blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

Duuh, belanja iklan TV hanya tumbuh 0,43% di 2017

12:25:08 | 20 Jan 2018
Duuh, belanja iklan TV hanya tumbuh 0,43% di 2017
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Monitoring iklan televisi (TVC) Adstensity mencatat sepanjang tahun 2017, total belanja iklan di TV nasional mencapai angka Rp97,45 triliun atau tumbuh tipis sebesar 0,43 dibandingkan periode 2016 sebesar Rp97,03 triliun.

Adstensity menyatakan meski secara nilai belanja tumbuh tipis, namun jika diperhatikan dari jumlah titik iklan yang tayang di tahun 2017 yang tercatat sebesar 3.322.418 titik iklan, maka dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah titik iklan di tahun 2017 justru mengalami penurunan sebesar 10,05% dari 3.656.290 titik iklan.

"Hal ini menjadi unik karena ternyata kenaikan harga iklan secara rata-rata menjadi tidak menarik bagi pengiklan. Perlu diingat juga, semakin banyak pemasangan iklan yang dilakukan di media online dan media sosial, yang juga menandakan adanya alternatif pemasangan iklan di media selain stasiun televisi," kata CEO Sigi Kaca Pariwara A. Sapto Anggoro, dalam keterangan, kemarin.

Dari seluruh brand yang beriklan di televisi, selama periode Januari – Desember 2017, brand Walls merupakan brand dengan belanja iklan terbesar. Walls mengeluarkan biaya untuk beriklan di TV sebesar Rp1,76 triliun dalam setahun. Menyusul berikutnya, yaitu Dove dengan menghabiskan biaya sebesar Rp1,67 triliun untuk beriklan di TV selama tahun 2017. Posisi ketiga, yaitu Djarum dengan Rp1,20 triliun. Posisi keempat dan kelima yaitu Pond’s dan Clear dengan mengeluarkan jumlah biaya iklan di TV yang sama yaitu masing-masing Rp1,18 triliun.

Dari 10 besar, Adstensity mencatat 6 dari 10 top produk belanja iklan terbesar dalam belanja iklan 2017 merupakan produk keluaran Unilever. Keenam produk tersebut adalah Walls (brand dengan belanja iklan terbesar), Dove, Pond’s, Clear, Pepsodent dan Lifebouy. Dari keenam produk ini saja, Unilever mengeluarkan belanja iklan tv sebesar Rp7,94 triliun.

Untuk empat dari sepuluh brand belanja terbesar 2017, Djarum tercatat mengeluarkan Rp1,20 triliun, kemudian Sampoerna mencatat Rp1,15 triliun, PT. L'Oréal Indonesia melalui Garnier dengan Rp1,13 triliun, dan Grup Indofood melalui produk Indomie mencatat pengeluaran belanja iklan sebesar Rp1,05 triliun.

Walls sebagai brand dengan jumlah belanja iklan terbesar di tahun 2017 ambil bagian sebesar 1,80% dari seluruh biaya belanja iklan di TV. Dove dengan 1,71% menjadikannya posisi kedua sebagai top spender brand tahun 2017. Selanjutnya yaitu Djarum dengan 1,23%, Pond’s dan Clear masing-masing dengan 1,21%.

Dominasi MNC Grup  
Menurut hasil monitoring Adstensity selama 2017, RCTI menempati posisi teratas dalam total pendapatan media di tahun 2017. RCTI memperoleh pendapatan hasil belanja iklan sebesar Rp14,76 triliun.

Dibelakang RCTI ada SCTV yang tidak terpaut jauh memperoleh pendapatan sebesar Rp13,83 triliun. Posisi ketiga ada ANTV dengan perolehan pendapatan Rp11,90 triliun. Indosiar menempati posisi keempat dengan pendapatan Rp11,31 triliun. Dan posisi kelima adalah MNC TV dengan pendapatan sebesar Rp10,97 triliun. Untuk media tv lainnya dapat dilihat pada grafik diatas.

RCTI menguasai 15,15% dari total belanja iklan televisi selama 2017. SCTV memperoleh 14,20% dari total keseluruhan belanja iklan 2017. Tempat ketiga ada ANTV dengan 12,21%. Posisi keempat dan kelima yaitu Indosiar dan MNC TV masing-masing memperoleh 11,61% dan 11,26% dari total biaya belanja iklan di televisi selama 2017.

Untuk market share di antara grup media, Grup MNC dengan 3 stasiun televisi yaitu RCTI, Global TV dan MNC TV masih menguasai media iklan televisi dengan market share 34,44%. Grup SCM dengan 2 stasiun televisi yaitu SCTV dan Indosiar menyusul dengan 25,81%, disusul oleh Grup Viva dengan 2 stasiun televisi ANTV & TV One sebesar 17,69%, dan TransCorp dengan Trans TV dan Trans 7 sebesar 15,51%.

Stasiun televisi RCTI menjadi media dengan pendapatan iklan terbesar juga menjadi tempat favorit para brand untuk beriklan di televisi. Terbukti dari perolehan titik iklan, RCTI yang mengalahkan 12 stasiun televisi nasional lainnya. RCTI memperoleh 396.164 titik iklan sepanjang tahun 2017.

Posisi kedua yaitu SCTV dengan 360.001 titik iklan. Indosiar menempati posisi ketiga titik iklan terbanyak dengan 353.404 titik iklan dalam setahun. Menyusul kemudian MNC TV dan Global TV dengan masing-masing memperoleh 352.529 dan 343.199 titik iklan dalam setahun.

Asal tahu saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 adalah 5,02% dan untuk tahun 2017 diproyeksikan oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan RI sebesar 5,05%, yang berarti tumbuh tipis sebesar 0,03%. Ini artinya, angka pertumbuhan yang tipis ini juga terjadi di dalam pertumbuhan belanja iklan televisi.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma