JAKARTA (IndoTelko) - TelkomGroup bersama PT PLN (Persero), Danantara Indonesia, dan mitra pengelola kawasan industri terpadu mendorong pengembangan National AI Data Center Hub untuk memperkuat infrastruktur digital berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) dan pengelola kawasan industri terpadu, serta antara Telkom dan PLN pada 27 Oktober 2026. Inisiatif ini diumumkan dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta.
Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Irwan Rei, mengatakan pengembangan infrastruktur AI berskala nasional membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari BUMN, penyedia infrastruktur, mitra teknologi, hingga investor.
Menurutnya, Danantara berperan mengoordinasikan ekosistem tersebut agar pengembangan teknologi tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong pemanfaatan dan penciptaan nilai bagi industri nasional.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menambahkan bahwa perkembangan AI membutuhkan dukungan komputasi berskala besar yang terintegrasi dengan data center, konektivitas, energi, dan layanan cloud.
Melalui kolaborasi ini, TelkomGroup ingin memperkuat fondasi sovereign AI infrastructure Indonesia agar pengembangan teknologi AI dapat didukung infrastruktur digital yang terintegrasi.
Pendekatan berbasis kawasan industri dipilih untuk menyelaraskan kesiapan lahan, pasokan listrik, utilitas, dan konektivitas sejak tahap perencanaan. Hal ini dinilai penting karena beban kerja AI membutuhkan kapasitas daya listrik, sistem pendingin, serta konektivitas yang lebih besar dibandingkan data center konvensional.
Dalam skema tersebut, pengelola kawasan industri menyediakan dukungan lahan dan utilitas, PLN mendukung kesiapan serta keandalan pasokan listrik, sedangkan TelkomGroup melalui NeutraDC berkontribusi dalam pengembangan dan pengoperasian data center, konektivitas, serta infrastruktur digital terintegrasi.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan kesiapan perusahaan untuk menjajaki penyediaan infrastruktur kelistrikan sesuai kebutuhan industri data center. Menurutnya, pertumbuhan sektor tersebut memerlukan pasokan listrik yang andal dan stabil, dengan memperhatikan aspek keandalan, skalabilitas, serta keberlanjutan.
Meski demikian, pengumuman kolaborasi ini masih mencerminkan keselarasan strategi dan rencana kerja sama ekosistem. Kesepakatan tersebut belum menetapkan secara definitif nilai investasi, kapasitas pembangunan, arsitektur teknologi, tahapan implementasi, maupun model komersial.
Pembahasan mengenai lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema investasi, dan pengaturan komersial akan dilanjutkan oleh masing-masing pihak. Jika tercapai kesepakatan, detail pelaksanaan akan dituangkan dalam perjanjian definitif sesuai tata kelola masing-masing institusi. (mas)