telkomsel halo
finnet KTM

Belanja iklan TV naik 18,41% di Ramadan 2018

10:52:26 | 26 Jun 2018
Belanja iklan TV naik 18,41% di Ramadan 2018
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT SIGI Kaca Pariwara mengungkapkan hasil monitoring iklan televisi yang dilakukan Adstensity selama bulan Ramadan-Idul Fitri 2018 untuk belanja iklan seluruh industri mencapai Rp11,74 triliun atau meningkat secara year on year 18,41% dari belanja iklan pada periode Ramadhan-Idul Fitri 2017 (27 Mei – 25 Juni 2017) yang mencapai Rp9,91 triliun.

"Jika dilihat dari jumlah titik iklan, selama periode Ramadhan-Idul Fitri 2018 terdapat 356.099 titik iklan, atau naik 8,86% secara year on year dari momen yang sama tahun 2017 sebanyak 327.120 titik iklan," ungkap A. Sapto Anggoro dari SIGI Kaca Pariwara dalam keterangan (26/6).

Tahun ini, industri yang memiliki kontribusi terbesar dalam belanja iklan televisi adalah industri Personal Care (Perawatan Tubuh) yang menggeser posisi industri Minuman pada momen yang sama tahun sebelumnya.

Industri Personal Care berada pada posisi pertama dengan total kontribusi belanja iklan pada momen Ramadhan-Idul Fitri 2018 sebesar Rp2,70 triliun dari total belanja iklan televisi Rp11,74 triliun atau berkontribusi 22,98% dari keseluruhan belanja.

Sedangkan tahun lalu, industri Minuman belanja terbanyak sebesar Rp2,19 triliun dari total belanja iklan seluruh industri sebesar Rp9,91 triliun atau berkontribusi 22,05% dari keseluruhan belanja.

Hasil monitoring Adstensity menunjukkan bahwa pada bulan Ramadan-Idul Fitri 2018 total belanja iklan secara keseluruhan mencapai Rp11,74 triliun. Apabila dibandingkan dengan Ramadan 2017 lalu, tiga industri teratas masih sama, yaitu Personal Care (Perawatan Tubuh), Minuman (Beverage), dan Makanan Olahan (Refined Food).

Hanya saja pada Ramadan-Idul Fitri tahun 2018 ini yang menduduki posisi pertama adalah industri Personal Care yang menggeser posisi industri Minuman pada momen yang sama tahun sebelumnya.

Pada Ramadan-Idul Fitri 2018 industri yang masuk dalam Top 10 masih tetap sama, kecuali untuk industri Telekomunikasi dan Rokok yang digeser posisinya oleh industri Kosmetik dan Layanan Masyarakat pada Ramadhan-Idul Fitri 2018. Industri Personal Care berada pada posisi pertama dengan total belanja iklan sebesar Rp2,70 triliun, meningkat 31,31% dari belanja iklannya pada Ramadan-Idul Fitri 2017 yang sebesar Rp2,05 triliun.

Posisi kedua ada industri Minuman dengan total belanja iklan sebesar Rp2,57 triliun, meningkat 17,46% dari belanja iklannya pada Ramadan-Idul Fitri 2017 yang sebesar Rp2,19 triliun. Selanjutnya, industri Makanan Olahan menempati posisi ketiga dengan total belanja Rp 950 miliar (Rp 0,95 triliun) atau menurun 14,54% dibandingkan saat Ramadan-Idul Fitri 2017 yang sebesar Rp1,11 triliun.

Pendapatan Media  
Hasil monitoring Adstensity menunjukkan bahwa pada bulan Ramadan-Idul Fitri 2018 total belanja iklan televisi mencapai Rp11,74 triliun meningkat 18,41% apabila dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun 2017.

Pendapatan stasiun TV dari iklan selama Ramadhan 2018 yang paling tinggi diperoleh stasiun televisi RCTI yang berhasil mengumpulkan total pendapatan belanja iklan sebesar Rp1,74 triliun, meningkat 7,86% dari bulan Ramadhan 2017.  

Sedangkan peringkat kedua ditempati ANTV yang memperoleh pendapatan sebesar Rp1,56 triliun, naik 63,37% dibandingkan dengan pendapatan pada Ramadan 2017 dan ini merupakan kenaikan pendapatan yang paling besar diantara semua stasiun televisi nasional.

Peringkat ketiga ditempati oleh stasiun televisi SCTV memperoleh pendapatan dari iklan mencapai Rp1,51 triliun, turun 3,14% dibandingkan Ramadan 2017 dan SCTV menjadi satu-satunya stasiun televisi yang mengalami penurunan pendapatan iklan selama Ramadan 2018.

Indosiar dan MNC TV berada di tempat ke-4 dan ke-5 dengan pendapatan mencapai Rp1,48 triliun dan Rp1,38 triliun, atau masing-masing naik 28,58% dan 22,18% dari bulan Ramadan-Idul Fitri tahun 2017.

Telin
Data statistik di atas diperoleh Adstensity berdasarkan rekaman semua iklan televisi di 13 stasiun tv nasional yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TVOne, ANTV, Kompas TV, Net TV, dan TVRI.

Adstensity mencatat volume iklan dan harga iklan sesuai dengan data yang dipublikasikan (publish rate), sehingga nilai yang tercatat adalah nilai bruto.(id)

Tcash Merdeka
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom sigma
Kerjasama CSI