telkomsel halo

Gandeng Boeing Satellite, PSN Siapkan Peluncuran Satelit PSN VI

08:57:33 | 23 Dec 2013
Gandeng Boeing Satellite, PSN Siapkan Peluncuran Satelit PSN VI
Seremoni PSN-Boeing Satellite (Dok PSN)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menggandeng Boeing Satellite Systems International untuk pembangunan satelit PSN VI yang akan diluncurkan pada pertengahan 2016 dan beroperasi pada awal 2017 di slot orbit 146 derajat E.

"Kami meluncurkan satelit baru ini melihat permintaan yang tinggi terhadap transponder di Indonesia. Kami akan memakai 56 transponder untuk satelit PSN VI dengan membidik sektor perbankan, ritel, dan swasta, Kami harapkan saat satelit ini beroperasi, pendapatan bisa menembus US$ 100 juta," ungkap Presiden Direktur Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso, pekan lalu.
 
Rencananya, 56 transponder itu akan terdiri dari C-band dan Ku-band. Transponder C band akan digunakan untuk melayani kebutuhan distribusi video, cellular trunking, dan komunikasi data baik pada perusahaan kecil, menengah, maupun besar di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan transponder Ku Band diarahkan untuk melayani kebutuhan kapasitas satelit pada industri televisi berbayar atau pay TV. PSN VI juga dilengkapi dengan teknologi terkini akan memiliki kemampuan sebagai High Throughput Satellite (HTS) yang dapat  memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Diungkapkannya, untuk membangun satelit terbaru bekerjasama dengan perusahaan manufaktur satelit asal Amerika Serikat menelan investasi sekitar  US$ 200 juta. Skema pendanaannya adalah sekitar 70%-75% berasal dari pinjaman USA Export Import Bank.Bunga pinjaman berkisar 3,5% dalam kurs dolar dengan tenor 13 tahun.Sisanya 25%-30% dari dana internal.

Menurutnya, Indonesia mengalami kekurangan kapasitas satelit. Sekitar 120 transponder tersedia, sedangkan Indonesia menyewa 230 transponder asing. Tingginya permintaan didorong oleh beberapa sektor, seperti perbankan dan ritel yang membutuhkan jaringan sendiri.  
 
Di Indonesia saat ini terdapat enam satelit yakni Indostar 2, Telkom 1, Telkom 2, Palapa D, Palapa C2 dan Garuda 1 yang terdiri dari sebanyak 119 C-band, 5 Ku-band, 10 S-band dan 200 L-band. Satelit itu ditangani oleh empat operator.Rata-rata kontrak sewa transponder dipatok sekitar US$1 juta per tahun

"Jika mengacu ke pasar, bisnis satelit itu berkisar US$ 250 juta, setiap tahun naik hingga 10%. Di PSN saja  setiap tahun butuh tambahan tiga kanal baru.Kami memprediksi pada tahun ini pendapatan mencapai US$ 40 juta dan pada 2014 ditargetkan pendapatan usaha tumbuh 10%,"paparnya.

Diprediksinya,   permintaan satelit C-Band dan Ku-Band  akan mencapai 228 transponder pada 2014, lalu naik menjadi 275 transponder pada 2016, dan 282 transponder pada 2018. Peningkatan ini sejalam dengan tumbuhnya layanan telekomunikasi, terutama data.

Dalam catatanya, pengguna data akan tumbuh signifikan, di mana 140 juta orang diprediksi akan terkoneksi internet, 2 juta household terkoneksi broadband pada 2015, dan 8,7 juta pengguna pay TV pada 2020.

Executive Vice President Director of Planning & Development Directorate Pasifik Satelit Nusantara Dani Indra Widjanarko menambahkan investasi satelit seri seri Boeing 702SP tidak terlalu besar karena menggunakan teknologi electric propulsion.

"Jika dibandingkan teknologi chemical propulsion yang memakan waktu  2 minggu untuk meluncur, teknologi di atas dapat menghemat energi dan berat. Inilah penyebab kami dapat menambah transponder dan menghemat biaya US$ 30-40 juta," jelasnya.(id)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI