telkomsel halo
finnet KTM

Kemenpar manfaatkan CDM untuk datangkan wisman

11:57:39 | 14 May 2018
Kemenpar manfaatkan CDM untuk datangkan wisman
Ilustrasi
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) memanfaatkan Competing Destination Model (CDM) untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Tanah Air.

Competing Destination Model (CDM) adalah solusi dari Travel Audience (anak usaha Amadeus) yang  memberikan layanan digital advertising bersifat end-to-end solution dari penyediaan data konsumen, pengolahannya, hingga eksekusi kampanye iklan.  

“Kemenpar telah melakukan uji coba metode CDM bekerjasama dengan Travel Audience. Hasilnya luar biasa. Metode baru ini berhasil mendatangkan 12.592 pax wisman dari 5 pasar yakni Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, dan Rusia dalam kurun waktu 3 bulan (November 2017-Februari 2018),” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam laman resminya, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa AY itu menyatakan melihat keberhasilan dari konsep CDM, Kemenpar memutuskan untuk melanjutkan penerapannya guna mewujudkan target kunjungan 17 juta wisman tahun ini dan 20 juta wisman pada 2019.

Keunggulan
AY menjelaskan keunggulan dari CDM dibandingkan dengan model konversi Online Travel Agent (OTA) terletak pada kemampuan menarget “travelers” dari berbagai semuber.

“Kalau OTA kan target iklan mereka yang datang ke website-nya. CDM menggabungkan beragam sumber data travellers , kemudian melakukan segmentasi, dan selanjutnya menarget masing-masing segmen travellers tersebut dengan konten iklan yang spesifik. Jadi, walaupun si travellers tidak mengunjungi website OTA, targeted ads campaign tetap bisa dilakukan sehingga jangkauan konsumen yang ditarget menjadi sangat luas,” ulasnya.  

Diungkapkannya, biasanya untuk menjadi pelanggan, travellers umumnya melalui serangkaian proses di sepanjang marketing funnel mulai dari: awareness, interest, intent, decision, customer, hingga retention.  

“CDM mampu menjangkau semua level funnel. Jadi dengan CDM targeted ads campaign bisa dilakukan di tahapan awal marketing funnel yaitu: building awareness dan interest,” katanya.  

Cara kerjanya adalah CDM akan mengagregasi sumber data dari sekitar 500 travel publisers yang menjadi mitra Amadeus. Saat ini ekosistem data Amadeus mampu menjangkau sekitar 55 juta unique users setiap bulan yang bisa ditarget dan diarahkan untuk mengunjungi destinasi Indonesia.

Mengacu ke data tersebut CDM akan melakukan profiling dan segmentasi konsumen berdasarkan perilaku pencarian travellers saat mencari produk, hotel, atau tiket pesawat.

Dalam mem-profiling dan mensegmentasi travellers kita bisa menggunakan beragam parameter agar targeting-nya bisa tajam dan presisi. Beberapa parameter tersebut bisa berdasarkan waktu berwisata, origin & destinasi, tipe travellers, profil demografis, atau minat travelers.

Berdasarkan profil dan segmentasi tersebut CDM merancang konten iklan yang relevan dengan perilaku dari masing-masing segmen travellers. Tentu saja konten iklan tersebut akan mengarahkan para travellers global ke digital touch point yang berisi konten destinasi Indonesia. Selanjutnya travellers diarahkan ke halaman produk yang lebih rinci (Deep Link Detail Pages) yang akan mendorongnya melakukan booking dan payment.

Telin
Singkatnya, keseluruhan rantai proses pengambilan keputusan travellers dari mencari informasi (Look), memesan (Book), dan membayar (Pay) bisa dilakukan dalam satu platform CDM secara terintegrasi (end-to-end). CDM mengombinasikan kemampuan machine learning, analisa big data, dan penerapan contextual advertising yang sangat presisi dalam menarget travelers.

“Seperti sering saya ingatkan, go digital adalah faktor kunci kesuksesan kita dalam menggaet wisman di pasar global. Pilihannya cuma dua: go digital... or die,” tegasnya.(id)

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI