telkomsel halo
finnet KTM

Indonesia masuk dalam progam "Country Digital Acceleration"

10:08:15 | 14 Sep 2018
Indonesia masuk dalam progam
Suasana pertemuan manajemen Cisco dengan Presiden Joko Widodo.(ist)
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
HANOI (IndoTelko) – Indonesia dan Cisco telah mengumumkan kesepakatan kerjasama untuk penyelenggaraan program Country Digital Acceleration (CDA).

Tim CDA Cisco telah bekerja sama dengan pemerintahan di seluruh dunia, baik di tingkat nasional maupun di tingkat negara bagian, untuk mempercepat agenda digitalisasinya agar bisa lebih cepat dan lebih efektif dalam memberikan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat. Indonesia adalah negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi bagian dari program ini.

Program di Indonesia ini akan fokus pada lima area utama, yaitu: pemerintahan digital, industri digital, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digital, keamanan siber, dan inklusi digital.

Kesepakatan ini diumumkan pada pertemuan antara Presiden Indonesia, Joko Widodo, dengan Presiden Cisco ASEAN, Naveen Menon, dan Managing Director Cisco Indonesia, Marina Kacaribu. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela Forum Ekonomi Dunia tentang ASEAN (World Economic Forum on ASEAN) di Hanoi.

“Selama bertahun-tahun, teknologi telah mengambil peran kunci dalam mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi di Indonesia untuk menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat. Visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020 akan semakin mempercepat pertumbuhan tersebut. Pertumbuhan ekonomi digital bisa ditingkatkan dengan memperbaiki efisiensi layanan publik, membangun kemampuan inovasi lokal, dan digitalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Kami menyambut baik kesempatan untuk bermitra dengan pemerintah dan berkontribusi untuk pertumbuhan jangka panjang Indonesia,” kata Presiden Cisco ASEAN Naveen Menon dalam keterangan, kemarin.

Managing Director Cisco Indonesia Marina Kacaribu mengatakan dalam usaha Indonesia untuk mewujudkan misi dari agenda digital Nasional, ada dua area utama yang akan menjadi penentu keberhasilannya.

"Pertama, kita perlu memastikan bahwa kemampuan keamanan siber di seluruh Indonesia dapat sejalan dengan adopsi digital, sehingga kita tetap selangkah lebih maju dari para pelaku ancaman siber. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah dalam koordinasi dan pelaksanaan kebijakan keamanan siber nasional. Indonesia juga membutuhkan banyak tenaga kerja yang mahir teknologi. Cisco Networking Academy telah melatih lebih dari 212.000 siswa di Indonesia, melalui kontribusi dalam bentuk alat, sumber daya, dan instruktur. Total 212.000 siswa ini merupakan partisipasi siswa Networking Academy terbesar kedua di kawasan ASEAN. Kami berharap kerjasama dengan pemerintah ini akan mampu menciptakan tenaga kerja andal di masa depan,” katanya.

Telin
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Tom Lembong mengatakan perekonomian Indonesia sedang bertransformasi menjadi ekonomi digital, seiring dengan tren yang terjadi saat ini dan juga meningkatnya jumlah penduduk kelas menengah berikut tenaga kerja muda yang mahir teknologi.

"Kami memperkirakan sekitar dua hingga tiga miliar dolar per tahun akan diinvestasikan ke sektor eCommerce. Pemerintah harus menyediakan platform yang andal dan merumuskan peraturan untuk memastikan bahwa ekonomi digital mematuhi standar keamanan dunia maya serta memberikan kontribusi bagi kemakmuran masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan mendukung tidak hanya eCommerce dan ekonomi digital, tetapi juga perkembangan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia,” ulasnya.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI