Aplikasi Logtan diandalkan digitalisasi pertanian

09:34:41 | 11 Jul 2018
telkom solution travel
Aplikasi Logtan diandalkan digitalisasi pertanian
Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno memperhatikan penjelasan demo aplikasi Logistik Tani (LOGTAN) dari Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kanan) saat Peresmian KPresiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini M. Soemarno memperhatikan penjelasan demo aplikasi Logistik Tani (LOGTAN) dari Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kanan) saat Peresmian Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Sliyeg Kabupaten Indramayu Jawa Barat, ewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian di Sliyeg Kabupaten Indramayu Jawa Barat, belum lama ini.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) -  Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) menggandeng sejumlah perusahaan “pelat merah” untuk mengangkat kesejahteraan petani lewat program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Pertanian.

Program ini diimplementasikan di sembilan Kabupaten di Jawa Barat yakni Indramayu, Karawang, Purwakarta, Maja­lengka, Sumedang, Cianjur, Gar­ut, Ciamis, dan Tasikmalaya.

Program Kewirausahaan dan Digitalisasi Pertanian telah diresmikan Presiden Joko Widodo di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada awal Juni 2018. Lebih dari 7 ribu petani di Sliyeg dilibatkan dalam program itu sehingga memungkinkan penyerapan beras petani dengan harga yang baik.

Salah satu arahan Presiden kala meresmikan program tersebut adalah, kewirausahaan pertanian harus memiliki skala yang besar untuk memastikan efektivitas dan nilai tambah bagi petani.

Lewat Program tersebut, diyakini bisa meningkatkan posisi para petani, dari sebagai penggarap lahan yang tidak memiliki akses pasar dan kendali pada harga produksi, menjadi pemilik bersama atas entitas bisnis dengan model yang memberikan keuntungan maksi­mal bagi para petani.

"Tahap-tahap awal yang menjadi kunci program Kewirausahaan Pertanian telah diwujudkan dalam bentuk piloting berupa entitas-entitas bisnis PT Mitra BUMDES Bersama (MBB) berbasis kerjasama komunitas di sebelas kecamatan dalam sembilan ka­bupaten," papar Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Far­masi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, belum lama ini.

Diungkapkannya, KBUMN bersama sejumlah perusahaan negara akan terus melakukan proses edukasi dan sosialisasi sistem digital pertanian hingga September 2018.

“Kemudian pada Oktober dan November diharapkan proses pengalihan pola petani menjual gabah menjadi petani menjual beras sudah bisa terjadi pada panen raya di Sliyeg, Harapannya pada 2019, perluasan program Kewirausahaan Pertanian dan Digitalisasi Sistem Pertanian sudah bisa diimplementasikan ke seluruh kabupaten di Indonesia,” katanya.

Ditambahkannya, masing-masing perusahaan negara memiliki peran dalam aksi  ini. Peran perbankan untuk aspek permodalan, pembinaan dan teknologi oleh Telkom bersama sejumlah BUMN sektor Pangan.  

Aplikasi Logtan
Direktur Digital & Strategic Portfolio Telkom David Bangun optimistis, program ini membantu meningkatkan kesejahteraan para petani. Terlebih, pembinaan dan digitalisasi sistem pertanian dikembangkan Telkom Indonesia, sistemnya terintegrasi melalui aplikasi digital pertanian yang disebut Logistik Tani (Logtan).

Aplikasi Logtan dapat melakukan pendataan petani, lahan, dan aktivitas pertanian lainnya yang dapat digunakan dalam pemrosesan layanan pertanian seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat), AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi), penyerapan beras, serta pembelian saprotan (sarana produksi pertanian).

"Informasi yang terekam dalam Logtan telah divalidasi langsung ke lapangan dan dilengkapi dengan dokumen pendukung (foto petani, foto lahan, dokumen KTP, dan dokumen KK)," terangnya.

Digitalisasi sistem Pertanian akan membuat pengelolaan bisnis yang modern dalam Kewirausahaan Pertanian, termasuk pemanfaatan perangkat ERP (Enterprise Resource Plan­ning) dan POS (Point of Sales) oleh petani.

ERP memungkinkan alur pendanaan, bahan baku, produksi, dan sistem pendukung dapat diperbaharui secara cepat dan dipantau secara akurat.

Sementara POS akan memudahkan proses penjualan dan pemantauan data-data penjualan. POS telah terintegrasi dengan ERP, sehingga seluruh aktivitas MBB di seluruh Indonesia da­pat teragregasi dan termonitor langsung untuk level nasional. Dengan skala penyerapan yang memadai, Mitra BUMDes juga dapat melakukan akses pasar dan memberikan harga yang lebih menguntungkan bagi petani.

PT Pertani meyakini produksi beras nasional akan mengalami peningkatan dengan adanya perbaikan sarana pengelolaan pertanian salah satunya melalui sistem logistik tani (logtan).

"Kalau kita perbaiki penyediaan sarana pertaniannya dengan tepat waktu, tepat jumlah itu akan meningkatkan minimal 20% produksi," kata Direktur Utama Pertani Wahyu.

Program kewirausahaan dan digitalisasi pertanian ini didukung oleh sinergi sejumlah BUMN, diantaranya Telkom, PT Pupuk Indonesia (Persero), Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, Perum Bulog, RNI, Askrindo, Jasindo, Pertani, Sang Hyang Seri, Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Mitra BUMDes Bersama (MBB).(ad)

Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
H_300x250.png
More Stories
telkom smart city
telkom sigma
telkom DBS / liputan khusus