☰
✕

LINE Indonesia buka peluang kreator lokal jangkau pasar global

JAKARTA (IndoTelko) LINE Indonesia membuka peluang bagi kreator lokal untuk memperluas jangkauan pasar melalui platform digital dengan menghadirkan karya ilustrasi Sundate Stories di LINE STICKERS yang tersedia di LINE STORE. Karya pasangan Gilang Ndaru dan Nikensari tersebut telah menjangkau pengguna di sejumlah negara, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara Asia Tenggara.

Sundate Stories mengangkat cerita keseharian pasangan hingga perjalanan membangun keluarga melalui ilustrasi yang hangat dan humoris. Karya ini berawal dari kebiasaan Gilang dan Niken menggambar bersama setiap hari Minggu sebelum berkembang menjadi proyek kreatif yang merekam pengalaman kehidupan mereka.

Keduanya mengadaptasi pengalaman pribadi menjadi karakter dan ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Respons positif audiens turut memperlihatkan potensi cerita personal untuk membangun kedekatan dengan komunitas pengguna yang lebih luas.

Bagi Gilang dan Niken, LINE STICKERS bukan sekadar media untuk mengekspresikan emosi dalam percakapan digital. Mereka juga memanfaatkan ilustrasi Sundate Stories sebagai dokumentasi perjalanan keluarga, mulai dari masa sebelum memiliki anak hingga berbagai tahap pertumbuhannya.

Keduanya berharap karya tersebut dapat menjadi album kenangan digital yang kelak bisa dilihat kembali oleh anak mereka. Dengan demikian, ilustrasi yang awalnya dibuat untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari juga memiliki nilai personal sebagai dokumentasi perjalanan keluarga.

Dari sisi jangkauan pasar, Sundate Stories telah menarik pengguna dari berbagai negara. Terinspirasi oleh gaya ilustrasi monoline yang kerap mereka temui dalam editorial Jepang, Gilang dan Niken mengaku senang mengetahui karya mereka telah diunduh pengguna di Jepang, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Taiwan.

Pencapaian tersebut menunjukkan peluang platform digital dalam membantu kreator lokal mendistribusikan karya ke pasar internasional tanpa harus bergantung pada saluran distribusi konvensional.

Namun, pengembangan usaha kreatif juga menghadirkan tantangan operasional. Sejak memiliki anak, Gilang dan Niken harus mengatur waktu secara lebih efisien karena keduanya masih menangani sendiri proses pembuatan ilustrasi, pengelolaan merchandise, hingga pemenuhan pesanan.

Keduanya menyarankan kreator pemula untuk berani memulai, menikmati proses, dan menjaga konsistensi dalam berkarya. Mereka menilai inspirasi untuk menghasilkan karya yang bermakna dapat muncul dari pengalaman sederhana dalam kehidupan sehari-hari. (mas)