blanja.com
telkomsel halo
finnet KTM

RTB House adopsi Deep Learning 100% untuk ukur CTR

10:44:32 | 08 Nov 2017
RTB House adopsi Deep Learning 100% untuk ukur CTR
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - RTB House, perusahaan global penyedia teknologi retargeting mutakhir untuk pengiklan top dunia, baru-baru ini menerapkan algoritma baru untuk mengestimasi CTR dengan presisi tinggi.

Implementasi terbaru tersebut mampu memprediksi jumlah klik pada iklan, yang pada akhirnya memberikan hasil ROI yang lebih baik untuk para pelanggan.

Perkembangan tersebut menjadikan RTB House sebagai salah satu retargeter pertama yang secara luas memanfaatkan deep learning – sub-bidang penelitian AI yang paling menjanjikan.

Meningkatkan click-through rates (CTR, klik-tayang) dengan mudah adalah impian setiap digital marketer.
CTR, atau rasio klik pada sebuah banner terhadap jumlah impressions  keseluruhan, adalah salah satu metrik yang paling umum dalam sebuah kampanye iklan yang sukses.

Dengan memanfaatkan teknologi yang mampu memprediksi perilaku pengguna berdasarkan tindakan sebelumnya dan merekomendasi produk terbaik untuk pengguna tersebut, setiap brand dapat meningkatkan metrik CTR dan menjangkau calon pelanggan utamanya tanpa perlu menambah anggaran iklan.

Dengan teknologi deep learning, sebuah model pemrosesan yang terinspirasi dari neuron biologis dalam otak, memungkinkan RTB House untuk lebih dapat dipercaya dan lebih kaya dalam membuat profil pengguna melalui machine-interpretable  dari pembeli yang potensial, tanpa memerlukan bantuan manusia.

Algoritma yang baru diterapkan tersebut mampu memprediksi klik pengguna pada iklan dengan lebih akurat sehingga dapat meningkatkan jumlah klik keseluruhan sebesar 16.5% dengan batas anggaran yang sama.

CTR estimation marks adalah implementasi metode deep learning yang keempat di RTB House. Berkat pendekatannya yang inovatif, algoritma conversion rate danconversion value mampu meningkatkan kinerja keseluruhan dari kegiatan retargeting sebesar 29%. Selain itu, rekomendasi berdasarkan deep-learning  dapat meningkatkan efisiensi pemilihan produk sampai dengan 41% dibandingkan dengan kampanye yang tidak memanfaatkan metode tersebut.

Chief Technology Officer RTB House Bartłomiej Romański menekankan bahwa perubahan pada algoritma perusahaan memungkinkan teknologi retargeting untuk didukung oleh deep learning di setiap lini proses periklanan.

“Kerja keras telah mengantarkan kami pada titik di mana kami dapat menyatakan bahwa 100% algoritma kami dimotori oleh komponen deep learning, yang kemudian menawarkan klien kami gelombang efisiensi baru dalam kegiatan online mereka. Kami banyak belajar dari industri lain, seperti industri travel, di mana berbagai jenis metrik digunakan sebagai pertimbangan dan di mana pola pembelian pengguna bersifat dinamis dan sulit diprediksi. Dalam kasus ini, algoritma yang dimotori oleh deep learning dapat bereaksi dengan lebih baik lagi terhadap kebutuhan pengguna. Inovasi kami adalah peningkatan besar dibandingkan metode lain yang biasanya digunakan dalam retargeting,” ringkas Romański.

Menurut perkiraan belanja iklan digital Asia Pasifik yang disusun oleh eMarketer, belanja digital Asia Tenggara diprediksi akan meroket ke angka ganda di tahun 2017 dan 2018.

Dengan semakin bertambahnya jumlah perusahaan di kawasan Asia Pasifik yang mengadopsi teknologi iklan untuk meningkatkan conversion rates, semakin penting pula bagi marketers untuk mempertimbangkan cara yang paling efektif dan efisien untuk menjangkau dengan akurat audiens sasarannya dan menawarkan produk atau jasa yang mereka inginkan.(wn)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma