telkomsel halo
finnet KTM

Ekonomi digital bisa bawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul

09:57:21 | 29 Nov 2018
Ekonomi digital bisa bawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul
telkomtelstra januari - maret
SEMARANG (IndoTelko) - Indonesia menjadi salah satu negara yang diproyeksikan menjadi perekonomian terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2045, dengan berbagai faktor pendukung seperti bonus demografi, baik angkatan kerja maupun meningkatnya jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

UMKM yang merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, kini jumlahnya telah mencapai lebih dari 60 juta usaha. Sebagai negara pengguna internet terbesar, ekonomi digital menjadi kunci untuk dapat mentransformasikan potensi tersebut menjadi faktor keunggulan bangsa. 

Hal ini diungkapkan Deputi Komisioner OJK Institute Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sukarela Batunanggar dalam acara Sosialisasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Crowne Hotel Semarang 27 - 28 November 2018. 

Peraturan yang baru diterbitkan pada awal September 2018 ini diharapkan menjadi ketentuan industri financial technology (fintech), tanpa menghambat tumbuhnya inovasi-inovasi baru yang tumbuh dari industri tersebut.

Dalam paparannya, Sukarela menambahkan pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam mengoptimalkan keberadaan teknologi tersebut melalui bisnis model inovatif dan kreatif. 

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama para pemangku kepentingan sektor keuangan dapat memberdayakan masyarakat, sehingga tercapai dua objektif. Pertama akses pembiayaan jadi lebih terjangkau bagi para UMKM, Kedua yaitu edukasi dari sisi kapasitas masyarakat. Dalam konteks ekonomi daerah, sinergi dan kolaborasi dari berbagai para pemangku kepentingan di berbagai daerah, sangat diperlukan,” tambah Sukarela.

Dalam sosialisasi ini, hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pemain swasta di Provinsi Jawa Tengah baik industri keuangan konvensional maupun fintech yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) dan perusahaan teknologi lainnya seperti Google Indonesia dan GO-JEK Indonesia.

Sementara itu, pada sesi seminar dengan tema ‘Kolaborasi Ekonomi Digital’, VP Public Affairs GO-JEK Astrid Kusumawardhani dalam paparannya menyebutkan GO-JEK percaya bahwa pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling tepat untuk memecahkan masalah ketimpangan ekonomi. "Di sini kami gunakan teknologi untuk menyetarakan kesempatan berusaha karena hal inilah yang sangat dibutuhkan oleh UMKM untuk mereka naik kelas,” katanya.

Dengan semangat awal bahwa inovasi digital adalah langkah untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kerakyatan, kini GO-JEK telah berhasil menghubungkan pengguna dengan lebih dari 1 juta mitra pengemudi, lebih dari 400 ribu merchant UMKM, serta lebih dari 30 ribu penyedia layanan lainnya di 167 kota dan kabupaten di Indonesia. 

“Dengan ekosistem kami, GO-JEK membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pencatatan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang lebih efisien,” tambah Astrid.

Berdasarkan survei dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2017, GO-JEK telah memberikan kontribusi sebesar Rp8,2 triliun terhadap perekonomian Indonesia yang disumbangkan melalui penghasilan mitra pengemudi dan Rp 1,7 triliun yang disumbangkan melalui penghasilan mitra UMKM. Para mitra UMKM ini pun mengalami peningkatan volume penjualan sebesar tiga kali lipat setelah mereka bergabung di GO-FOOD.

Menyadari bahwa terdapat banyaknya tantangan yang dihadapi UMKM Indonesia terutama dalam memulai bisnis dan meningkatkan skala bisnisnya, sejak tahun 2018 GO-JEK telah menginisiasi program pelatihan kewirausahaan bernama GO-JEK Wirausaha. Per November 2018, program percontohan (pilot program) ini telah dilakukan sebanyak 7 kali di 5 kota, dengan melibatkan hampir 700 UMKM. 

Di setiap pelatihannya, GO-JEK juga menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas, universitas, pemerintah di berbagai kota termasuk organisasi masyarakat Muslimat Nahdlatul Ulama yang dimana kerjasama tersebut tidak terbatas hanya pada pelatihan wirausaha yang ditujukan pada lebih dari 30 juta anggotanya, tetapi juga digitalisasi ekonomi di berbagai lingkungan Muslimat NU mulai dari koperasi, masjid, dan UMKM binaan di seluruh Indonesia.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma