JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), perusahaan pengelola data center di bawah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, memperkuat kapasitas dan layanan infrastruktur digital untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Strategi tersebut dipaparkan dalam sesi panel Sovereign Technology & National Compute pada Sovereign Tech Summit 2026 by Telkom Indonesia, yang merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week 2026, Kamis (22/10).
Panel tersebut menghadirkan VP Sales & Marketing NeutraDC Erik Orbandi, VP Enterprise Business Strategy Telkom Tanto Suratno, serta Co-Founder & CEO Awanio Irfan Yuta Pratama. Diskusi membahas kesiapan teknologi dan infrastruktur komputasi nasional dalam mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan AI.
Erik mengatakan, perusahaan membutuhkan infrastruktur yang andal sekaligus mampu menunjang implementasi AI untuk berbagai kebutuhan bisnis. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, NeutraDC mengintegrasikan layanan penempatan infrastruktur data center, komputasi, dan konektivitas melalui Neutra Colocation, Neutra Compute, dan Neutra Connect.
“Melalui Neutra Colocation, Neutra Compute, dan Neutra Connect, NeutraDC menyediakan kapabilitas data center, komputasi, dan konektivitas dalam satu ekosistem untuk mendukung kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Perluas Kapasitas Infrastruktur
Seiring meningkatnya adopsi AI, NeutraDC terus memperluas kapasitas dan jangkauan data center di sejumlah wilayah strategis. Ekspansi ini ditujukan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan penyimpanan data dan komputasi, sekaligus memperkuat kesiapan infrastruktur digital bagi industri dan ekonomi digital Indonesia.
CEO NeutraDC Group Rakhmad Tunggal Afifuddin menilai, penguatan kedaulatan AI nasional membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, pengembangan kapasitas berkelanjutan, serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, perkembangan AI tidak hanya meningkatkan kebutuhan data center, tetapi juga kapasitas komputasi dan konektivitas yang andal. Karena itu, pembangunan kedaulatan teknologi perlu ditopang ekosistem infrastruktur digital yang terintegrasi.
NeutraDC pun terus memperkuat kapabilitas layanan dan mengembangkan kapasitas data center untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi pada masa mendatang.
Kesiapan infrastruktur AI mencakup berbagai aspek, mulai dari fasilitas penyimpanan dan penempatan sistem, kemampuan komputasi, hingga konektivitas yang menghubungkan berbagai komponen secara optimal. Penguatan aspek-aspek tersebut menjadi bagian dari upaya NeutraDC membangun infrastruktur digital yang siap memenuhi kebutuhan saat ini dan berkembang mengikuti kebutuhan masa depan, sekaligus mendukung kedaulatan teknologi Indonesia. (mas)