JAKARTA (IndoTelko) Pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung pertanian di kawasan Subak Sembung, Denpasar Utara, Bali, menarik perhatian delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE). Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari, Pertamina mengintegrasikan energi surya dan mikrohidro untuk mendukung irigasi, operasional pertanian, hingga pengolahan hasil panen.
Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA) memanfaatkan aliran sungai melalui teknologi mikrohidro yang dipadukan dengan panel surya. Sistem ini mendukung pengairan lahan seluas 10,26 hektare, sekaligus memasok energi untuk kegiatan pertanian dan penerangan kawasan persawahan.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari Wayan Sukadana mengatakan, teknologi sensor kelembapan tanah membantu petani menentukan kebutuhan air secara lebih tepat. Dengan demikian, penggunaan air menjadi lebih efisien, terutama saat musim kemarau.
Selain irigasi, petani juga memanfaatkan energi bersih untuk mengoperasikan traktor listrik berbaterai sebagai alternatif mesin pertanian berbahan bakar diesel. Pertamina turut menyerahkan mesin penggiling padi elektrik berkapasitas hingga 200 kilogram per jam untuk membantu meningkatkan efisiensi pengolahan hasil panen.
Dari sisi ekonomi, 185 petani mengelola kawasan Subak Sembung saat ini, dan kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi langsung kepada lebih dari 400 warga. Melalui kegiatan pertanian dan pariwisata, KUB bersama petani setempat mampu menghasilkan pendapatan lebih dari Rp585 juta per tahun.
Salah satu komoditas unggulan kawasan ini adalah beras Mentik Susu yang menyasar pasar premium. Kawasan tersebut juga berkembang sebagai destinasi aktivitas masyarakat dengan jalur joging sepanjang 2,4 kilometer dan 43 titik lampu otomatis yang ditenagai SIUMA.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menyampaikan, model pemberdayaan masyarakat di Uma Palak Lestari mendapat respons positif dari delegasi ASCOPE. Menurut Arya, delegasi dari Timor Leste turut menggali konsep pengelolaan program dan potensi pendapatan petani untuk dipelajari lebih lanjut.
Dari sisi program nasional, DEB Uma Palak Lestari merupakan bagian dari upaya Pertamina mengembangkan energi terbarukan berbasis potensi lokal untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat. Secara nasional, Pertamina telah mengembangkan 310 titik Desa Energi Berdikari, dengan 62 desa di antaranya telah mencapai tahap mandiri setelah menjalani pendampingan sekitar tiga hingga lima tahun.
Melalui program ini, Pertamina mendorong pemanfaatan energi bersih tidak hanya untuk mendukung transisi energi, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas peluang ekonomi, dan memperkuat kemandirian masyarakat. (mas)