blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Indosat mulai rasakan “Dilema” layanan data

11:29:00 | 14 May 2018
Indosat mulai rasakan “Dilema” layanan data
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo mulai merasakan peliknya mengelola layanan data bagi kinerja perusahaan.

“Peralihan pengguna dari legacy (suara dan SMS) ke data itu salah satu yang membuat kinerja kami tertekan di kuartal pertama 2018. Tetapi ini sesuatu yang harus dijalani, ada operator yang sudah mengalaminya lebih dulu, Indosat baru merasakannya,” ungkap Presiden Direktur dan CEO Indosat Joy Wahjudi dalam paparan publik kemarin.

Diungkapkannya, jika dilihat pergerakan di tahun 2016 ke 2017 terjadi pertumbuhan layanan data yang besar yakni 120,2% atau mengelola trafik 1.082.942 terabyte. Sedangkan pengguna smartphone di jaringan 73 juta nomor dari 110,2 juta nomor. Pendapatan data di 2017 tumbuh sekitar 40%.

“Strategi untuk akuisisi pelanggan data dengan paket Yellow dan pangsa pasar di luar Jawa. Itu kan pasti dimulai dengan harga murah, jadi kami belum recovery dulu walau pelanggan sudah dialihkan ke layanan data. Padahal kondisinya sekarang layanan data itu berkontirbusi besar ke total pendapatan. Kita harapkan recovery bisa menjadi lebih cepat,” katanya.

Sementara Analis dari Mirae Asset Giovanni Dustin dalam kajiannya awal Mei ini mengungkapkan meskipun konsumsi data di Indosar meningkat (1.8GB/pelanggan per bulan) namun  pendapatan datanya turun menjadi Rp3.1 triliun karena data yield menurun (Rp8/MB) dipengaruhi oleh registrasi sim card prabayar dan persaingan ketat.(Baca: Dilema layanan data)

Dalam kajiannya dinyatakan Indosat memutuskan untuk beralih dari strategi "push" ke strategi "pull." Strategi “push” berarti mencoba untuk memenangi pangsa pasar melalui harga rendah dan paket perdana yang murah, sementara strategi “pull” berarti memenangkan pangsa pasar melalui peningkatan kualitas jaringan. (baca:Indosat di 2018

“Kami percaya bahwa strategi “pull” terbukti efektif dalam jangka panjang (meskipun dapat menjadi beban untuk jangka pendek). Kami mempertahankan Buy call untuk saham dengan kode ISAT, tetapi menurunkan target  menjadi Rp6,400,” pungkasnya.(dn)

telkom xsight
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma