blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Kominfo akan bentuk Indonesia Fund di Q3-2018

10:41:51 | 09 Apr 2018
Kominfo akan bentuk Indonesia Fund di Q3-2018
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Kementrian Komunikasi dan Informatika  (Kominfo) akan membentuk Indonesia Fund di kuartal ketiga 2018 (Q3-2018).

“Salah satu yang menjadi isu dalam pengembangan startup adalah pendanaan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan agar memungkinkan pendanaan dari dalam negeri dan luar negeri. Bahkan salah satu inisiatif selain membuka peluang investasi, Kominfo tengah menargetkan pembentukan Indonesia Fund yang ditargetkan mampu menngumpulkan dana US$ 100 miliar. Lembaga pendanaan akan diluncurkan pada quartal ketiga tahun ini," ungkap Menkominfo Rudiantara melalui video conference dihadapan peserta Seminar Unplugged bertemakan S.I.D.E (Startup, Inovation, Digital, Entrepreneur) seperti  disiarkan laman Kominfo (8/4).  

Pada kesempatan itu Rudiantara menantang pelajar dan mahasiswa Indonesia yang ada di Tiongkok untuk kembali di Indonesia dan ikut membangun ekonomi digital di Indonesia.

"Jadi kawan-kawan yang belajar di Tiongkok, kembali ke Indonesia bisa kembangkan start up. Kiblat kita sekarang ke Tiongkok. Belajarlah semaksimal mungkin, tidak hanya di perguruan tinggi tapi juga perusahaan yang ada di sana. Semaksimalnya, setelah itu kembali ke Indonesia," katanya.

Menurutnya, saat ini merupakan masa ekonomi digital. Semua bisnis, terutama eCommerce dan yang ada kaitannya dengan proses baru memanfaatkan teknologi berbasis internet. Pemerintah Indonesia pun telah melakukan antisipasi perkembangan ekonomi digital dan era Industri 4.0.

"Di Indonesia, terjadi perubahan ekonomi, yang tadinya berbasis komoditas ke ekonomi berbasis services. Apalagi pemanfaatan teknologi fdigital untuk create ekonomi baru.  Dalam hal ini kita bicara soal eCommerce atau platform aplikasi yang menghasilkan tantangan baru ekonomi kita," jelasnya.

Mengenai potensi ekonomi digital di Indonesia, sudah ada empat unicorn yang berkembang dari start up, yaitu GoJek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.  

Selain kehadiran startup dengan valuasi US$ 1 miliar, obyektif besar lainnya adalah nilai eCommerce sebesar US$ 130 miliar pada 2020. “Angka itu 11% dari ekonomi kita dihitung dari market exchange rate.Diperkirakan ekonomi kita nantinya mencapai US$ 1,2 triliun," jelasnya.

Telin
Lebih lanjut dikatakannya, selain isu pendanaan, pemerintah juga memberikan perhatian kepada beberapa hal lain agar ekonomi digital berkembang.

Misalnya, talenta atau sumberdaya manusia. Berikutnya, mengenai pajak yang harus diperlakukan sama apa yang terjadi di dunia nyata. Consumer education dan literasi kepada masyarakat mengenai ekonomi digital. Pembenahan logistik, keamanan siber, dan mempercepat pembangunan infrastrukur.(ak)

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
Smartfren Unlimited 4G
telkom sigma
Kerjasama CSI