telkomsel halo

Jurus TÜV Rheinland dukung Revolusi Industri 4.0

10:09:34 | 06 Nov 2018
Jurus TÜV Rheinland dukung Revolusi Industri 4.0
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - TÜV Rheinland siap mendukung perusahaan di Asia Pasifik, terutama di Indonesia, dalam meningkatkan kemampuannya sehingga mampu meraih berbagai peluang bisnis di era Industri 4.0 melalui transformasi digital.

Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi itu menjabarkan keahliannya di perhelatan Asia-Pacific Conference of German Business (APK) ke-16 di Jakarta.

Memimpin delegasi TÜV Rheinland adalah Dr. Fübi (Chairman of the Executive Board of Management, TÜV Rheinland AG), bersama dengan Mr Ralf Scheller (Chief Operating Officer, TÜV Rheinland AG), Mr Andreas Hoefer (Executive Vice President Asia Pacific/India, Middle East & Africa, TÜV Rheinland AG), Mr. Holger Kunz (Executive Vice President Product, TÜV Rheinland AG), dan Bapak Nyoman Susila (Managing Director, TÜV Rheinland Indonesia), yang turut hadir untuk berinteraksi dengan para peserta.

Acara bisnis dari ini diselenggarakan di wilayah Asia Pasifik dua tahun sekali, dengan edisi sebelumnya diadakan di Hong Kong. Selain untuk memperluas jaringan antara pemegang kepentingn di sektor swasta dan publik, konferensi ini merupakan platform yang penting bagi pemimpin bisnis, pejabat dan perwakilan pemerintah, untuk terlibat dalam diskusi mendalam yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan bisnis serta perekenomian di Jerman dan Asia Pasifik.

“APK 2018 merupakan acara bisnis Jerman terdepan di Asia Pasifik, di mana petinggi bisnis dan perwakilan pemerintah dari kedua pihak hadir di sini. Saya senang sekali, kami bisa memamerkan solusi terdepan dan teknologi yang canggih kepada para peserta yang dapat membantu mereka dalam menghadapi Industry 4.0,” kata Chairman of the Executive Board of Management, TÜV Rheinland AG Dr. Fübi.

Saat masyarakat menikmati manfaat Internet of Things (IoT) yang nirkabel dan Industrial Internet of Things (IIoT), berbagai risiko tidak dapat dihindari.

Frekuensi, cakupan dan kecanggihan serangan siber telah mencapai tingkatan baru di tahun 2016 lalu. Hal ini membuat para pelaku bisnis menuntut adanya solusi untuk mengamankan sistem suplai pusat, pertukaran data yang aman, dan adanya sistem produksi yang bisa diandalkan.

Selain integrasi keselamatan fungsional untuk melindungan bisnis dari gangguan teknis, serta serangan keamanan siber yang biasa terjadi, ada juga kebutuhan yang berkaitan dengan pengamanan otomatisasi proses serta kontrol untuk mencegah kegagalan sistem.

Untuk menghadapi Industry 4.0, berikut beberapa tips yang dapat dipertimbangkan:

1. Memahami proses IT dan industrial umum dengan lebih mendalam, sehingga perusahaan mampu mensinergi dan memperoleh rekomendasi secara sistematis.

2. Menerapkan standar keamanan yang lebih tinggi untuk perangkat, sistem, dan komponen di dalam perusahaan, serta menyesuaikannya dengan standar industrial, yang biasanya diperoleh melalui sertifikasi.

3. Mendorong insiatif proaktif dari perusahaan untuk meningkatkan sistem keamanannya, di luar ketentuan keamanan yang wajib dari pemerintah.

4. Melakukan pendekatan “Security by Design” atau keamanan yang disesuaika, sejak dari awal perencanaan, di mana potensi gangguan di komponen dan sistemnya lebih diperhatikan. Cara ini akan mengurangi risiko dan pendeteksian gangguan pun bisa dilakukan lebih awal.

5. Membangun budaya “security-sentris” di perusahaan dengan menyediakan pelatihan yang holistik untuk generasi desainer dan insinyur berikutnya, dengan lebih awal dan berkelanjutan, agar mampu menyediakan pertahanan yang terbaik.

TÜV Rheinland sudah aktif di pasar Indonesia sejak 1980. Setelah mendirikan kantor di Jakarta tahun 1996, TÜV Rheinland Indonesia telah meluncurkan perjanjian bisnis homoglasi untuk komponen otomtif di tahun 1998 dan menerima akreditasi dari KAN untuk sertifikasi SNI (LSPr-026) di tahun 2009.

Tiga tahun kemudian, TÜV Rheinland Indonesia mendirikan lab keselamatan listrik dan lab roda otomotif di tahun 2012. Baru-baru ini, TÜV Rheinland Indonesia meluncurkan lab pengujian ban independen pertama di Indonesia, berlokasi di Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI