telkomsel halo
finnet KTM

Laporan dari Orlando

32 menit menentukan bagi Satelit Merah Putih

04:15:00 | 07 Aug 2018
32 menit menentukan bagi Satelit Merah Putih
Satelit Merah Putih bersama roket Falcon 9 telah berada di area peluncuran, Florida, AS.(dok)
telkomtelstra januari - maret
ORLANDO (IndoTelko) - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tengah menanti peluncuran satelit Merah Putih pada tanggal 7 Agustus 2018 pukul 01.18 waktu Florida atau pukul 12.18 WIB ke slot orbit 108 derajat Bujur Timur (108 BT).

Saat ini posisi satelit bersama roket Falcon 9 Block 5 telah berada di launch pad alias area peluncuran Cape Canaveral Air Force Station, Florida.

Asal tahu saja, secara teori, peluncuran satelit terdiri dari beberapa tahapan dimana setiap stage memainkan peranan yang berbeda dan selalu mengundang ketegangan bagi pemilik satelit.

Tahapan pertama, kendaraan peluncur berisi roket-roket dan bahan bakar yang diperlukan untuk mengangkat satelit dan kendaraan peluncur ke angkasa. Roket-roket ini haruslah sangat kuat karena bobot dari kendaraan peluncur bisa mencapai ratusan ton. Setelah semua bahan bakar di tangki ini habis digunakan, stage satu tidak diperlukan lagi dan dibuang, dilepaskan jatuh ke Bumi.

Stage kedua berisi roket-roket yang lebih kecil yang akan menyala setelah stage satu selesai. Roket-roket stage kedua memiliki tangki bahan bakarnya sendiri. Stage kedua ini digunakan untuk mengirim satelit ke luar angkasa. Seperti pada stage satu, tangki dan roket dilepas dan dibuang ke atmosfer ketika bahan bakar sudah habis digunakan.

Berikutnya upper stage dari kendaraan peluncur dihubungkan ke tempat pembawa satelit, yang merupakan suatu wadah yang dilapisi metal, dan disebut fairing. Fairing berfungsi melindungi satelit saat proses peluncuran dan memudahkan kendaraan peluncur untuk menjelajah atmosfir Bumi.  

Fairing akan membuka ketika satelit berada diatas lapisan atmosfir dan terbakar ketika memasuki atmosfir. Roket-roket pada upper stage ini menyala setelah satelit berada di luar angkasa dan akan membawa satelit menuju titik orbit yang dituju.   

Setiap satelit berada di titik terjauh (apogee) maka roket utama yang terpasang di satelit dinyalakan. Begitu seterusnya sampai satelit mencapai ketinggian orbit yang diinginkan.

Selanjutnya panel surya mulai dibuka dan dikembangkan agar satelit mulai mendapat catuan listrik dari sinar matahari, kemudian diikuti dengan dibukanya antena komunikasi.

Menegangkan
"Teori peluncuran satelit memang seperti itu. Dalam waktu 32 menit setelah diluncurkan kita akan tahu nantinya misi ini sukses atau tidak. Ini akan menjadi menit-menit menegangkan bagi kami," kata Koordinator Proyek Satelit Merah Putih Hendra Gunawan dalam media briefing jelang peluncuran satelit Merah Putih oleh SpaceX, Minggu (5/8) kemarin di Orlando.

Dijelaskannya, untuk tahapan yang akan dialami satelit Merah Putih pasca dilesatkan ke angkasa yaitu dalam dua menit pertama roket pertama dari Falcon 9 selesai menunaikan tugasnya, disusul oleh roket kedua yang membawa satelit ke ketinggian 500 kilometer.

Rinciannya, sekitar menit kedua lebih beberapa detik setelah peluncuran, roket pertama dimatikan, disusul dengan pemisahan roket pertama dan roket kedua, kemudian roket kedua yang membawa satelit dinyalakan untuk kemudian meneruskan perjalanan.

Sedangkan roket pertama kemudian membalikkan diri sehingga dalam perjalanan turun seperti berjalan mundur, roket di bawah “kepala” di atas, tidak menukik sebagaimana normalnya roket meluncur turun.

Guna memuluskan proses ini, nantinya rocket engine dinyalakan kembali untuk pengereman sehingga kecepatan turunnya pesawat dapat dikendalikan sampai mendarat kembali dalam posisi tegak pada sekitar menit ke-9 setelah peluncuran atau mendarat 200 miles dari lokasi peluncuran.

"Proses kembali roket pertama itu yang banyak orang bilang seperti melihat roket sedang salto dari ketinggian 70 ribu meter," katanya.

32 menit menentukan bagi Satelit Merah Putih

Dikatakannya, Stage-1 dari sebuah mesin peluncur adalah badan utama yang merupakan bagian termahal dari sebuah pesawat peluncur. "SpaceX bisa bikin roket pertama itu re-use sampai 10 kali. Inovasi ini yang tak ada dimiliki wahana peluncur lainnya di dunia, sehingga wajar saja mereka bisa berikan efisiensi dari sisi biaya 25% bagi pemilik satelit," katanya.

Perjalanan
Lantas bagaimana perjalanan dari satelit merah putih menuju orbit 108 Bujur Timur pasca roket kedua selesai menunaikan tugasnya?

"Setelah separasi roket kedua dengan satelit atau tepatnya 32 menit pasca peluncuran, maka tugas SpaceX sudah selesai bagi Merah Putih. Kendali akan diambil oleh SSL (manufaktur satelit Merah Putih) untuk membawa satelit ini ke slot orbitnya. Butuh 11 hari untuk menuju slot orbit. Prediksinya 18 Agustus 2018, satelit merah putih sudah menempati slot orbit," katanya.

Perjalanan menuju slot orbit nantinya dimulai di hari pertama pasca peluncuran dengan membuka panel surya dari satelit merah putih untuk mengisi baterai dan menyalakan apogee beberapa kali agar bisa mencapai tempat yang dituju.

"Setelah menempati slot orbitnya akan ada in orbit test selama 30 hari untuk memeriksa semua komponen berjalan. Perkiraannya minggu ketiga September 2018, satelit Merah Putih sudah bisa komersial bagi Telkom Group," pungkasnya.

Satelit Merah Putih membawa 60 transponder aktif yang terdiri dari 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan.

Telkom Group akan memanfaatkan satelit Merah Putih  yang diperkirakan menelan investasi sebesar US$190 juta untuk menyediakan layanan backhaul Internet, telepon dan seluler. Semoga semua berjalan lancar.(dn)

 

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma