telkomsel halo
finnet KTM

Asyik, investor di ekonomi digital dapat Tax Holiday

10:28:00 | 30 Nov 2018
Asyik, investor di ekonomi digital dapat Tax Holiday
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah menepati janjinya untuk memberikan Tax Holiday bagi investor baru yang akan berinvestasi di sektor ekonomi digital.

Janji pemerintah ini dikeluarkan pada 16 November 2018 dimana isu Tax Holiday menjadi salah satu bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) ke-16.

Dalam paket terbaru itu, pemerintah memperluas Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday) untuk mendorong investasi langsung pada industri perintis dari hulu hingga hilir guna mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Dalam hal ini, pemerintah menyempurnakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

Dokumen penyempurnaan aturan itu telah ditetapkan pada 26 November 2018 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan diundangkan pada 27 November 2018.

Dinyatakan dalam aturan itu fasilitas Tax Holiday diberikan bagi Industri Pionir alias industri yang memiliki keterkaitan yang luas, memberi nilai tambah dan eksternalitas yang tinggi, memperkenalkan teknologi baru, serta memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional.

Wajib Pajak badan yang melakukan penanaman modal baru pada Industri Pionir dapat memperoleh
pengurangan Pajak Penghasilan badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Kegiatan Usaha Utama yang dilakukan

Nilai penanaman modal baru paling sedikit sebesar Rpl00 miliar. Pengurangan Pajak Penghasilan badan diberikan sebagai berikut:
a. sebesar 100% dari jumlah Pajak Penghasilan badan yang terutang untuk penanaman modal baru dengan nilai paling sedikit Rp500 miliar 
b. sebesar 50%  dari jumlah Pajak Penghasilan badan yang terutang untuk penanaman dengan nilai paling sedikit Rpl00 miliar  dan paling banyak kurang dari Rp500 miliar.

Jangka waktu pengurangan Pajak Penghasilan badan diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. selama 5 tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit Rp500 miliar dan kurang dari Rp1 triliun.
b. selama 7 tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit Rp1 triliun dan kurang dari Rp5 triliun 
c. selama 10  tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit Rp5 triliun dan kurang dari Rp15 triliun 
d. selama 15 tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit Rp15 triliun dan kurang dari Rp30 triliun 
e. selama 20  tahun pajak untuk penanaman modal baru dengan nilai rencana penanaman modal paling sedikit Rp30 triliun.

Setelah jangka waktu pemberian pengurangan Pajak Penghasilan badan berakhir, Wajib Pajak diberikan pengurangan Pajak Penghasilan badan sebagai berikut:

a. sebesar 50% dari Pajak Penghasilan badan terutang selama 2 tahun pajak berikutnya untuk nilai penanaman modal baru atau sebesar 25% Penghasilan badan terutang selama 2  tahun pajak berikutnya untuk nilai penanaman modal baru 

Untuk dapat memperoleh pengurangan Pajak Penghasilan badan Wajib Pajak badan harus memenuhi kriteria:

a. merupakan Industri Pionir

b. berstatus sebagai badan hukum Indonesia

c. merupakan penanaman modal baru yang belum diterbitkan keputusan mengenai pemberian atau
pemberitahuan mengenai penolakan pengurangan Pajak Penghasilan badan

d. mempunyai nilai rencana penanaman modal baru minimal sebesar Rp100 miliar 

Industri Pionir yang dimaksud dalam aturan ini terkait dengan Teknologi Informasi diantaranya: industri pembuatan komponen utama peralatan elektronika atau telematika, seperti semiconductor wafer, bacldight untuk Liquid Crystal Display (LCD), electrical driver, atau display.

Berikutnya ada ekonomi digital yang mencakup aktivitas pengolahan data, hosting, dan kegiatan yang terhubung dengan itu.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma