telkomsel halo
finnet KTM

Industri eCommerce tingkatkan kualitas talenta dengan idEA Works

08:25:53 | 14 Nov 2018
Industri eCommerce tingkatkan kualitas talenta dengan idEA Works
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA) meningkatkan kualitas talenta digital melalui idEA Works.

“idEA Works merupakan sebuah rangkaian kegiatan berupa workshop dan diskusi antara pelaku industri eCommerce di Indonesia, baik dengan kampus dan juga dengan perusahaan yang membutuhkan talenta sumber daya manusia berkualitas, yang mampu mengembangkan dunia industri ekonomi digital di Indonesia,” ujar   Ketua umum idEA Ignatius Untung, belum lama ini.

Dikatakannya, idEA Works ingin menjembatani kesenjangan yang terjadi antara talenta muda Indonesia dengan kebutuhan sumber daya manusia di industri ekonomi digital Indonesia.  

idEA Works sendiri merupakan medium untuk para pelaku industri eCommerce berbagi tentang talenta yang dibutuhkan di masa depan dunia ekonomi digital Indonesia dan bagaimana menjadi seoarang individu yang bisa berkembang baik secara personal maupun menjadi enabler dari pengembangan dunia ekonomi digital itu sendiri.  

Merunut pada riset yang dilakukan oleh Google, AT Kearney & Amvesindo pada tahun 2017, sektor industri ekonomi digital sudah menduduki posisi tiga besar investasi di Indonesia, setelah industri tambang minyak dan gas.

Tak hanya itu, data yang dirilis oleh The PPRO Payments and e-Commerce Report 2018, mencatat Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan e- commerce tertinggi di dunia, dengan angka fantastis sebesar 78%.

Data ini menjadi satu dasar bagi pelaku industri ekonomi bahwa ada kebutuhan yang mendasar untuk talenta berkualitas yang siap bersaing dengan talenta impor, di tengah gencarnya investasi asing di industri ekonomi digital Indonesia.

Ketua Bidang Human Capital Development idEA Sofian Lusa, mengungkapkan hasil riset idEA di bidang company employment menyebutkan bahwa banyak peran kunci di dalam industri ekonomi digital sulit ditemukan dan dikelola.

Hal ini bisa dilihat dari tingginya angka turn over di sebuah perusahaan dalam industri terkait, sulitnya menemukan talenta terbaik di industri, hingga kompetisi pasar yang cukup sengit dikarenakan para talenta muda terbaik lebih memilih untuk bekerja di perusahaan unicorn yang bisa memberikan gaji besar dan fasilitas tanpa batas.

“Ada kesenjangan yang besar di dunia kerja yang butuh diselesaikan. Sebagai bagian dari industri ekonomi digital Indonesia, kami berkomitmen untuk membangun jembatan demi mengurangi kesenjangan yang terjadi antara pelaku industri dan talenta,” tambah Sofian.

Diungkapkannya, ada 87% lulusan SMA yang memilih jurusan kuliah tanpa alasan yang mendasar. 36% dari jumlah tadi memilih jurusan hanya berdasar pada minat dengan jurusan tersebut. 

“Ini merupakan akibat dari contextless learning di Indonesia. Hasil akhirnya, kebanyakan lulusan universitas di Indonesia ditempatkan sebagai lulusan yang pas-pas-an¸ atau mediocre graduates. Ini yang juga menjadi salah satu sebab angka pengangguran terbuka lulusan perguruan tinggi di Indonesia hingga semester satu di tahun 2018 mencapai 800.000 orang,” tambah Sofian.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma