blanja 2019
telkomsel halo

Membatasi ruang gerak hoaks

12:35:00 | 27 Jan 2019
Membatasi ruang gerak hoaks
telkomsat
Aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) mulai memberlakukan pembatasan jumlah pesan yang bisa diteruskan (Forwarded) oleh seorang pengguna sebagai upaya mencegah penyebaran informasi palsu (Hoaks).

Jika biasanya satu pesan terusan WhatsApp dapat dikirim sebanyak 20 kali ke pengguna invididu atau pengguna grup, maka dengan aturan main baru ini dibatasi hanya menjadi 5 kali.

Menurut WhatsApp, cara ini terbukti efektif di India. Sehingga aktivitas meneruskan pesan berkurang sekitar 25%.

WhatsApp juga tengah mengkaji pembentukan hotline hoaks di Indonesia. Melalui hotline ini, nantinya pengguna WhatsApp bisa melaporkan dugaan konten atau informasi berbau hoaks yang diterimanya.

WhatsApp tak akan segan untuk memblokir akun yang ketahuan menyebarkan hoaks. Begitu pemeriksaan mitra dilakukan dan konten adalah hoaks, akun penyebar hoaks diblokir.

WhatsApp wajar bekerja keras melawan hoaks mengingat platform ini dianggap sebagai salah satu saluran yang banyak digunakan untuk menyebar pesan, baik itu berupa hoaks atau berita positif.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan sejak Agustus 2018 sampai 21 Januari 2019, menerima laporan konten hoaks yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp sebanyak 43 konten hoaks.  

Berdasarkan rekapitulasi tahunan, Kominfo paling banyak menerima aduan konten hoaks sebanyak 733 laporan di Tahun 2018.

Banyak Celah
Namanya pengguna internet (Warganet), selalu mencari celah atas sebuah pembatasan. Hal itu terlihat dari berbagai upaya mengakali kebijakan itu di lini masa.

Warganet menemukan, pembatasan pesan terusan maksimal 5 kali berlaku, jika kita meneruskan pesan tersebut dengan teknik sekaligus, atau seperti saat kita membuat pesan siaran ke berbagai kontak. 

Nah, kalau kita menggunakan trik meneruskan pesan WhatsApp tidak dengan sekaligus ke 5 kontak, beberapa pengguna masih bebas dari pembatasan. 

Beberapa trik yang masih bisa membuat pengguna lolos dari pembatasan yakni, mengirim pesan terusan satu per satu, tidak sekaligus ke 5 kontak. Dalam simulasi, pengguna tetap bebas meneruskan pesan terusan, tanpa muncul notifikasi maksimal 5 kali. 

Selain itu, pengguna dengan akun WhatsApp yang belum diperbarui bisa meneruskan pesan terusan mereka lebih dari 5 kali, meskipun dengan teknik pengiriman pesan secara sekaligus. Pengguna dengan akun WhatsApp yang belum diperbarui ke versi 2.18.327 masih bebas tanpa pembatasan.

Pembatasan pesan terusan WhatsApp masih bisa diakali melalui teknik pengiriman pesan dengan copy paste.

Mengurangi
Langkah yang dilakukan WhatsApp ini layak diapresiasi karena bisa membatasi ruang gerak dari penyebaran hoaks.

Perlawanan melawan Hoaks biasanya dengan tiga strategi yakni penegakkan hukum, teknologi, dan literasi digital.

Secara hukum, masyarakat harus selalu diingatkan ada konsekuensi terhadap tindakan menyebarkan, apalagi membuat konten hoaks. Walau mencoba mengakali penerusan pesan dengan Copy/paste, langkah ini malah bisa masuk kategori "membuat" konten yang konsekuensi hukuman menjadi lebih berat ketimbang kena pasal menyebarkan.

Meningkatkan literasi adalah cara yang harus terus digenjot terutama edukasi tentang verifikasi informasi yang diterima dan konsekuensi atas tindakan yang dilakukan.

Terakhir tentunya penegakan hukum atau aturan yang tegas dan adil bagi semua pihak. Jika semua ini dilakukan, warganet akan bisa memutuskan terhadap nasib informasi yang diterimanya, berhenti di genggaman atau diteruskan ke pihak lain.

Angkasa Pura 2
@IndoTelko  

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma