☰
✕

Indosat jadi perusahaan Indonesia dengan Peringkat tertinggi Fortune 100 Asia Tenggara

JAKARTA (IndoTelko) - Sebanyak 28 perusahaan di Indonesia masuk dalam daftar Fortune 100 Best Companies to Work For™ Southeast Asia 2026 yang dirilis Fortune bersama Great Place To Work®. Indosat Ooredoo Hutchison menjadi perusahaan asal Indonesia dengan posisi tertinggi, yakni peringkat ke-50.

Posisi Indosat meningkat sembilan tingkat dibandingkan pemeringkatan sebelumnya yang menempatkan perusahaan di urutan ke-59. Saat ini, Indosat melayani sekitar 94 juta pelanggan dan terus mengembangkan strategi sebagai perusahaan telekomunikasi berbasis kecerdasan buatan atau AI-native telco.

Transformasi tersebut mencakup pengembangan infrastruktur komputasi awan dan kecerdasan buatan untuk melengkapi jaringan seluler yang dimiliki perusahaan.

Pemeringkatan yang memasuki tahun kedua ini menggunakan metodologi Fortune 100 Best Companies to Work For, yang mengacu pada riset Great Place To Work mengenai lingkungan kerja di Amerika Serikat sejak 1998.

Daftar 2026 disusun berdasarkan survei rahasia terhadap 1.322.537 karyawan di 10 negara Asia Tenggara.

Managing Director Great Place To Work Southeast Asia and ANZ, Evelyn Kwek, mengatakan perusahaan perlu membangun budaya kerja yang kuat agar potensi tenaga kerja Indonesia dapat dioptimalkan.

Menurutnya, investasi teknologi baru perlu diimbangi dengan pengembangan budaya kerja untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan. Kenaikan posisi Indosat dalam pemeringkatan tersebut dinilai menunjukkan pentingnya budaya kerja dalam mendukung transformasi teknologi.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh investasi infrastruktur, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Tujuh Perusahaan Masuk 10 Besar

Dari 10 perusahaan teratas dalam pemeringkatan Asia Tenggara 2026, tujuh di antaranya telah memiliki sertifikasi Great Place To Work di Indonesia.

DHL menempati posisi pertama, diikuti Hilton pada peringkat kedua dan Marriott International di posisi ketiga. Selanjutnya, Cisco berada di urutan keempat, Capella Hotels and Resorts di posisi kelima, Schneider Electric di peringkat keenam, serta Allianz di posisi kesepuluh.

Sektor manufaktur juga mendominasi daftar perusahaan Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Syngenta di posisi ke-13, SC Johnson di peringkat ke-52, Alcon di urutan ke-58, dan Universal Robina Corporation di posisi ke-82.

Sementara itu, sektor kesehatan dan farmasi diwakili Servier pada peringkat ke-25, MSD di posisi ke-49, Medtronic di urutan ke-54, Becton Dickinson di peringkat ke-93, serta Galderma di posisi ke-98. (mas)