik dan komponen terkaitnya untuk keperluan penempatan, penyimpanan, dan pengolahan data.

Di Pasal 2 dinyatakan Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik untuk pelayanan publik wajib menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia untuk kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.

Sementara Penyelenggara Pusat Data terbagi atas Penyelenggara Pusat Data yang bersifat komersial; Penyelenggara Pusat Data yang mengelola data publik; Penyelenggara Pusat Data yang mengelola data strategis negara.

Penyelenggara Pusat Data dalam memberikan layanan Pusat Data harus menggunakan standar yang memperhatikan aspek:
a. kesehatan;
b. keselamatan manusia;
c. Fisik;
d. Kelistrikan;
e. Mekanik;
f. manajemen energi; dan
g. manajemen keberlangsungan kegiatan.

Setiap Penyelenggara Pusat Data harus menentukan tingkat ketersediaan yang dipilih atas layanan Pusat Data yang dibangun sesuai dengan kebutuhan proses bisnisnya.

Tingkat ketersediaan Pusat Data sebagaimana dimaksud terdiri dari:
a. Strata 1 – Basic
b. Strata 2 – Redundant Component
c. Strata 3 – Concurrently Maintainable
d. Strata 4 – Fault Tolerant

Strata 1 – Basic sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki komponen kapasitas dasar (N) dan jalur distribusi daya listrik dan sistem pendinginan yang mensuplai peralatan komputer sesuai kebutuhan. Dimana N adalah kebutuhan kapasitas daya listrik dan sistem pendinginan.
b. memiliki tingkat availability 99,671% (sembilan puluh sembilan koma enam ratus tujuh puluh satu persen).
c. waktu layanan tidak tersedia pertahun (Downtime per year) paling banyak 28,8 (dua puluh delapan koma delapan) jam pertahun.

Strata 2 – Redundant Component sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf b wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki komponen kapasitas redundan (minimal N+1) dan jalur distribusi daya listrik dan sistem pendinginan yang mensuplai peralatan komputer sesuai kebutuhan.
b. memiliki tingkat availability 99,749% (sembilan puluh sembilan koma tujuh ratus empat puluh sembilan persen).
c. waktu layanan tidak tersedia pertahun (Downtime per year) paling banyak 22 (dua puluh dua) jam pertahun.

Telin
Strata 3 – Concurrently Maintainable sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki komponen kapasitas redundan (N+1) dan 2 (dua) jalur distribusi daya listrik dan sistem pendinginan yang mensuplai peralatan komputer sedemikian hingga pemeliharaan maupun perbaikan dapat dilakukan di setiap komponen kritikal pusat data tanpa harus mematikan operasi pusat data. Satu jalur distribusi tersebut dalam kondisi aktif dan satu jalur distribusi lainnya dalam kondisi siaga (standby).
b. memiliki kemampuan untuk mendeteksi kegagalan, mengisolasi dampak kegagalan dan melakukan perawatan sehingga layanan pusat data tetap bekerja dengan baik.
c. memiliki tingkat availability 99,982% (sembilan puluh sembilan koma sembilan ratus delapan puluh dua persen).
d. waktu layanan tidak tersedia pertahun (Downtime per year) paling banyak 1,6 (satu koma enam) jam pertahun.

Strata 4 – Fault Tolerant sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki komponen kapasitas redundan (2N) dan 2 (dua) jalur distribusi daya listrik dan sistem pendinginan yang mensuplai peralatan komputer sedemikian hingga pemeliharaan maupun perbaikan dapat dilakukan di setiap komponen kritikal pusat data tanpa harus mematikan operasi pusat data. Kedua jalur distribusi tersebut dalam kondisi aktif.
b. memiliki tingkat availability 99.995% (sembilan puluh sembilan koma sembilan ratus sembilan puluh lima persen).
c. waktu layanan tidak tersedia pertahun (Downtime per year) paling banyak 2.4 (dua koma empat) menit pertahun.(id)

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
IOT
Kerjasama CSI