blanja.com

Smart city butuh kolaborasi dari ekosistem

11:40:26 | 10 Jul 2018
telkom solution travel
Smart city butuh kolaborasi dari ekosistem
Suasana kunjungan pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama beberapa pejabat Perusahaan Gas Negara (PGN) dan perwakilan Pemerintah Daerah ke Living Lab Smart City Nusantara, beberapa waktu lalu.(ist)
finnet KTM
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Kolaborasi dan sinergi merupakan sebuah keharusan dalam percepatan implementasi smart city di Indonesia.

Hal ini menjadi penting karena implementasi smart city pada sebuah kota tidaklah hanya bergantung pada Pemerintah Daerah terkait, melainkan juga pada peran Pemerintah Pusat, industri atau technology partner, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat kota tersebut.

"Kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan sinergi ini saat ini telah memunculkan inisiasi - inisiasi smart city yang melibatkan beberapa pihak dan lintas sektoral," ungkap Manager Smart City Experience Management Divisi Government Service Telkom Harun Triyantoro usai mendampingi kunjungan beberapa pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang datang bersama beberapa pejabat Perusahaan Gas Negara (PGN) dan perwakilan Pemerintah Daerah yaitu Pemkot Balikpapan, Pemkab Kulon Progo, Pemkot Yogyakarta, Pemkot Bontang dan Pemkot Pontianak ke Living Lab Smart City Nusantara, beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini merupakan salah satu dari tahapan sinergi implementasi smart city oleh Bappenas sebagai bagian dari upayanya mensinergikan perencanaan di tingkat pusat dan daerah sehingga dalam pelaksanaannya dapat saling memperkuat dan mempercepat pencapaian target yang diinginkan, khususnya untuk implementasi smart city yang berkelanjutan di Indonesia.

Bappenas sebagai salah satu stakeholder dalam pengembangan smart city menyatakan bahwa implementasi smart city seharusnya mempercepat layanan publik serta meningkatkan produktifitas kota, agar kota bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi (smart economy).

Sementara itu, konsep smart economy berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah city branding (produk unggulan, SDM, karakter sosial dan budaya), melalui e-business (mengembangkan peran layanan sistem informasi industri dalam meningkatkan nilai tambah perekonomian kota), meningkatkan kemampuan inovasi sumber daya manusia dalam inovasi dan kewirausahaan serta elektronifikasi (transaksi manual menuju ke transaksi online).

"Membangun sebuah Kota yang cerdas (smart city) bukanlah membangun teknologi yang canggih saja, namun lebih kepada membangun mindset dan pola pikir masyarakat untuk berpikir tentang sebuah kota yang maju dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), melalui ekosistem pemerintah, industry dan masyarakat," ulasnya.

Smart city butuh kolaborasi dari ekosistem

Dalam hal ini, adanya keterlibatan masyarakat dalam pemecahan masalah di daerah menjadi salah satu kunci sukses bagaimana menjadi penopang kota yang cerdas (smartcity). Kota dimana masyarakatnya tidak hanya meminta penyelesaiannya kepada pemerintah sebagai policy maker, namun terlibat dalam penyelesaiannya.  

Karena itu perlu dimulai secara bertahap melalui pemecahan bersama masalah-masalah yang ada di masyarakat. Disisi lain, masyarakat juga diapresiasi dengan kemampuan inovasi dan terobosannya jika berhasil membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah-masalah pembangunan.

Harapannya membangun smart city adalah membangun kota yang mampu mengkolaborasikan energi-energi positif dari masyarakatnya dalam kreatifitas, teknologi, budaya menjadi sebuah nilai tambah yang mampu menjadi solusi bagi masalah-masalah daerah.

Dalam hal ini ada tiga kata kunci yang harus diraih untuk menjadi Kota yang cerdas, yaitu mendorong masyarakatnya menjadi lebih produktif (productivity), mendorong masyarakatnya menjadi lebih nyaman untuk tinggal (liveable) dan mendorong keberlanjutan (sustainability) dalam aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.(ad)

Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
300x250-UNL5000-sahur.jpg
More Stories
telkom smart city
telkom sigma
telkom DBS / liputan khusus