☰
✕

Fortinet perkuat keamanan AI, cegah kebocoran data dan serangan siber

JAKARTA (IndoTelko) - Fortinet memperkenalkan FortiGuard Inline AI Security Service, layanan keamanan berbasis cloud yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perusahaan.

Layanan ini terintegrasi dengan FortiGate untuk menghadirkan pemantauan aktivitas AI, mendeteksi ancaman khusus AI, serta mencegah kebocoran informasi sensitif tanpa mengharuskan pelanggan membangun infrastruktur keamanan terpisah.

Pengembangan tersebut juga memperluas kapabilitas FortiAIGate, termasuk pengendalian akses, kepatuhan, pemantauan penggunaan shadow AI, dan pengawasan agen AI.

Founder, President, and Chief Technology Officer Fortinet, Michael Xie, mengatakan perusahaan membutuhkan sistem keamanan yang mampu mengikuti peningkatan penggunaan AI di lingkungan bisnis.

Menurutnya, integrasi inspeksi dan mekanisme pengamanan AI melalui FortiGate memungkinkan organisasi memanfaatkan infrastruktur yang sudah tersedia. Sementara FortiAIGate memberikan fleksibilitas penerapan sesuai kebutuhan biaya, kinerja, privasi, dan kedaulatan data.

Melalui FortiGuard Inline AI Security Service, sistem dapat memeriksa prompt dan data secara real-time serta menerapkan kebijakan keamanan pada interaksi dengan agen AI, large language model (LLM), dan perangkat Model Context Protocol (MCP).

Teknologi ini juga memperluas perlindungan dari sekadar mendeteksi penggunaan shadow AI dan menerapkan kebijakan data loss prevention (DLP). Sistem dapat memeriksa konten interaksi AI dan menyamarkan informasi sensitif sebelum data tersebut terekspos.

Kontrol Ancaman dan Aktivitas Agen AI

Fortinet menilai penggunaan LLM dan agen AI otonom di lingkungan produksi menghadirkan risiko baru karena teknologi tersebut dapat mengakses data sensitif, aplikasi bisnis, serta alur kerja penting perusahaan.

Perangkat keamanan tradisional umumnya memeriksa alamat IP, tanda tangan ancaman, dan payload, tetapi belum tentu mampu memahami konteks prompt maupun respons AI.

Melalui FortiAIGate, Fortinet menghadirkan titik kontrol antara aplikasi dan model AI untuk menganalisis interaksi serta menerapkan kebijakan berdasarkan model, aplikasi, peran pengguna, dan konteks bisnis.

Sejumlah kemampuan yang ditawarkan mencakup pemblokiran serangan AI dan kebocoran data secara real-time. Inspeksi dilakukan terhadap prompt, respons model, komunikasi dengan tool MCP, aktivitas API, hingga tindakan agen AI.

Pemeriksaan juga mencakup berbagai format, mulai dari teks, gambar, audio, video, hingga kode. Kapabilitas DLP yang diperluas diklaim mampu mendeteksi 35 jenis informasi identitas pribadi (personally identifiable information/PII) dan data rahasia. Organisasi dapat memberikan peringatan, menolak permintaan, atau menyamarkan informasi sensitif.

Selain keamanan, FortiAIGate menyediakan pengendalian penggunaan dan pengeluaran AI. Administrator dapat menetapkan izin penggunaan model, anggaran, batas pengeluaran, serta batas laju permintaan (rate limit) berdasarkan organisasi, proyek, ruang kerja, atau pengguna.

Sistem juga dapat memblokir prompt berbahaya dan serangan Denial-of-Wallet sebelum menghabiskan token maupun sumber daya komputasi GPU. Fitur perutean cerdas memungkinkan permintaan diarahkan ke model yang sesuai berdasarkan konten, kebijakan, dan biaya.

Untuk kebutuhan tata kelola, platform menyediakan ruang kerja khusus bagi setiap tim atau unit bisnis dengan pengaturan kebijakan, model, log, peran, dan izin masing-masing. Administrator tetap dapat memantau seluruh aktivitas melalui kendali terpusat.

FortiAIGate juga dilengkapi lebih dari 50 kebijakan siap pakai yang mencakup kerangka tata kelola AI, regulasi privasi data, aturan industri, dan standar keamanan. Setiap aktivitas dapat dicatat secara terperinci untuk mendukung proses audit.

Dukung Kedaulatan Data

Fortinet turut menyediakan kemampuan pemantauan agen AI yang beroperasi di lingkungan perusahaan. Organisasi dapat melihat interaksi agen dengan aplikasi, API, perangkat, data, dan server MCP.

Untuk perusahaan dengan persyaratan privasi dan kedaulatan data yang ketat, FortiAIGate dapat diterapkan secara mandiri (self-hosted) di lingkungan on-premises maupun cloud milik organisasi. Penerapannya menggunakan Kubernetes dengan GPU NVIDIA, sehingga prompt, respons, data, dan log dapat tetap berada di lingkungan perusahaan.

Chief Analyst LoneStar Advisory & Research, Will Townsend, menilai pendekatan gateway terpadu dapat mengurangi kompleksitas pengelolaan keamanan AI.

Menurutnya, penggabungan keamanan AI, tata kelola, pengendalian biaya, dan pemantauan agen dalam satu gateway mengurangi kebutuhan penggunaan perangkat yang terpisah. Integrasi teknologi Virtue AI juga disebut memperkuat mekanisme pengamanan dan kinerja untuk mendukung penerapan AI di lingkungan produksi.

Fortinet menyatakan FortiAIGate dan FortiGuard Inline AI Security Service melengkapi kapabilitas keamanan perusahaan yang mencakup jaringan, aplikasi, cloud, data, identitas, dan operasi keamanan.

Integrasi tersebut ditujukan untuk membantu organisasi mengelola risiko penggunaan AI di berbagai pengguna, aplikasi, model, dan agen AI, sekaligus memenuhi kebutuhan kinerja, privasi, kepatuhan, serta kedaulatan data. (mas)