☰
✕

Hayomoto rayakan 9 Tahun, hadirkan Shutterace 2026 dan kolaborasi industri kreatif

JAKARTA (IndoTelko) - Hayomoto Photography Community merayakan hari jadinya yang kesembilan melalui Hayomoto 9th Anniversary 2026 di Roemah Umara Veteran, Jakarta Selatan, pada 6-8 November 2026.

Mengusung semangat “From Image to Impact”, acara selama tiga hari ini mempertemukan fotografer, videografer, content creator, profesional kreatif, brand, pelaku usaha, komunitas, hingga institusi dari berbagai sektor.

Rangkaian kegiatan mencakup photography talks, workshop, community gathering, Hayomoto Market, serta Shutterace 2026 yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua. BNI menjadi sponsor utama, didukung Roemah Umara sebagai venue dan collaboration partner serta National Geographic Indonesia sebagai media partner.

Founder Hayomoto sekaligus fotografer profesional, Martha Suherman, mengatakan komunitas tersebut dibangun sebagai ruang terbuka bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan pada fotografi, tanpa dibatasi merek kamera, genre, wilayah, profesi, usia, maupun tingkat pengalaman.

Menurutnya, fotografi bukan sekadar kegiatan menghasilkan gambar, tetapi juga sarana komunikasi, pembelajaran, dan pertukaran perspektif.

Saat ini, Hayomoto memiliki lebih dari 600 anggota aktif dan lebih dari 19.400 pengikut di Instagram. Jaringan komunitasnya juga telah menjangkau sejumlah negara, termasuk Jepang, Austria, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Shutterace 2026 Angkat Isu Lingkungan

Salah satu agenda utama perayaan tahun ini adalah Shutterace 2026, kompetisi fotografi langsung di lokasi atau on-the-spot photography challenge.

Dengan tema “Earth: Under Construction”, peserta ditantang merespons sembilan tantangan di delapan lokasi dalam waktu terbatas. Tema tersebut mengangkat hubungan manusia dan lingkungan di tengah pertumbuhan populasi, pembangunan, perubahan pola konsumsi, pergeseran fungsi ruang, serta tekanan ekologis.

Melalui semangat “From Image to Impact”, peserta diajak menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan cerita, membangun kesadaran, dan mengajak masyarakat memperhatikan persoalan di sekitarnya.

Martha mengatakan Shutterace dirancang untuk melatih kepekaan fotografer dalam melihat manusia, lingkungan, ruang, dan berbagai peristiwa.

Talkshow dan Workshop Lintas Industri

Hari pertama, Jumat (6/11), diisi Photography Talks dan Opening Ceremony. Sejumlah sesi diskusi mempertemukan perspektif fotografi dengan media, lingkungan, seni, kriya, fashion, budaya, dan kehidupan perkotaan.

Beberapa sesi yang dihadirkan antara lain “Make Every Frame Matter” bersama Didi Kasim, Editor in Chief National Geographic Indonesia, dan wildlife photographer Basrie Kamba.

Ada pula diskusi “The Value of Art”, “Alternative Photography Studio”, “The Art of the Message”, “Back to Analog”, serta “Documenting a City That’s Disappearing”. BNI sebagai sponsor utama turut menghadirkan sesi “Capture The Present, Frame of Fortune”.

Pada hari kedua, Sabtu (7/11), kegiatan berlanjut dengan workshop fotografi, antara lain Stroboscopic Photography with Broncolor bersama Martha Suherman, Behind the Runway: The Art of Fast Manual Focus bersama Panji Indra Permana, Macro Photography bersama Yensen Tan, serta The Human Angle bersama Agnest Riansyah.

Salah satu agenda yang menarik adalah “Lens War: Meet the Shooters — Fashion Show Challenge”. Dalam kegiatan ini, sejumlah fotografer yang biasanya berada di balik kamera justru tampil sebagai model dalam peragaan busana.

Beberapa fotografer yang terlibat antara lain Martha Suherman, Narendi, Silva Sandiarini, Robbie Sumantri, Gung Ama, Arbain Rambey, Gala Indiga, Aries Lukman, dan Hardianto Budiman.

Kegiatan tersebut juga melibatkan brand fashion lokal seperti Oline Workrobe, KEE, Struuups, dan Craft Denim. Konsep ini mempertemukan fotografi, fashion, ekspresi personal, serta pelaku industri kreatif lokal.

Agenda hari kedua turut mencakup permainan komunitas, penghargaan 9 Challenge & Photographer of the Year, pengenalan Hayomotion, serta workshop teknik analog dan digital darkroom hingga wetprint bersama Heret F dan Pujo.

Shutterace Menjadi Puncak Perayaan

Minggu (8/11), rangkaian acara mencapai puncaknya melalui Shutterace 2026 dengan sembilan tantangan fotografi di delapan lokasi. Setelah menyelesaikan tantangan, peserta melanjutkan proses editing dan pengumpulan karya untuk dinilai oleh juri.

Selama proses penjurian, Hayomoto juga menggelar Bapack-Bapack Meet Up “Hayogears” yang mempertemukan sejumlah fotografer dan pegiat fotografi, antara lain Erwin Chuy, Mukti Ariawan, Aditya Key, Krisrawitno, Robbie Sumantri, Enche Tjin, dan Donovan Laoh.

Panitia Hayomoto 9th Anniversary sekaligus anggota komunitas, Indra Pramadi, menjelaskan Hayogears menjadi ruang informal untuk berbagi pengalaman mengenai perangkat, pendekatan, dan gaya fotografi.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan untuk membandingkan perangkat yang digunakan, melainkan membuka kesempatan bertukar wawasan dan membangun kolaborasi.

Seluruh rangkaian Hayomoto 9th Anniversary 2026 ditutup dengan pengumuman pemenang Shutterace dan closing ceremony.

Melalui perayaan ini, Hayomoto ingin memperkuat perannya sebagai komunitas fotografi yang terbuka sekaligus menjadi ruang pertemuan lintas profesi dan industri kreatif. (mas)