blanja 2019
telkomsel halo
finnet KTM

Ini 10 Hot Consumer Trends 2019 versi Ericsson

14:08:00 | 20 Dec 2018
Ini 10 Hot Consumer Trends 2019 versi Ericsson
VP Network Services Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal (dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Menjelang tutup tahun ini, Ericsson kembali merilis 10 Hot Consumer Trend tahun 2019.

Dalam Media Briefing Ericsson Mobility Report, VP Network Services Ericsson Indonesia Ronni Nurmal menyampaikan berbagai hasil survey Ericsson secara global terkait trend consumer tahun 2019, didampingi oleh Customer Marketing Manager Ericsson Indonesia Thomas Vidorrekto  

Laporan tren consumer lab tersebut mewakili prediksi 34 juta pegguna awal teknologi.  Inti dari riset ini adalah melakukan evaluasi terhadap pemikiran dan prediksi konsumen tentang teknologi masa depan seperti AI, VR, 5G , dan otomasi.

Dalam laporan ini diungkapkan teknologi teknologi otonom dan teknologi yang dapat memprediksi suasana hati pengguna bisa segera memainkan peran lebih besar dalam kehidupan sehari-hari pengguna.

Dr. Michael Björn, Head of Research Agenda at Ericsson Consumer & IndustryLab, dan penulis utama laporan ini mengajak kita untuk membayangkan sebuah smartphone yang tidak hanya tahu apa yang akan dilakukan, tetapi tahu siapa kita. “Hari ini, kecerdasan buatan dapat memahami kepribadian Anda hanya dengan melihat mata Anda. Sudah jelas bahwa pengguna teknologi melihat masa depan di mana perangkat mengenal kita lebih baik dibandingkan dengan kita mengenal mereka,” katanya.

Berikut 10 Hot Consumer Trend tahun 2019 :

1. Awareables

Lebih dari 60 persen pengguna asisten virtual percaya bahwa perangkat yang bisa memahami suasana hati mereka akan menjadi mainstream dalam waktu tiga tahun ke depan.

2. Smart quarrels (Perdebatan Pintar)

Lebih dari 65 persen pengguna asisten virtual percaya bahwa smart speakers nantinya akan terlibat perdebatan antara anggota keluarga dalam tiga tahun ke depan.

3. Spying apps (Aplikasi yang Memata-matai)

Lebih dari 45 persen konsumen percaya bahwa aplikasi yang mereka gunakan senantiasa mengumpulkan data tentang mereka bahkan saat mereka tidak menggunakan aplikasi tersebut.

4. Enforced agreement (Persetujuan yang dipaksakan)

Kehadiran cookies yang bertugas mengumpulkan data atau data collection cookies dirasa mengganggu oleh 51 persen konsumen.  Saat kita mengunduh aplikasi, biasanya ada konfirmasi persetujuan alias agreement.  Dan kebanyakan konsumen tanpa membaca lalu menyatakan setuju.

5. Internet of skills

Lebih dari 50 persen pengguna AR atau VR menginginkan aplikasi, kacamata, dan sarung tangan yang bisa memberikan panduan virtual untuk tugas praktis sehari-hari seperti memasak atau memperbaiki sesuatu.

6. Zero-touch consumption

Kurang lebih setengah dari pengguna asisten virtual menginginkan tagihan dan langganan mereka bisa diperpanjang secara otomatis, selain persediaan kebutuhan rumah tangga yang bisa diisi ulang secara otomatis.  

7. Mental obesity (Obesitas Mental)

Sejumlah 31 persen konsumen dalam waktu dekat akan pergi ke 'pusat kebugaran pikiran' (mind gym) untuk melatih kemampuan berpikirnya, karena pengambilan keputusan sehari-hari menjadi semakin otomatis.

8. Eco Me

Sebanyak 39 persen konsumen menginginkan eco-watch yang mengukur jejak karbon mereka.

9. My digital twin (Kembaran Digital)

Sebanyak 48 persen pengguna AR atau VR menginginkan avatar online yang meniru mereka secara tepat, sehingga mereka dapat berada di dua tempat sekaligus.

10. 5G automates society

Sekitar 20 persen pengguna smartphone percaya 5G akan menghubungkan perangkat IoT dengan lebih baik, seperti peralatan rumah tangga dan alat pengukuran utilitas.

Ini 10 Hot Consumer Trends 2019 versi Ericsson

Menanggapi pertanyaan tentang apakah kita harus melihat teknologi masa depan ini sebagai ancaman atau peluang, Dr. Pernilla Jonsson, Head of Consumer & IndustryLab mengatakan kita telah memasuki masa di mana manusia dan mesin cerdas berinteraksi dan bekerja sama. “Sejauh ini, kita sudah mengambil langkah kecil ke masa depan. Sebagian besar teknologi masa depan tanpa sentuhan (zero touch future) belum sepenuhnya dikembangkan, dan bagaimana kita mengembangkan masa depan itu sepenuhnya berada di tangan kita,” tambahnya.

Laporan ini didasarkan pada kegiatan riset global Ericsson ConsumerLab selama lebih dari 23 tahun, dan sebagian besar menggunakan data dari survei online yang dilakukan selama bulan Oktober 2018 terhadap pengguna internet tingkat lanjut di 10 kota berpengaruh di dunia.  (sg)

 

 

 

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma
Financial Analysis
Kinerja Telkomsat terus melesat