Mengintip strategi XL kembangkan IoT untuk Industri 4.0

09:42:00 | 05 Nov 2018
telkom solution travel
Mengintip strategi XL kembangkan IoT untuk Industri 4.0
Chief Enterprise dan SME XL Axiata, Kirill Mankovski (dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – PT XL Axiata Tbk (XL) mengaku serius mengembangkan Internet of Things (IoT) untuk mendukung pelaku usaha di Indonesia menyambut era revolusi Industri 4.0

Chief Enterprise dan SME XL Axiata, Kirill Mankovski menjelaskan Anak usaha Axiata ini menawarkan solusi IoT yang lengkap, mulai dari IoT Platform sampai solusi siap pakai misalnya “Fleet Management Services”, “Hajj Tracker”, dan juga beberapa solusi untuk agrikultur, manajemen bangunan, dan sebagainya

“Kita mengembangkan IoT dengan konsep berkelanjutan. Kita dengar kebutuhan di masyarakat, kehidupan sehari-hari, kita coba perbaiki, meningkatkan produktifitas dan kita tuangkan itu ke dalam prototype,” ungkapnya kepada IndoTelko, belum lama ini.

Ditambahkannya, XL tak hanya berhenti di prototype, tetapi juga mencoba memasarkan inovasi dan use case berbasis IoT kepada konsumen terutama untuk sektor Agribusiness, logistik, dan Smart building.

Menurutnya, IoT menjadi satu di antara pilar penting bagi pelaku bisnis di Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0. 

“Kita percaya bahwa IoT tidak bisa berdiri sendiri melainkan perlu dukungan ekosistem yang kuat. Dalam hal ini dukungan pemerintah juga harus kuat. Konsep IoT kita selain berkelanjutan, juga mengembangkan ekosistem  dalam hal perangkat, penyedia jasa, platform, serta komunitas, dan  konsumen,” ulasnya.

Diungkapkannya, saat ini XL sudah punya trial untuk IoT di Wonogiri sejak 2017,  Flex IoT (Platform) diluncurkan Agustus 2018, Fleetech (Fleet Management), dan Hajj Tracker.

Aplikasi Hajj Tracker dibidik untuk orang yang pergi haji atau umroh yang akan memudahkan mengetahui posisi jemaah dan juga untuk kebutuhan emergency. 

Selain itu berbagai industri juga sudah menggunakan layanan XL, terutama di sektor perbankan atau pembayaran untuk  connect M2M, EDC, dan lainnya.

Ditambahkannya, XL percaya dalam mengembangkan IoT tergantung dari dukungan komunitas. “Seperti bulan September lalu, kita punya hackathon, dimana semua menggunakan FLEX IOT, ada 18 tim dari seluruh Indonesia yang ikut.  Ajang ini dimanfaatkan XL Axiata untuk mendapatkan ide-ide dan inovasi baru yang diharapkan akan menjadi sebuah terobosan baru yang nantinya akan bisa bermanfaat. Kita mengajak para developer untuk berkembang bersama dalam sebuah ekosistem,” katanya.

Diprediksinya, IoT menjadi bisnis yang menjanjikan dimana pendapatannya akan tumbuh 18% sampai 2021.  Belum lagi, ada prediksi di seluruh dunia bahwa jumlah device IoT akan lebih dari 20 miliar perangkat dimana artinya akan ada 3 device per orang nantinya.(sg)

 

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom smart city
telkom sigma
telkom DBS / liputan khusus