blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Indonesia gandeng Korsel kembangkan industri 4.0

11:48:11 | 12 Sep 2018
Indonesia gandeng Korsel kembangkan industri 4.0
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.(dok)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Indonesia melalui Kementerian Perindustrian RI dan Dewan Riset Nasional untuk Ekonomi, Kemanusiaan, dan Ilmu Sosial atau National Research Council for Economic, Humanities, and Social Sciences (NRC) Korea Selatan telah sepakat melakukan kolaborasi dalam upaya penerapan revolusi industri 4.0.  

“Kemitraan ini sebagai tanda bahwa Indonesia dan Korea memiliki hubungan diplomatik yang sangat erat dan ingin terus dilanjutkan dalam rangka sama-sama membangun pertumbuhan ekonomi,”kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Seoul melalui keterangan tertulis (12/9).

Kesepakatan kedua belah pihak ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Menperin RI Airlangga Hartarto dengan Chairman NRC Kyoung Ryung Seong. Momen ini pun disaksikan langsung Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae-in.

Menperin menjelaskan, tujuan dari MoU tentang aktivitas kerja sama industri 4.0 tersebut, antara lain melaksanakan kegiatan penelitian bersama, pertukaran untuk pendidikan, pembentukan jejaring antara para ahli dan profesional di masing-masing negara, serta membuka peluang proyek kerja sama.

“Jadi, kami akan membangun kerangka kerja sama yang sistematis dan saling menguntungkan untuk mendukung pengembangan implementasi industri 4.0. Memorandum ini berlaku selama lima tahun setelah ditandatangani,” tuturnya.

Airlangga juga menegaskan, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai agenda nasional dan strategi kesiapan memasuki era revolusi industri generasi keempat. Salah satu program prioritasnya adalah membangun ekosistem inovasi.

“Inovasi dapat dihasilkan dari kegiatan riset dan pemanfaatan teknologi. Dengan inovasi, daya saing industri nasional akan lebih kompetitif di kancah global. Kemenperin terus mendorong pembangunan pusat inovasi industri di dalam negeri, pengoptimalan regulasi dan fasilitas insentif fiskal, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.    

Adapun kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya oleh Kemenperin dengan pihak Korsel, di antaranya menggandeng Institut Teknologi Industri Korea pada tahun 2006 dan dengan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel mengenai kerja sama industri tahun 2017.

Airlangga meyakini kolaborasi tahun ini dapat meningkatkan kapasitas industri manufaktur nasional, terutama untuk lima sektor yang akan menjadi pionir dalam penerapan Making Indonesia 4.0. Kelima sektor itu adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri elektronika, dan industri kimia.

Apabila implementasi Making Indonesia 4.0 berjalan sukses, akan mampu mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 1-2% per tahun, sehingga pertumbuhan PDB per tahun akan naik dari baseline sebesar 5% menjadi 6-7% selama tahun 2018-2030.

Telin
Selain itu, angka ekspor netto akan meningkat kembali sebesar 10% dari PDB. Kemudian, terjadi peningkatan produktivitas dengan adopsi teknologi dan inovasi, serta mewujudkan pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 10 juta orang pada tahun 2030. Aspirasi besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia tahun 2030.

Sebelumnya, Presiden RI Jokowi pada Forum Bisnis dan Investasi Indonesia-Korea 2018 menyampaikan kepada pelaku industri Korsel yang ingin berinvestasi di Indonesia diharapkan dapat membawa teknologi terbarunya terutama yang terkait dengan revolusi industri 4.0. “Indonesia akan bergerak cepat dalam merangkul teknologi revolusi industri 4.0,” ungkapnya.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
Smartfren Unlimited 4G
telkom sigma
Kerjasama CSI