telkomsel halo
finnet KTM

Indonesia baru tahap awal untuk transformasi digital

09:54:25 | 15 Feb 2018
Indonesia baru tahap awal untuk transformasi digital
Executive Product Manager Huawei Indonesia Arri Marsenaldi (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Strategi digitalisasi yang mumpuni (high-digitalization scenario) bisa memicu Indonesia mendapatkan tambahan pertumbuhan PDB sebesar 1,8% pada tahun 2025, dari rata-rata pertumbuhan PDB saat ini sebesar 5%.

Hal ini dikatakan Executive Product Manager Huawei Indonesia Arri Marsenaldi dalam media gathering bertema Digital Transformation: The true impact of the digital economy,(14/2).

Berdasarkan laporan bertajuk Digital Spillovers 2017 yang dirilis bersama oleh Huawei dan OxfordEconomics, ekonomi digital dunia saat ini bernilai US$11,5 triliun atau berkontribusi sebesar 15,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.  

Kinerja ekonomi digital yang luar biasaini sebagian besar dimotori oleh pengembangan internet berbasis konsumen.

Diprediksi, tahun 2025, pemakaian internet untuk kegiatan usaha akan mengalami pertumbuhan yang pesat dengan tingkat digitalisasi dan kecerdasan yang tinggi industri di berbagai sektor.

Diperkirakan ekonomi digital akan tumbuh lebih pesat dan berkontribusi hingga 24,3% terhadap PDB dunia.

Tingginya angka penetrasi 4G dan peningkatan daya beli masyarakat untuk produk fixed dan mobile broadband, membuat pemerintah Indonesia harus bisa mengoptimalkan tujuan Rencana Pita Lebar (RPI 2014-2019) dalam hal pengembangan dan peningkatan infrastruktur pita lebar di wilayah pedesaan,jaringan e-government, serta pusat data pemerintah.

Menurut Arri, teknologi digital yang sedianya hanya berperan sebagai pendukung kini semakin berkembang dan mengambil peran strategis dalam proses pengambilan keputusan. Evolusi ini akanmenjadi faktor utama untuk peningkatan kualitas dan efisiensi suatu perusahaan.  

“Huawei meyakini bahwa peningkatan investasi infrastruktur digital yang berkelanjutan, terutamadalam pita lebar dan adopsi teknologi cloud adalah landasan untuk transformasi digital Indonesia,”tambahnya.

Dijelaskannya, Indonesia saat ini sedang memasuki fase awal transformasi digital, yang terukur dari rendahnya tingkat adopsi cloud dalam ekosistem digital tanah air.

Laporan Huawei Global Connectivity Index 2017 sebelumnya menyebutkan bahwa ketika tingkat adopsi cloud di suatu negara mencapai lebih dari 3% dari total investasi Teknologi  Informasi  (TI),  maka  pemerintah  dan  sektor  swasta  di  negara  tersebut berada dalam kondisi optimal untuk memanfaatkan potensi kemampuan Big Data dan IoT secara penuh.

Menurutnya, meski banyak pelaku industri di Indonesia yang memiliki keinginan untuk melakukantransformasi digital, namun ekosistem bisnis mereka tidak dibekali kemampuan yang memadaidalam menentukan strategi yang tepat untuk tetap kompetitif di era +Intelligence.

Arri menambahkan, transformasi digital yang efektif membutuhkan strategi yang cerdas sertaketerlibatan berbagai pemangku kepentingan yang mencakup pemerintah, swasta, dan masyarakat.Bagi pemerintah, kebijakan dan inisiatif terkait transformasi digital merupakan aspek penting untukmemaksimalkan perkembangan industri secara sehat.

Huawei bekerja sama dengan sejumlah perusahaan terkemuka dunia terus menjajaki danmengembangkan praktik terbaik dalam hal transformasi digital, sekaligus menyarikan pengalamanyang terbaik dan membaginya dengan sesama pelaku usaha maupun pelanggan, termasuksejumlah perusahaan yang tergabung dalam kelompok Global Fortune 500.

Disarankannya, sektor swasta perlu melakukan investasi dalam pemenuhan sumber daya baru yang kompetitif guna menduduki posisi puncak di era +Intelligence. Selanjutnya adalah pengembangan talenta di bidang TIK untuk memastikan bahwa sumber daya digital yang lebih luas dan mudah diakses.(sg)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma